6/09/2019

Kenapa Kita Harus Menulis? Apa Manfaatnya?

Menulis
Kenapa kita menulis? Rasanya tidak ada jawaban yang tepat selain berbagi kebermanfaatan terhadap orang lain. Menulis itu tidak hanya mengukir sebuah sejarah, akan tetapi lebih lebih merubah sebuah peradapan yang lebih baik ataupun sebaliknya, yakni lebih buruk.

Menulis juga akan menambah wawasan, membuat orang menjadi sehat serta yang paling penting lagi yaitu bisa menolong banyak orang dengan hasil karya karya kita. Dengan menjadi seorang penulis, karya karya kita dibaca dan mempengaruhi banyak orang. Memotivasi dan menginspirasi untuk menuju perubahan yang lebih baik, Insyaallah kita mendapatkan amal jariah dari tulisan tulisan kita yang banyak menginspirasi dan memotivasi tersebut.

Oleh karena bercita cita sebagai penulis adalah pilihan yang tepaat, agar tulisan tulisan bisa merubah Sebuah peradapan ke arah yang lebih baik lagi.Tapi terkadang dalam hati seseorang selalu berkata sepertinya tidak mungkin, apa iya kita bisa seperti penulis penulis hebat itu, apa iya semua itu akan terwujud. Tentu bisa, semua kita bisa menulis. 

Ingatlah bahwa penulis penulis hebat itu dulunya tidak bisa. lalu menjadi bisa karna berjuang dan terus belajar. Bukankah perjalanan seratus mil jauhnya itu dimulai dari satu langkah, oleh karena itu tetap melangkah  dan memulai sampai benar benar menemukan ujungnya yakni kesuksesan yang ingin diraih. Kadang kala Kita cuman melihat sebuah pohon yang nampak besar tapi  kita tidak mau tau kalau akar dari pohon yang besar itu Juga pasti besar. 

Masa digital ini, ada banyak orang yang menulis berbagai informasi menarik di berbagai situs maupun sosial media. Semua itu ditulis dan diberi keterangan gambar untuk menambah informasi secara menarik. Namun, apakah kita sendiri tahu sebenarnya alasan mengapa kita harus menulis? Jika kita sendiri menulis tanpa tahu alasan menulis, maka bisa jadi kita kehilangan jati diri dalam setiap tulisan kita. 

Kenapa kita harus menulis?

Menulis untuk Kepuasan Batin

Bagi beberapa orang, menulis menjadi satu kepuasan batin. Menulis adalah salah satu cara seseorang untuk menjadi signifikan, menjadi lebih percaya diri, dan menjadi senang. Menulis dapat menimbulkan perilaku pro sosial yang positif, karena orang yang menulis akan puas ketika tulisannya selesai. Sebut saja para novelis, yang sangat bahagia ketika berhasil menyelesaikan naskah mereka, terlepas dari proses penyuntingan yang sangat melelahkan. 

Menulis adalah Bekerja untuk Keabadian

Ada suatu kalimat, yang bisa kita ingat saat kita tidak menulis. Kalimat ini diucapkan oleh salah satu sastrawan Indonesia yang telah menyumbangkan karya-karyanya pada khalayak luas. Pramoedya Ananta Toer tepatnya, sastrawan itu. Beliau berkata, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”


Menulis berarti berbagi dan Bermanfaat bagi Orang Lain

Selain menjadi sejarah, tentunya alasan kita menulis tidak lain adalah untuk memberi manfaat bagi orang lain. Ada satu hal mengapa para novelis atau sastrawan terus kecanduan menulis. Hal itu karena mereka menemukan inovasi dan hal baru yang harus mereka bagikan pada orang lain. Mereka merasa memiliki kewajiban moral kepada orang lain jika belum membagikan hal tersebut, walau orang lain belum tentu membutuhkan penemuan yang mereka bentuk. Namun, dengan menulis dan mendokumentasikannya, di suatu hari pasti ada saja orang yang membutuhkan. Dengan menuliskan apa yang menjadi penemuan atau hal-hal berguna, tentulah kita menjadi manfaat bagi orang lain.

Menulis sama dengan Memberi Motivasi

Dengan memberi manfaat bagi orang lain, tentunya secara tidak langsung kita dapat mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama. Dorongan eksternal yang ada dalam diri manusia, dapat disebut sebagai motivasi. Motivasi adalah salah satu dorongan yang terjadi pada seseorang untuk mencapai tujuannya, dan hal ini bisa berupa dorongan internal maupun eksternal. Tulisan kita, bisa menjadi salah satu alasan seseorang mencapai tujuan dan itulah motivasi. Sebagai penulis, kita akan bangga jika tulisan kita menjadi motivasi bagi orang lain, dan tentu saja sebagai pembaca, mereka akan terlecut kembali motivasinya setelah membaca tulisan kita.

Menulis adalah tempat Ladang Inspirasi

Selain motivasi, kita bisa menjadi ladang inspirasi bagi orang lain. Banyak penulis, banyak penemu, atau banyak orang-orang yang butuh ide, mencari tulisan dari berbagai sumber. Ketika tulisan kita sesuai dengan kebutuhan mereka, tentu saja kita akan menjadi ladang inspirasi bagi mereka.