6/30/2019

Bentuk-bentuk ‘Amr (Perintah)

Bentuk-bentuk ‘Amr
Pengertian 'Amr Menurut bahasa. amar berarti suruhan, perintah, sedangkan menurut istilah adalah:

 الأَمْرُ : طَلَبُ الفِعْـلِ مِنَ اْلأَعْلَى إلىَ اْلأَدْنَى 

“Al-Amru ialah tuntutan melakukan pekerjaan dari yang lebih tinggi kepada yang lebih rendah” 

Yang lebih tinggi kedudukannya adalah Syaari’ dan kedudukan yang lebih rendah adalah mukallaf. Jadi amar adalah perintah Allah atau Rasulnya kepada mukallaf untuk melakukan suatu pekerjaan.


Bentuk-bentuk ‘amr

Dilihat dari segi bentuknya, maka shiyagh Amr dapat dibagi empat,yakni :

1.  Fi’il Amr

Syighot al-Amr yang menggunakan fi’il amr, seperti firman Allah, QS. Al-Baqarah (2), 43:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukulah bersama orang-orang yang ruku”.

Lafal َأَقِيمُو  dan ءَاتُو dalam ayat tersebut berbentuk fi’il amr dari fi’il madhi أقام dan أتي.

2. Fi’il mudhari’ yang dimasuki lam al-Amr, seperti firman Allah, QS. Al-Imran (4): 104 :

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ…

“Dan hendaklah ada diantara kemu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan…”

Dari ayat di atas dapat dilihat bahwa lafal   وَلْتَكُنْ adalah fi’il mudhari yang dimasuki lam al-Amr.

3.  Isim mashdar sebagai pengganti dari fi’il al-Amr

Lafal mashdar yang bermakna sebagai al-amr, seperti firman Allah, QS. Al-Isra’ (15):23 :

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا…

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya…”

Lafal إِحْسَانًا pada ayat di atas adalah bentuk mashdar dari kata احسن- يحسن yang berarti berbuat baiklah.

4.  Isim fi’il al-Amr

Maksudnya adalah lafal yang berbentuk isim, namun diartikan dengan fi’il, misalnya :

عليكم انفسكم لايضركم من ضل اذاهتديتم

"Jagalah dirimu, tidaklah orang sesat itu akan memberi mudarat kepadamu apabila kamu mendapat petunjuk….. (QS. Al-Mai'dah: 105).

Sedangkan menurut Khudari Bik dalam bukunya Tarikh al Tasyri’, disampaikan dalam berbagai gaya atau redaksi antara lain:

a)      Perintah tegas dengan menggunakan kata amara (أمر)


90.  Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan.

b)      Perintah dalam bentuk pemberitaan bahwa perbuatan itu diwajibkan atas seseorang dengan memakai kata kutiba(كتب). QS. Al-Baqarah: 183

بايها الذين امنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون                

"hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (QS. Al-Baqarah: 183) 

c)      Perintah dengan menggunakan katafaradha (فرض/mewajibkan). Al-Ahzab/33 : 50


50.  Sesungguhnya kami Telah mengetahui apa yang kami wajibkan kepada mereka tentang isteri-isteri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu