5/22/2019

Tanda-Tanda Turunnya Lailatul Qadar

lailatul qadar
Apa saja Tanda-Tanda Turunnya Lailatul Qadar? Malam Lailatul Qadar adalah  malam yang didalamnya mempunyai keutaman-keutamaan, malam yang sangat penting, hanya terjadi pada bulan Ramadan, yang dalam Al Qur'an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dan juga diperingati sebagai malam diturunkannya Al Qur'an.

Bahkan, malam yang lebih indah dari pada seribu bulan ini, telah diabadikan oleh Allah Swt. dalam Al Quran surah Al Qodr ayat 1-5.

اِنَّاۤ اَنۡزَلۡنٰهُ فِىۡ لَيۡلَةِ الۡقَدۡرِ

1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar.

وَمَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا لَيۡلَةُ الۡقَدۡرِؕ

2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

لَيۡلَةُ الۡقَدۡرِ  ۙ خَيۡرٌ مِّنۡ اَلۡفِ شَهۡرٍؕ

3. Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.

تَنَزَّلُ الۡمَلٰٓٮِٕكَةُ وَالرُّوۡحُ فِيۡهَا بِاِذۡنِ رَبِّهِمۡ‌ۚ مِّنۡ كُلِّ اَمۡرٍ

4. Pada malam itu turun para malaikat dan Rµh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.

سَلٰمٌ هِىَ حَتّٰى مَطۡلَعِ الۡفَجۡرِ

5. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.


Terjadinya malam Lailatul Qadar, terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan. Hal ini telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad Saw melalui sabdanya :

 “Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” [HR. Bukhari, no. 2020 dan Muslim, no. 1169]

Lebih lanjut, Nabi menjelaskan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam-malam ganjil. sebagaimana sabda Nabi saw,

“Carilah lailatul qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” [HR. Bukhari]

Ibnu Hajar Al-Asqalani telah menyebutkan empat puluhan pendapat ulama dalam masalah ini. Namun pendapat yang paling kuat dari berbagai pendapat yang ada adalah lailatul qadaritu terjadi pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan dan waktunya berpindah-pindah dari tahun ke tahun. [Fathul Bari, 4:262-266]

Para ulama mengatakan bahwa hikmah Allah menyembunyikan pengetahuan tanggal-pasti terjadinya lailatul qadar adalah agar orang bersemangat untuk mencarinya. Hal ini berbeda jika lailatul qadarsudah ditentukan tanggal pastinya, justru nanti malah orang-orang akan bermalas-malasan. [Fathul Bari, 4:266 [disadur dari buku panduan bulan ramdhan]

Tanda-Tanda Turunnya Lailatul Qadar

Udara dan angin sekitar terasa tenang. Sebagaimana dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء

“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” [HR. Haytsami]

Malaikat menurunkan ketenangan sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelezatan dalam beribadah, yang tidak didapatkan pada hari-hari yang lain.

Manusia dapat melihat malam ini dalam mimpinya sebagaimana terjadi pada sebagian sahabat. Matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih, tidak ada sinar.

Dari Abi bin Ka’ab bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,”Shubuh hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik.” [HR. Muslim]