5/20/2019

Buka Puasa Bersama Anak Yatim Itu Indah

buka bersama
Berbuka Puasa Bersama anak yatim, memiliki manfaat dan keutamaan yang dapat memperoleh pahala bagi kita semua. Apalagi yang namanya anak yatim mendapat keistimewaan dalam Islam. Yatim adalah seseorang yang ayahnya meninggal dan dia belum baligh. 

Firman Allah Swt:

“Dan ujilah anak-anak yatim sampai mereka mencapai usia nikah. Apabila kalian menemukan kecerdasannya maka serahkanlah harta-harta itu kepada mereka. Dan janganlah kalian memakannya dengan berlebih-lebihan dan jangan pula kalian tergesa-gesa menyerahkannya sebelum mereka dewasa.  Barangsiapa (dari kalangan wali anak yatim itu) berkecukupan, maka hendaklah dia menahan diri (dari memakan harta anak yatim) dan barangsiapa yang miskin maka dia boleh memakan dengan cara yang baik. Apabila kalian menyerahkan harta-harta mereka, maka hadirkanlah saksi-saksi. Dan cukuplah Allah sebagai pengawas.” (QS. An-Nisa’ ayat 6)

Terhadap anak yatim, kita harus bersikap baik. Jangan memandang sebelah mata atau menghardiknya. Apalagi sampai memakan harta anak yatim. Allah akan memberikannya azab yang sangat pedih. Seperti dijelaskan dalam firman Allah SWT:

“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zhalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala.” (QS. An-Nisa’ ayat 10)

Hendaknya kita memuliakan anak yatim. Atau memberi makan anak yatim. Terlebih di bulan ramadhan yang suci ini. Maka, isilah kegiatan buka bersama kita dengan anak-anak yatim. Buka Puasa Bersama Anak Yatim jauh lebih afdhal ketimbang Buka bersama yang ujung-ujungnya hanya foya-foya. malah lebih parahnya, ada yang bukber dengan pesta miras yang sedang viral saat ini.

Jika ada buka bersama yang paling indah dibulan ramadhan ini, tak lain adalah Buka Puasa Bersama Anak Yatim. Jika kita ingin menemani Nabi d surga, santunilah anak yatim. Jika kita ingin mulia, muliakankah anak yatim.

Jika kita melihat seseorang yang penyayang kepada anak-anak yatim dan menyantuni mereka, termasuk memberi makan atau buka bersama dibulan ramadhan dengan anak yatim. Maka ketahuilah bahwa ia adalah seorang yang berbudi dan berakhlak mulia.

Suatu ketika Saib bin Abdullah datang kepada Rasulullah, maka Rasulullah bersabda kepadanya:

“Wahai Saib, perhatikanlah akhlak yang biasa kamu lakukan ketika kamu masih dalam kejahiliyahan, laksanakan pula ia dalam masa keislaman. Jamulah tamu, muliakanlah anak yatim, dan berbuat baiklah kepada tetangga.” [HR. Ahmad dan Abu Dawud, Shahih Abu Dawud, Al-Albani: 4836].

 “Bersikaplah kepada anak yatim, seperti seorang bapak yang penyayang.” [HR. Bukhari].

Kasih sayang dan berbuat baik kepada anak yatim,  adalah bagian dari akhlak dan moralitas orang-orang yang mulia. Itu tidak bisa dilakukan kecuali oleh seorang yang mulia, yang menghimpun banyak budi pekerti mulia.

Masih ingatkah kita dengan kisah sahabat nabi yang shakeh itu? Abdullah bin Umar tidak pernah memakan makanan kecuali di meja makannya ada seorang anak yatim yang makan bersamanya.

Maka, jadilah orang seperti Abdullah Ibn Umar. Seorang yang penyantun, lemah lembut, dan berupaya berbuat kebaikan kepada anak yatim, mengusap air mata mereka dengan tangan dan harta anda serta memasukkan perasaan gembira ke dalam hati mereka.

Terlebih di bulan ramadhan. Adalah kesempatan untuk makan bersama anak yatim, buka bersama anak yatim, menikmati indahnya bukber bersama anak yatim.