5/17/2019

4 orang yang boleh tidak berpuasa dibulan Ramadhan

ramadhan
Puasa Ramadhan adalah wajib hukumnya bagi umat islam. namun ada beberapa golongan atau orang yang mendapatkan keringanan untuk tidak berpuasa. Yang Mendapatkan Keringanan untuk Tidak Berpuasa yaitu :


1. Orang yang sakit 

Allah SWT berfirman, “Dan barang siapa sakit atau berada dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (dia wajib berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.”[QS. Al-Baqarah: 185]



2. Orang yang bepergian (musafir)

Dalil seorang musafir boleh tidak berpuasa adalah firman Allah b(yang artinya), “Dan barang siapa sakit atau berada dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (dia wajib berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” 
[QS. Al-Baqarah: 185]


Musafir punya pilihan boleh tidak puasa ataukah tetap berpuasa.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri dan Jabir bin ‘Abdillah; mereka berkata, “Kami pernah bersafar bersama Rasulullah saw, maka ada yang tetap berpuasa dan ada yang tidak berpuasa. Namun mereka tidak saling mencela satu dan lainnya.”  [HR. Muslim, no. 1117]

Namun manakah yang lebih utama bagi musafir, apakah berpuasa ataukah tidak? Jawabannya bisa dilihat menurut tiga kondisi:


a. Jika musafir merasa berat untuk berpuasa atau sulit melakukan hal-hal yang baik ketika itu, maka lebih utama untuk tidak berpuasa. 

b. Jika tidak memberatkan untuk berpuasa dan tidak menyulitkan untuk melakukan berbagai hal kebaikan, maka pada saat ini lebih utama untuk berpuasa. Alasannya karena lebih cepat terlepasnya beban kewajiban dan lebih mudah berpuasa dengan orang banyak daripada sendirian. 

c. Jika tetap berpuasa malah membahayakan kondisi diri, maka wajib tidak puasa. [Shahih Fiqh Sunnah, 2:120-121]. 

Adapun hadits-hadits yang membicarakan keutamaan tidak berpuasa saat bersafar maka itu dimaksudkan untuk orang yang mendapatkan mudarat jika tetap berpuasa. [Al-Majmu’ karya Imam Nawawi, 6:175]. 



3. Orang yang sudah tua renta

Perincian ini selain berlaku bagi orang tua renta (sepuh) yang tidak mampu puasa, juga berlaku untuk orang yang sakit yang tidak bisa sembuh sakit lagi dari sakitnya (tidak bisa diharapkan sembuhnya).


Dalil dari hal ini adalah firman Allah swt, 

“Dan orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan satu orang miskin.” [QS. Al-Baqarah: 184]



4.  Wanita hamil dan menyusui

Dari Anas bin Malik, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah meringankan separuh shalat dari musafir, juga puasa dari wanita hamil dan menyusui.” [HR. An-Nasa’i, no. 2274 dan Ahmad, 5:29]

Dengan demikian, wanita hamil dan menyusui terkena ayat (yang artinya), “Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka),maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” [QS. Al-Baqarah: 185]
 
banner