Pengertian Dan Sejarah Tayamum
Pengertian Dan Sejarah Tayamum

Pengertian Dan Sejarah Tayamum

Tayammum
Pengertian 

Tayamum menurut bahasa adalah Al Qashdu yang berarti menuju, menyengaja. Sedangkan menurut pengertian menurut istilah syara’. Tayamum adalah menyengaja menggunakan tanah untuk menyapu dua tangan dan wajah. 

Tayamum adalah Mendatangkan debu yang suci ke wajah dan kedua tangan sampai sikut dengan syarat dan rukun tertentu”[Fiqih Lintas madzhab, h. 53].

Tayamum sebagai pengganti wudhu atau mandi wajib yang tadinya seharusnya menggunakan air bersih digantikan dengan menggunakan tanah atau debu yang bersih, sebagai rukhsah (keringanan) untuk orang yang tidak dapat memakai air karena beberapa halangan (uzur). 


Dalil tentang di syariatkannya tayamum

Tayammum disyari’atkan dalam islam berdasarkan dalil al-Qur’an, sunnah dan Ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin.

Salah satu ayat  yang sering dijadikan dasar untuk bertayamum adalah dalam firman Allah surat Al-Maidah ayat 6, yang berbunyi :

اِذَا قُمۡتُمۡ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغۡسِلُوۡا وُجُوۡهَكُمۡ وَاَيۡدِيَكُمۡ اِلَى الۡمَرَافِقِ وَامۡسَحُوۡا بِرُءُوۡسِكُمۡ وَاَرۡجُلَكُمۡ اِلَى الۡـكَعۡبَيۡنِ‌ ؕ وَاِنۡ كُنۡتُمۡ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوۡا‌ ؕ وَاِنۡ كُنۡتُمۡ مَّرۡضَىٰۤ اَوۡ عَلٰى سَفَرٍ اَوۡ جَآءَ اَحَدٌ مِّنۡكُمۡ مِّنَ الۡغَآٮِٕطِ اَوۡ لٰمَسۡتُمُ النِّسَآءَ فَلَمۡ تَجِدُوۡا مَآءً فَتَيَمَّمُوۡا صَعِيۡدًا طَيِّبًا فَامۡسَحُوۡا بِوُجُوۡهِكُمۡ وَاَيۡدِيۡكُمۡ مِّنۡهُ‌ (المئدة : ٦)

Artinya : “Jika kamu hendak melakukan shalat, basuhlah mukamu dan tanganmu sampai ke siku. Dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai ke mata kaki. Dan kalau kamu junub (wajib mandi) bersihkanlah dirimu (mandilah). Dan kalau kamu sedang sakit atau sedang bepergian atau kembali dari tempat buang air (kakus), atau bersetubuh dengan perempuan, lalu kamu tidak menemukan air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih), kemudian sapulah wajah dan tangan kamu dengan tanah tersebut” (QS. Al-maidah : 6)


Dalam hadits Nabi Saw dijelaskan :

الصَّعِيدُ الطَيِّبُ وضُوءُ المُسلِمِ وَإِن لَم يَجِد المَاءَ عَشرَ سِنِين 

Artinya ;

“Tanah yang suci adalah wudhunya muslim, meskipun tidak menjumpai air sepuluh tahun”.[ HR. Abu Daud No.  332, dan Turmudzi No. 124]


Sejarah tayamum

Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim  meriwayatkan didalam kitab ash-Shahihnya, dari hadits Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan,

“Kami keluar bersama Rasulullah  dalam salah satu dari sekian perjalanan beliau, hingga kami tiba di daerah al-Baidaa` -atau ditempat benama Dzaat al-Jaisy-. Dan kalungku terlepas, maka Rasulullah  berhenti untuk mencari kalung tersebut.

Kemudian para sahabat menemui Abu Bakar dan mereka berkata, “Tidakkah anda melihat apa yang diperbuat oleh Aisyah? Dia telah memberhentikan Rasulullah  dan juga orang-orang, sementara mereka tidak berada didekat sumber air dan juga mereka tidak membawa air.”

Lalu datanglah Abu Bakar disaat Rasulullah  tengah meletakkan kepalanya di kedua pahaku dan beliau  dalam keadaan tertidur. Abu Bakar berkata, “Engkau telah menahan Rasulullah  dan juga orang-orang, sementara mereka tidak membawa air.”

Aisyah mengatakan, “Lalu Abu Bakar mencelaku, dan dia mengatakan segala yang Allah kehendaki baginya untuk dikatakan. Dan juga mengacungkan tangannya ke pinggangku. Dan tidak ada yang menghalangiku bergerak selain kedudukan Rasulullah  diatas kedua pahaku. Rasulullah  tertidur hingga pada keesokan subuh harinya terbangun dan tidak mendapatkan air. Maka Allah menurunkan ayat tayammum, maka merekapun melakukan tayammum.”

Usaid bin Hudhair –salah seorang nuqaba’- mengatakan, “Tidaklah berkah ini berkah pertama kalian wahai keluarga Abu Bakar!”

Aisyah berkata, “Maka kami mengirimkan unta yang saya tunggangi dan kemipun mendapatkan kalung tersebut dibawahnya.”