Mungkin Karena Kita HTI Kian Tenar
Mungkin Karena Kita HTI Kian Tenar

Mungkin Karena Kita HTI Kian Tenar

Hti
HTI kian tenar, tambah masyhur. Pembahasan dan perbincangan tentang Hizbut Tahrir makin masif. Makin agresif. Akibatnya, dengan riuhnya dan gonjang ganjing di pemberitaan.  Mulai dari  media cetak, elektronik, maupun medsos. Akhirnya, masyarakat secara luas menjadi lebih kenal dengan HTI. Bahayanya, mereka bisa menelan mentah-mentah.  

Teringat akan tulisan Dahlan Iskan di Jawa Pos : " Kita Yang Membesarkan HTI kayaknya."

HTI sudah dicabut BHPnya, tak ada lagi kegiatan HTI yg muncul ke permukaan setelah BHPnya dicabut oleh pemerintahan. Hanya tinggal kehawatiran dan kewaspadaan.  Kini, bendera yang menjadi permasalahan. 

Bendera bertuliskan tauhid yg di HTI-kan. Dikarenakan selalu digunakan HTI disetiap kegiatan. Permasalahan ini cukup dalam lingkup persoalan pembakaran bendera Tauhid. Mereka langsung bisa tanggapi dengan minta maaf pada umat Islam dan ini kekeliruan dari anggota di lapangan.   Akan tetapi, mulut mereka Allah fasihkan sehingga selalu menyebut Bendera Tauhid ini sebagai Bendera HTI. Kelu lidah mereka untuk menyebut ini bendera Tauhid. 

Sebaliknya lancar lidah mereka ketika menyebut ini bendera HTI. Segala argumen yang menegaskan bahwa ini bukan bendera HTI, tidak bisa mengubah lisan mereka.  Ketika Allah memfasihkan lidah mereka terus menerus mengatakan ini adalah bendera HTI, dampak dari terus menerusnya penyebutan ini adalah nama HTI itu kian mashur.   

Disatu pihak mereka mengatakan HTI sudah dibubarkan, Namun fasihnya mulut mereka mengkaitkan segala sesuatunya dengan HTI, hal ini menunjukkan bahwa bagi mereka HTI masih eksis layaknya sebagaimana sebelum dicabut BHPnya.   Bahkan mungkin mnurut mereka, dari kepanikan mereka, kewaswasan mereka, ketakutan mereka, yang berlebihan. Menggambarkan bahwa HTI itu terus tumbuh berkembang   Dampaknya pun ormaspun menjadi korban, saling dibenturkan, berujung teriakan agar dibubarkan. Justru, itulah yang menambah kegaduhan, pemanasan, yang malah menyulut api permusuhan.   

Tak perlu dihiraukam semacam itu. Sebab, itu hnyalah provokasi dari jamaah facebookiyah yang kesetanan. Kalau tak mampu untuk mendamaikan diantara perselisihan, setidaknya jangan jadi kompor untuk merusak persaudaraan.  

Ada yang lebih penting, yakni persatuan, persaudaraan, dibawah naungan negara yg punya Undang-Undang. Peristiwa yg lalu itu telah usai, tak perlu diperpanjang. Cukup jadikan pelajaran agar tak terulang.   Jangan biarkan kebencian yg lalu itu bertahan. Sebab, kalau masih bertahan dg kebencian. Hidupmu akan nyungsep penuh penyesalan.
Admin
Karena belajar adalah kewajiban, menulis untuk mengabadikan, menyebarkan merupakan kebaikan.