FPR Gelar Acara Marabu Di Bappeda
FPR Gelar Acara Marabu Di Bappeda

FPR Gelar Acara Marabu Di Bappeda

Fpr Raas
Forum Pemuda Raas (FPR) sebagai suatu organisasi kepemudaan melaksanakan Masa Penerimaan Anggota Baru yang diberi nama MARABU, Minggu 25 November 2018, bertempat di aula kantor Bappeda Sumenep. Kegiatan Marabu berlangsung dari pagi hingga malam dengan berbagai kegiatan. Tema yang diusung oleh FPR yakni "ARAH DAN TANTANGAN MASYARAKAT KEPULAUAN DALAM PEMBANGUNAN".

Marabu merupakan acara pertama kali yang digelar FPR dan pemberian nama Marabupun butuh perjuangan. Karena pembentukan nama ini perlu pendiskusian antara sesama anggota FPR.

"Marabu ini kami bentuk berdasarkan hasil diskusi dengan teman-teman. Jadi kami tidak sembarang mengambil nama. Dan ini juga merupakan kegiatan pertama FPR dalam rekrutmen anggota" Kata Suryadi Sp. ketua FPR dalam sambutannya.

Para anggota baru FPR diwajibkan untuk mengikuti proses kegiatan dan pelatihan yang telah dibentuk oleh panitia. Marabu ini bertujuan selain resmi menjadi anggota organisasi, juga memberikan bekal dasar kehidupan berorganisasi.

Fokus tema yang dibahas dalam acara Marabu menyoal tentang lambannya pembangunan infrastruktur di kepulauan Sumenep, hususnya di Raas. Hal inilah yang disampaikan organisasi Bakti Anak Pulau itu kepada Kepala Bappeda Sumenep, Yayak Nurwahyudi yang turut hadir dalam acara tersebut.

"Penbangunan infrastruktur kota sudah bagus, suda memadai. Tapi masih terus dibangun, seperti contoh taman bunga. Itu kan taman bunga sudah bagus tapi tetap di renovasi. Sementara pembangunan di kepulauan, jalan-jalan yang sudah lama rusak tetap dibiarkan". Ungkap Fathorrosyid, selaku Pembina FPR

Tidak hanya masalah pembangunan. FPR juga membahas masalah peran perempuan kepulauan dalam ikut memajukan masyarakat pulau yang tertinggal dari segi pendidikan, ekonomi, maupun lainnya.

"Bagaimana fungsi dan peran perempuan dan apa yang harus kami lakukan dalam proses pembangunan dikepulau raas" Tanya Nur Hasanah kepada kepala Bapedda

Yayak Nurwahyudi, didamping H. Risnawi S.H selaku DPR dapil 7, menanggapi semua pertanyaan anggota FPR dan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh pemuda kepulauan.