Sunnah Malam Jum'at, Sama Dengan Membunuh Orang Kafir?
Sunnah Malam Jum'at, Sama Dengan Membunuh Orang Kafir?

Sunnah Malam Jum'at, Sama Dengan Membunuh Orang Kafir?

Malam jumat
Sudah menjadi kebiasaan, di lingkungan masyarakat, di lingkungan kita, atau bahkan teman kita sendiri. Berbicara tentang keutamaan berjima'/bersenggama/berhubungan intim dengan istri pada malam jum'at. Pahalanya sama dengan membunah orang kafir. Entah itu 40 orang kafir, 100 orang kafir, 1000 orang kafir.

Ya, Malam jum'at adalah malam yang penuh berkah, yang selalu ditunggu oleh kaum adam dan kaum hawa, yang terikat dalam kehidupan keluarga. Banyak keutamaan dan banyak amalan, yang dapat dikerjakan. Hanya saja, terkadang, ada saja keutamaan malam yang dilandaskan pada sesuatu yang tidak benar. Misalnya, bersetubuh dengan istri pada malam jumat, katanya sama dengan membunuh orang kafir.

Memang ada dasar yang bersumber dari hadits tentang keutamaan menggauli istri dimalam jumat. Pada dasarnya, hubungan intim antara suami istri termasuk ibadah yang mendapatkan pahala sebagaimana hadits yang disebutkan dalam kitab shahih muslim, bahwa rasulullah SAW bersabda:

وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلَالِ كَانَ لَهُ أَجْرًا

Artinya: Dan pada kemaluan (persetubuhan) kalian terdapat sedekah. Para sahabat bertanya: Ya Rasulullah, apakah salah seorang dari kami yang menyalurkan syahwatnya lalu dia mendapatkan pahala? Beliau bersabda: Bagaimana pendapat kalian seandainya hal tersebut disalurkan pada tempat yang haram, bukankah ia berdosa? Demikian halnya apabila hal tersebut diletakkan pada tempat yang halal, maka dia mendapatkan pahala.[HR. Muslim]

Dari Aus bin Aus, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَغَسَّلَ ، وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ ، وَدَنَا وَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ ، كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا أَجْرُ سَنَةٍ صِيَامُهَا وَقِيَامُهَا

“Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at dengan mencuci kepala dan anggota badan lainnya, lalu ia pergi di awal waktu atau ia pergi dan mendapati khutbah pertama, lalu ia mendekat pada imam, mendengar khutbah serta diam, maka setiap langkah kakinya terhitung seperti puasa dan shalat setahun.” [HR. Tirmidzi no. 496].

قال الإمام أحمد : (غَسَّل) أي : جامع أهله ، وكذا فسَّره وكيع

Imam Ahmad berkata, makna ghossala adalah menyetubuhi istri. Demikian ditafsirkan pula oleh Waki’. [ Ibnul Qoyyim, Zaadul Ma’ad. Fathul Bari, Juz 2]

Berkata Imam Assuyuti:
Apakah kalian lemas menyetubuhi istri kalian pada setiap hari Jum’at? Karena menyetubuhi saat itu mendapat dua pahala: 
(1) pahala mandi Jum’at, 
(2) pahala menyebabkan istri mandi (karena disetubuhi). 
Yaitu hadits yang dimaksud dikeluarkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman dari hadits Abu Hurairah.[ As Suyuthi,Tanwirul Hawalik]

Demikiam pula, Imam Nawawi menjelaskan, “Jika seseorang meniatkan mandi junub dan mandi Jum’at sekaligus, maka maksud tersebut dibolehkan.” (Al-Majmu’, 1: 326)

Bagaimana dengan hadits, dalil tentang pahalanya sama dengan membunuh orang kafir?

Jawabannya, Tidak ada. ungkapan jima’ atau hubungan intim antara suami isteri pada malam jum’at pahalanya sama dengan membunuh orang kafir dalam peperangan jihad fi sabilillah  tidak ada dasar atau dalil shahih. 

Bahwa perkataan Sunnah Rasul pada malam jumat yang berkaitan dengan hubungan intim antara suami dan isteri di atas adalah sama sekali bukan hadits, itu adalah hadits palsu. Hanya saja, istilah ini sering dijadikan gurauan atau candaan sebagian orang.

24 Muharrom 1440 H / 04 Oktober 2018