Sejarah Asal Usul Saronggi Sumenep

Kecamatan Saronggi
Kecamatan Saronggi, salah satu kecamatan di Sumenep. Tepat berada di posisi selatan kota. Kecamatan saronggi, menjadi perlintasan jalan menuju Provinsi. Tidak ada sejarah yang pasti mengenai kecamatan ini.

Konon, Menurut cerita beberapa warga saronggi, dan juga sesepuh desa, asal mula saronggi, ada kaitannya denga cerita kisah joko tole.

Suatu saat,  Joko Tole dan istrinya berada dalam perjalanan menuju Sumenep. Mereka merasa lelah karena jauhnya perjalanan yang mereka tempuh.

Lalu mereka singgah. Mereka duduk di bawah pohon sambil memandang daerah sekitar nampak gersang. Dewi Ratnadi merasa kehausan, kemudian jokotole pun mencari air ke sekitar tempat itu, akan tetapi ia tidak menemukan air sama sekali walaupun hanya setetes.

Dewi Ratnadi merasa sangat kehausan, kemudian menangis karena tidak tahan. Air matanya menetes berjatuhan, karena terlalu lama menangis  dan air mata yang menetes terlalu banyak, maka dengan kuasa Allah SWT, air mata yang menetes terus menenrus tersebut  menjadi sebuah sumber mata air yang kini disebut Kermata. Istilah Kermata, akhirnya digunakan sebagi nama dusun, yaitu dusun kermata. Dewi Ratnadi meminum sepuasnya.

Kermata artinya Karena Aeng Mata  dalam bahasa indonesia berarti Sisa Air Mata. Saat Joko Tole berkeliling mencari air, tetap saja Joko Tole tidak menemukannya. Lalu, Joko Tole melihat sumber air yang berasal dari air mata Dewi Ratnadi. Joko Tole pun mengucapkan syukur tiada henti Kepada Allah SWT.

Joko Tole mengatakan :

“ Sungguh sangat gersang tempat ini dan sungguh sulit menemukan air, tempat ini akan kunamakan Saronggi”.

Dalam Bahasa Indonesia Saronggi mempunyai arti Sangat Sulit. Kalau dikaitkan dengan cerita di atas, maksudnya adalah sulit Mendapatkan Air. Dalam Bahasa Madura  "Sara Onggu Manggi Aeng".

Ada juga cerita, yang lebih mendekati dan sangat akrab dalam bahasa madura dengan nama Saronggi. Kata Saronggi terdiri dari dua suku kata : SARONG (Sarung) dan GHI (Ya). Sehingga kalau di gabungkan menjadi "Saronggi? / Sarung Ya?"