Pengertian Dan Sejarah Hoax
Pengertian Dan Sejarah Hoax

Pengertian Dan Sejarah Hoax


Pengertian Hoax
Pengertian Hoax

Dalam kamus KBBI, Hoaks bermakna mengandung berita bohong, berita tidak bersumber.  Menurut Silverman (2015), hoaks merupakan sebagai rangkaian informasi yang memang sengaja disesatkan, namun “dijual” sebagai kebenaran. Menurut Werme (2016), mendefiniskan Fake news sebagai berita palsu yang mengandung informasi yang sengaja menyesatkan orang dan memiliki agenda politik tertentu. Hoaks bukan sekedar “misleading” alias menyesatkan, informasi dalam fake news juga tidak memiliki landasan faktual, namun disajikan seolah-olah sebagai serangkaian fakta [Dikutip dari wikipedia]

Ada juga yang berpendapat, bahwa Hoax berasal dari bahasa Inggris yang berarti tipuan, menipu, berita bohong ,berita palsu ataupun kabar burung.  Hoax adalah  kata yang berarti ketidak benaran suatu informasi. Hoax bukan singkatan tetapi satu kata dalam bahasa inggris yang punya arti sendiri.
Pengertian lain tentang hoax adalah sebuah pemberitaan palsu, berita bohong yang disampaikan orang baik dalam bentuk pribadi maupun kelompok  yang berusaha untuk  menipu atau mengakali pembaca, pendengarnya untuk mempercayai sesuatu. [Baca juga : Bahaya Berita Hoax Dan Pandangannya Dalam Islam]

Sebab-sebab terjadinya hoax

Berita hoax, timbul karena adanya kepentingan dari pihak-pihak tertentu yang bertujuan dan maksud yng tidak baik. selain dalam bentuk tulisan, sering juga kita melihat dan mendengar istilah hoax ditemukan dalam bentuk tayangan gambar atau tayangan video, beberapa gambar-gambar diinternet yang dibuat dengan teknologi digital dan direkayasa.

Salah satu contoh berita hoax yang pernah ada adalah tentang Gempa beberapa kali yang mengguncang sejumlah kabupaten kota. Salah satunya adalah Sumenep. Setelah terjadi gempa situbondo yang berdampak ke Sumenep, banyak informasi yang berdar bahwa akan ada gempa susulan.

Menurut pandangan psikologis, ada dua faktor yang dapat menyebabkan seseorang cenderung mudah percaya pada hoax. Orang lebih cenderung percaya hoax jika informasinya sesuai dengan opini atau sikap yang dimiliki (Respati, 2017). 

Contohnya jika seseorang penganut paham bumi datar memperoleh artikel yang membahas tentang berbagai teori konspirasi mengenai foto satelit maka secara naluri orang tersebut akan mudah percaya karena mendukung teori bumi datar yang diyakininya. Secara alami perasaan positif akan timbul dalam diri seseorang jika opini atau keyakinannya mendapat afirmasi sehingga cenderung tidak akan mempedulikan apakah informasi yang diterimanya benar dan bahkan mudah saja bagi mereka untuk menyebarkan kembali informasi tersebut. Hal ini dapat diperparah jika si penyebar hoax memiliki pengetahuan yang kurang dalam memanfaatkan internet guna mencari informasi lebih dalam atau sekadar untuk cek dan ricek fakta.

Jenis-jenis hoax

Hoax tentu banyak macam dan jenisnya. Hoax bisa dilakukan siapa saja dan dimana saja dan bisa menempati dilini masa apa saja.

Hoax dalam Agama

Agama bisa dijadikan target dalam menyebarkan konten hoax. konten yang memuat segala hal yang berkaitan dengan ajaran, sistem yang mengatur tata keimanan dan peribadatan seorang hamba kepada Tuhannya.

Hoax dalam Politik

 Hoax bisa merajalela disaat tahun politik, musim pilkada dsb. Untuk tujuan memenangkan salah satu paslon atau menjatuhkan lawan politik. konten didalamnya  memuat segala hal yang

Hoax dalam sosial

Konten yang berkaitan dengan segala hal mengenai kelompok sosial dalam sistem sosial atau kebudayaan yang mempunyai arti atau kedudukan tertentu karena keturunan, adat, agama, suku, bahasa, budaya dan sebagainya. Dan tentunya, masih banyak lagi macam-macam hoax.

1.  Hoax proper
Sesuai dengan definisi KBBI diatas, hoax berarti adalah sebuah berita bohong yang sengaja dibuat oleh seseorang dengan sengaja untuk tujuan tertentu

2.  Judul berlebihan dan tidak sesuai dengan isi berita
Jenis hoax ini adalah yang paling sering digunakan, yaitu penulis sengaja membuat judul headline atau suatu berita secara berlebihan sehingga orang akan penasaran untuk melihatnya. Namun sebenarnya isi dari headline tersebut tidak sesuai dengan judul yang ditulis oleh sang penulis.

3.  Berita benar namun memiliki konteks untuk menyesatkan
Berita yang dibuat memang benar benar terjadi. Namun waktu kejadian nya sudah sangat lama dan tiba-tiba diedarkan kembali sehingga menyesatkan orang yang membaca berita tersebut tanpa mengecek tanggal kejadian nya kembali

SEJARAH HOAX

Ada yang berpendapat, bahwa Hoax sendiri sudah beredar sejak tahun 1943, tepat nya sejak Johannes Gutenberg menciptakan mesin cetak.  Menurut lynda walsh dari buku yang berjudul sins Against Science, hoax atau kabar palsu, merupakan istilah dalam bahasa inggris yang masuk sejak era industri, diperkitrakan pertama kali pada tahun 1808.

Namun, pada dasarnya. Hoax tentunya sudah ada dan terjadi sepanjang perjalanan hidup manusia. Bagaimana sejarah dari dulu mencatat orang-orang baik dari segi buruknya (dalam kebohongannya) maupun dari segi kebaikannya.

 Alexander Boese dalam bukunya Museum of xoaxes mencatat , hoax yang pertama kali dipublikasikan adalah almanak atau penanggalan palsu yang dibuat Isaac Bickerstaff (jonathan swift) pada tahun 1709. Pada saat itu, dia meamalkan kematian astrolog yang bernama John Partridge. Agar meyakinkan publik, dan bahkan membuat berita palsu tentang Partridge pada hari yang diramal sebagai hari kematiannya.

 Swift mengarang informasi tersebut untuk mempermalukan Patridge di mata publik, dan patridge pun berhenti membuat almanak astrologi hingga 6 tahun setelah Hoax beredar. Penyair aliran romantik Amerika serikat (Edgar Allan Poe) juga diduga pernah membuat 6 Hoax sepanjang masa hidupnya, seperti informasi dari hoaxes.org yang dikelola Boese.
Admin
Karena belajar adalah kewajiban, menulis untuk mengabadikan, menyebarkan merupakan kebaikan.