Perbedaan Al-Liwa Dan Ar-Rayyah

bendera islam
Apa itu Al-Liwa Dan Apa itu Ar-Rayyah? Apa saja perbedaan keduanya?

Al-Liwa Dan Ar-Rayyah merupakan bendera negara dan bendera perang Rasulullah Saw. Al-Liwa sebagai bendera negara Islam berwarna dasar putih dan tulisan hitam dengan ukuran besar. Sementara Ar-Rayah sebagai panji perang berukuran lebih kecil, digunakan saat berperang, dan dipindahtangankan dari kalifah ke panglima atau komando pasukan perang, gunanya untuk sebagai tanda memimpin pasukan dan menakuti musuh dalam keadaan perang. 

Panji ( اللِّوَاءُ ) adalah sesuatu (kain) yang diikat dan dibelitkan di ujung tombak saat perang. Adapun, bendera ( الرَّايَةُ ) adalah, kain yang diikatkan di ujung tombak saat perang, maupun yang diikat diujung tiang di luar perang. Panji berfungsi untuk menunjukkan posisi pemimpin pasukan, sedang bendera dibawa oleh pasukan perang. [Fathul Bari Juz .6 hlm. 147].

Yang dimaksud warna hitam bukan berarti bendera Nabi Muhammad SAW benar-benar berwarna hitam, melainkan kain yang dipakai didominasi warna hitam, sehingga saat dilihat dari kejauhan tampak berwarna hitam (putih kehitam-hitaman). 

Yang demikian, karena kain yang digunakan berbahan baku wol ( نَمِرَةٌ ) yang biasa dipakai orang Arab, yang mana kain tersebut dibuat menggunakan benang hitam dan putih. [Tuhaftul Ahwazi, Juz 5, hlm. 328].


Salah satu contohnya, Ketika Perang Khaibar,  para sahabat berharap mendapatkan kemuliaan diberi mandat memimpin pasukan dengan diserahi ar-Rayah oleh Rasulullah saw. Namun, Rasulullah menyerahkannya kepada sahabat Ali.

Rasulullah saw. menyerahkan ar-Rayah dalam berbagai peperangan kepada panglima pasukan kaum Muslim.  



Dalam Perang Mu’tah, Rasulullah saw. menyerahkan ar-Rayah kepada Zaid bin Haritsah namun syahid, lalu digantikan Ja’far bin Abi Thalib. Ja’far syahid, lalu digantikan oleh Abdullah bin Rawahah yang saat itu syahid pula.

Akhirnya, panji perang diserahkan pada Khalid Bin Walid sebagai panglima. Selain itu, Usamah bin Zaid diserahi ar-Rayah sebagai panglima pasukan untuk melawan Romawi.