Pengertian Dan Unsur-Unsur Makar Dalam KUHP
Pengertian Dan Unsur-Unsur Makar Dalam KUHP

Pengertian Dan Unsur-Unsur Makar Dalam KUHP

Makar dalam Kuhp
Pengertian Makar

Kata makar berasal berasal dari bahasa Arab al-makr sama artinya dengan tipu daya/tipu muslihat atau rencana jahat.

Secara etimologis pengertian makar dapat diartikan dalam berbagai pengertian, yaitu serangan (aanval) atau penyerangan dengan maksud tidak baik (misdadige aanrading). 

Kejahatan tindak pidana makar dalam KUHP secara terminologis terdapat dalam Pasal 87 KUHP dimana perbuatan makar meliputi dua unsur. Yaitu niat dan adanya permulaan pelaksanaan niat makar.

Makar dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti aksi buruk, tipu muslihat, perbuatan, usaha dengan maksud  hendak menyerang, membunuh orang dan sebagainya menghilangkan nyawa atau kemerdekaan seseorang dari keluarga raja.

Menurut Kitab Undang-undang Hukum Pidana dalam Pasal 104 disebutkan bahwa Makar dengan maksud untuk membunuh, atau merampas kemerdekaan, atau meniadakan kemampuan Presiden atau Wakil Presiden memerintah, diancam dengan pidana mati atau pidana seumur hidup ataupidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.

Negara adalah suatu organisasi yang besar, mempunyai tugas untuk pelaksanaan usaha pencapaian tujuan secara nasional dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan kelestarian kehidupan bangsa dan negara.

Menjaga dan memelihara eksistensi negara agar tetap bertahan hidup, bukanlah suatu hal yang mudah. Negara senantiasa diperhadapkan dengan berbagai ancaman yang membahayakan eksistensinya, baik yang berasal dari luar maupun dari dalam dirinya sendiri.  Salah satu bentuk ancaman yang membahayakan negara ini adalah kejahatan/tindak pidana makar.

Unsur - Unsur Makar

Sesuatu dikatakan makar, apabila mengandung kriteria yang disebutkan dalam Undang Hukum Pidana yaitu :

Pasal 104
“ Makar dengan maksud untuk membunuh, atau merampas kemerdekaan, atau meniadakan kemampuan Presiden atau Wakil Presiden memerintah, diancam dengan pidana mati atau pidana seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun”.

Pasal 104 KUHP itu mempunyai unsur-unsur sebagai berikut:

a. Unsur subjektif: met het oogmerk atau dengan maksud

b. Unsur objektif:
- Aanslag (makar)
- Ondernomen (yang dilakukan)
- Om van het leven te beroven (untuk menghilangkan nyawa)
- Om van de vrijheid te beroven (untuk merampas kemerdekaan)
- Om tot regeren ongeschikt te maken (untuk tidak mampu memerintah)
- Den President (Presiden)
- Den Vice President (Wakil Presiden)

Pasal 106
“ Makar dengan maksud supaya seluruh atau sebagian dari wilayah negara, diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun”.

Unsur-unsur Pasal 106 KUHP

Dalam pelaksanaan perbuatan makar dapat dikriteriakan dalam 3 kriteria:
- Obyektif : yang telah dilakukan terdakwa benar-benar mendekatkan pada kondisi yang potensial mewujudkan delik.
- Subyektif : yang dilakukan terdakwa harus benar-benar dapat dinilai bahwa tidak ada lagi keraguan niat untuk mewujudkan delik yang diniatinya.

Perbuatan terdakwah harus dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum.

Pasal 107
(1) Makar dengan maksud untuk menggulingkan pemerintah, diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.
(2) Para pemimpin dan pengatur maker tersebut dalam ayat 1, diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.


Daftar Rujukan :

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
Lamintang, 1986, Delik-delik Khusus Kejahatan-kejahatan terhadap Kepentingan Hukum Negara, Jakarta ; Rajawali,
Admin
Karena belajar adalah kewajiban, menulis untuk mengabadikan, menyebarkan merupakan kebaikan.