Kisah Umar Bin Khatab Lupa Shalat Berjamaah
Kisah Umar Bin Khatab Lupa Shalat Berjamaah

Kisah Umar Bin Khatab Lupa Shalat Berjamaah

Kisah umar bin khattab
Namanya Umar Ibn Khattab, dijuluki Al Faruq, termasuk Khalifah yang ke dua dalam jajaran Khulafaurrosyidin. Ada kisah umar yang sangat menarik. Bukan hanya menarik, tetapi, kita dapat mengambil pelajaran, mengambil makna-makna yang tergandung didalamnya.

Kisahb Umar ini, bercerita tentang lupa shalat berjamaah, bercerita tentang betapa bagaimana terkadang dunia membuat kita lalai. Simaklah kisah indah dari Umar Bin Khattab :

Suatu hari menjelang panen, Umar ibn Al-Khaththab mengunjungi kebunnya di Madinah. Tandan-tandan telah menua, kurma-kurma sudah ranum. Sulur-sulur telah berkerut, anggur-anggur sudah manis. Sejuk dan teduh terasa di dalam kebun itudengan naungan tandan-tandan yang membentangkan hijau dedaunan.

Ketika ‘Umar keluar dari kebunnya, ternyata jama’ah shalat ‘Ashar di Masjid Rasulillah telah bubar. Betapa menyesalnya al-Faruq Radhiallahu ‘Anhu. 

Gara-gara terlena dalam syahdunya di kebun yang menjelang panen, dia kehilangan jama’ah shalat yang selama ini menjadi penjaga kehambaan dan penyambung ketaqwaannya. Beliau kemudian menghadap Rasulullah.

“Ya Rasulullah, aku sedekahkan kebunku ini untuk jalan Allah. Ambil dan pergunakanlah!”

“Bukankah engkau sangat menyukai kebunmu itu, wahai ‘Umar?” tanya Sang Nabi, “Mengapa kau lakukan ini?”

“Sebab ia telah melalaikanku dari shalat berjama’ah bersamamu.”

“Pertahankanlah kebunmu itu, wahai ‘Umar,” sahut Rasulullah dengan teduh, “dan sedekahkan hasilnya saja.”

“Aku dengar dan aku ta’ati, ya Rasulullah.” [Majalah Oase/Oktober 2015: Salim A. Fillah : Mu'aqobah Menyusuli Keburukan Dengan Kebaikan]

Betapa indah kisahnya, tamparan bagi kita yang sering lalai shalat berjamaah. Sindiran manis bagi kita yang terlena akan dunia.

Beda pangkat beda level. Kalau Umar, mau menginfakkan hartanya lantaran membuat lalai. Kalau kita? Mungkin akan berpikir seribu kali.
Admin
Karena belajar adalah kewajiban, menulis untuk mengabadikan, menyebarkan merupakan kebaikan.