Hadits-Hadits Ar-Rayah dan Al-Liwa, Panji Bendera Rasulullah Saw

Panji Rasullah
Ar-Rayah dan Al-Liwa, disebut juga bendera tauhid. Bendera kebanggaan umat islam. Sebab, Rasulullah Saw. bertutur perihal bendera ini. Tentang siapa saja yang akan memegang bendera ketika perang mu'tah, perang yang bersejarah. Perang yang jumlah pasukan sedikit itu, mampu memenagkan pertempuran dengan jumlah yang sangat besar.

Banyak Hadits-hadits dan atsar telah menjelaskan kepada kita tentang warna bendera (liwaa’) Nabi saw, bentuk, dan karakteristiknya, warna, bentuknya.

Hadits-hadits ini telah dikelurakan oleh ‘ulama-ulama ahli hadits dalam kitab-kitab mereka. Menjelaskan tentang bagaimana seharusnya seorang Muslim menjunjung tinggi bendera dan panjinya.

Salah satu Kitab yang membahas Ar-Rayah dan Al-Liwa, bendera panji Rasulullah, adalah kitab Al-‘Alamu Nabawiy asy-Syariif wa Tathbiqatihi al-Qadimatu wa al-Ma’ashiratu. Karya yang mendalam dari Syaikh Dr. ‘Abdullah bin Muhammad bin Sa’ad al-Hujailiy, 


Hadits Pertama : Dari Ibnu ‘Abbas ra, ia berkata:

“Raayahnya (panji) Rasul saw berwarna hitam, sedangkan benderanya (liwa’nya) berwarna putih.”

Takhrij Hadits, Rayah menurut penuturan Ibnu Abbas ini, dikeluarkan dari : Imam Tirmidzi dalam kitab Jami’nya: IV/197, no. 1681, dikomentarinya sebagai hadits hasan gharib. Imam Ibnu Majah dalam Sunannya: II/941, no. 2818. 

Imam Thabrani dalam Mu’jamul Ausath: I/77, no. 219. Mu’jam al-Kabir: XII/207, no. 12909. Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak: II/115, no. 2506/131, Dikatakan dalam at-Talkhish (Yazid dha’if); Imam al-Baihaqi dalam Sunannya: VI/363 (lihatFathul-Baari: VI/126).

Imam Abu Syaikh dalam kitabnya Akhlaq an-Nabi saw, halaman 153, No. 420/421. Imam Baghawi dalam Syarh Sunnah: X/404, no. 2664. Imam al-Haitsami dalam Majmu’ az-Zawaaid: V/321, dikatakan, Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dan Thabrani, didalamnya terdapat Hibban bin Andullah, Adz-Dzahabi berkomentar, dia adalah majhul sedang para perawi Abu Ya’la lainnya adalah tsiqah.

Berkata Ss-Shalihi asy-Syaami dalam sirah Nabi saw (Subulul Huda wa ar-Rasyad) ‘Riwayat Imam Ahmad dan Tirmidzi sanadnya bagus, sedangkan melalui Thabrani perawinya shahih kecuali Hibban bin Ubaidillah dari Baridah dan Ibnu Abbas’: VII/271.

Dikeluarkan oleh Ibnu Asakir dalam Tarikh kota Damaskus: IV/223 dengan teks berasal dari Ibnu Abbas yang dikatakannya: ‘Rayahnya RasuluLLah saw adalah berwarna hitam, sedangkan liwa’-nya berwarna putih’. 

Disebutkan pula melalui jalur lain (IV/24), lihat juga Mukhtasharnya: I/352. BerkataSyaikh Syu’aibal Arnauth dalam Hamsysyarh Sunan al-Baghawiy bahwa sanadnya hasan. Tirmidzi juga meng-hasan-kannya. Tharh at-Tatsrib Syarh at-Tarqib: VII/220. ‘Umdatul Qaari-nya al-‘Aini: XII/47. Misykah al-Mashabih-nya Tibriziy: II/1140.


Hadits Kedua : Dari Abu Hurairah, ia berkata:

Panji RasuluLlah saw (raayat) berwarna hitam, sedangkan liwa’nya berwarna putih.”

 Takhrij Hadits, Rayah menurut penuturan Abu Hurairah ra ini, dikeluarkan dari : Dikeluarkan oleh Abu Syaikh dalam Akhlaq an-Nabipada halaman 154, no. 421 dan halaman 256, no. 427;

Dikeluarkan juga oleh Ibnu Asakir dalam Tarikh kota Damaskus dengan teks (Telah menceritakan kepada kami Abu al-Qasim al-Khadlr bin Hussain bin Abdillah bin ‘Abdan, dari Abu Abdullah Muhammad bin Ali bin Ahmad bin Mubarak al-Farra, dari Abu Muhammad Abdullah bin Hussain bin Abdan, dari Abdul Wahhab al-Kilabi, dari Sa’id bin Abdul Aziz al-Halabiy, dari Abu Nu’aim Abid bin Hisyam, dari Khalid bin Umar, dari al-Laits bin Sa’ad, dari Yazid bin Abi Hubaib, dari Abi al-Khair, dari Abu Hurairah, berkata : ‘Rayahnya Nabi saw dari secarik beludru yang ada di tanagn Aisyah, ditanyakan kepadanya (bahwa Aisyah) yang memotongnya, dan liwa beliau berwarna putih..’ (al-hadits).

Melalui jalur lain dikatakan: “Telah menceritakan kepada kami Abu al-Qasim as-Samarqandiy, dari Kahlid bin Amru, dari Laits, dari Yazid bin Abi Hubaib, dari Abi al-Khair Murtsid bin Yazid, dari Abu Hurairah, bunyi haditsnya sama dengan sebelumnya.

Ibnu Hajar berkata dalam Fath al-Baariy: ‘Telah dikeluarkan oleh Ibnu Adi dari haditsnya Abu Hurairah’: VI/127. Juga berita tersebut dalam al-Kamil-nya Ibnu Adi: III/31, yang diterjemahkan oleh Khalid al-Qurasyiy. Tharh at-Tatsrib Syarh at-Tarqib: VII/220. ‘Umdatul Qaari-nya al-‘Aini: XII/47.

Hadits Ke Tiga : 

Dari ‘Abdullah bin Buraidah dari Bapaknya: Abu Qasim bin ‘Asakir berkata, telah meriwayatkan kepada kami Abu al-Qasim Zahir bin Thahir asy-Syahaamiy, dan Abu al-Mudzfar bin al-Qasyiiriy, keduanya berkata, “Telah mengabarkan kepada kami, Abu Sa’ad al-Junzuruudiy, telah mengabarkan kepada kami, Abu ‘Amru bin Hamdaan, telah mengabarkan kepada kami Abu Ya’la al-Mushiliy, telah mengabarkan kepada kamiIbrahim bin al-Hujjaj, telah mengabarkan kepada kami Hibban bin ‘Ubaidillah tambahan dari al-Qasyiiriy- Ibnu Hibban Abu zahiir, telah mengabarkan kepada kami Abu Majliz dari Ibnu ‘Abbas, Hayyan berkata, ‘Telah meriwayatakan kepada kami ‘Abdillah bin Buraidah dari bapaknya:

“Sesungguhnya, panji Rasulullah saw (rayah) berwarna hitam, sedangkan liwa’nya berwarna putih.”

Takhrij Hadits, Al Rayah menurut penuturan ‘Abdillah bin Buraidah dari bapaknya ini, dikeluarkan dari :

Imam Abu Syaikh dalam Akhlaq an-Nabi saw dan Adabnya, hal. 153, no. 420. Aku berkata: ‘Itu jalurnya sama dengan hadits yang sebelumnya, dari Ibnu Abbas, karena kadangkala Ibnu Abbas mengatakannya pada dirinya, kadangkala kepada Abdullah bin Buraidah, dari bapaknya, teksnya adalah: ‘Bahwa rayahnya RasuluLah saw berwarna hitam dan liwanya berwarna putih’. Tarikh ad-Dimasysq: IV/224.

Imam Ibnu Hajar berkata dalam Fath a- Bariy: VI/127, Abi Ya’la dari haditsnya Buraidah. Thabrani mengeluarkannya dalam Mu’jamul Kabir: XII/207, no. 12909. Majmu’ al-Bahrain, Halaman 870.

Imam al-Iraqiy berkata dalam Tharh at-Tatsrib Syarh at-Tarqib: VII/220, ‘Itu diriwayatkan oleh Abu Ya’al al-Mausuliy dalam musnadnya, dan Thabrani dalam Mu’jam al-Kabirnya dari hadits Buraidah’.


Hadits Ke Empat : Dari Jabir ra (haditsnya marfu’) sampai kepada RasuluLlah saw:

“Bendera Nabi saw (liwaa’) pada saat masuk kota Makkah berwarna putih”

Takhrij Hadits, Rayah menurut penuturan Jabir ra ini, dikeluarkan dari : Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya: III/72, no. 2592. Al-Mukhtashar: VII/406, no. 2480. Teks menurut Tirmidzi: IV/195, no. 1679, berkata: ‘Dari Jabir bin Abdullah, ‘Bahwasanya Nabi saw masuk ke kota Makkah pada saat hari penaklukan dengan liwanya berwarna putih’.

Imam Ibnu Hibban dalam Shahihnya (al-Ihsan): XI/47, no. 4743, berkata al-Arnauth: ‘Haditsnya hasan dengan dua orang saksi’.

Imam an-Nasa’i: VI/200, no. 6869 dalam bab Haji, dan no. 106 dalam bab Masuk kota Makkah. Imam al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra-nya: VI/362. Imam al-Baghawiy dalam Syarh as-Sunnah: X/403;. Al-Hakim dalam al-Mustadraknya: IV/115, no. 2505, dikatakannya: ‘Hadits ini shahih dengan syarat muslim meski beliau tidak mengeluarkannya, tetapi dia menyaksikan haditsnya Ibnu Abbas ra’. Imam al-Haitsami dalam Majmu’ az-Zawaaid : V/321, dikatakannya: ‘Diriwayatkan oleh Thabrani dengan tiga orang, terdapat juga dalam Sunan-nya bahwa liwa itu putih.

Lihat juga at-Talkhish al-Hubair-nya Ibnu Hajar:I/98; ‘Umdatul Qaari-nya al-‘Aini: XII/47. Misykah al-Mashabih-nya Tibriziy: II/1140.


Hadits Ke Lima : Dari ‘Aisyah ra, ia berkata:

“Liwaa’nya Nabi saw berwarna putih”

Takhrij Hadits, Rayah menurut penuturan ‘Aisyah ra ini, dikeluarkan dari : Imam al-Baghawiy dalam Syarh as-Sunnah: X/404, no. 2665. Abu Syaikh dalam Akhlaq an-Nabi wa Adabuhupada halaman 154, no. 422, Halaman 156, no. 428. Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannif-nya: VI/533, no. 336111. Imam al-Iraqiy berkata dalam Tharh at-Tatsrib Syarh at-Tarqib: VII/220: ‘Itu diriwayatkan oleh Abu Syaikh bin Hibban dari Haditsnya Aisyah.’

Dari Ibnu ‘Umar ra, beliau berkata:

“Tatkala Rasulullah saw memasangkan benderanya, beliau memasangkan bendera (liwaa’) yang berwarna putih”

Hadits dari Ibnu ‘Umar ra ini dikeluarkan Abu Syaikh dalam kitab Akhlaq an-Nabi wa Adabuhu,halaman 155, no. 423.

Rasyid bin Sa’ad telah menceritakan sebuah riwayat dari RasuluLlah saw:

“Panji (raayah) Nabi saw berwarna hitam, sedangkan liwa’-nya berwarna putih” [As-Sair al-Kabir karya Imam asy-Syaibani: I/71.]

Didalam kitab Al-‘Alamu Nabawiy asy-Syariif wa Tathbiqatihi al-Qadimatu wa al-Ma’ashiratu telah disebutkan pada bagian Bab ke VI dengan judul Tulisan yang Tertera di Dalam Bendera Rasulullah saw Bentuk Tulisannya, Penanya, dan Kainnya.

Di dalam banyak hadits dituturkan keterangan yang bisa menunjukkan kepada kita tentang liwaa’ (bendera besar) Rasulullah saw. 

Terdapat sebuah keterangan yang dituturkan oleh Imam Thabrani dan Abu Syaikh dari Abu Hurairah dan Ibnu ‘Abbas, bahwa bendera Rasulullah saw bertuliskan lafadz ‘La ilaha Illa Al-Allah Mohammad Rasul al-Allah’.

Al-Kitaaniy berkata [dalam Tartib al-Idariyah: I/322.] , ‘Hadits ini juga terdapat dalam musnad Imam Ahmad dan Tirmidzi dari Ibnu ‘Abbas. 

Riwayat senada juga dituturkan olehImam Thabarani dari Buraidah al-Aslami, dan Ibnu ‘Adiy dari Abu Hurairah. 

Hadits-hadits ini tertera dalam catatan pinggir yang terdapat dalam Kitabnya al-Khaza’iy. [as-Shalihi telah meriwayatkan dari Ibnu ‘Adi dan Abu al-Hasan bin Dlahhak, dari Ibnu Abbas ra. 

Begitu pula riwayat Ibnu ‘Adi dari Abu Hurairah ra yang tercantum dalam kitab Sabilul Huda wa ar-Rasyad: VII/371; Yusuf bin Jauzi berkata: ‘Diriwayatkan bahwa liwa beliau berwarna putih dan tertulis Laa ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah’.

Lihat juga Mukhtashar-nya ad-Dimyathi: I/39; ‘uyunul Atsar: II/399; Dikeluarkan juga oleh Thabrani dalam Mu’jam al-Ausath: I/77, no.219; Abu Syaikh dalam Akhlaq an-Nabi wa Adabuhu:hal.155, no.426.

Imam Ibnu Hajar berkata dalam kitabnya al-Fath: VII/477, Dari Ibnu ‘Adi dan dari Abu Hurairah… terdapat tambahan tulisan ‘Laa ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah’.; Dikatakannya juga dalam al-Fath: VI/127, Dan Abu Syaikh haditsnya dari Ibnu Abbas dengan sanad yang sama.

Imam al-‘Aini dalam Umdatul Qari: XII/47, menisbahkannya kepada Ibnu ‘Adi dari haditsnya Ibnu Abbas; al-Khuza’i dalam kitabnya Takhrij Dalalat as-Sam’iyah, hal.336.

Imam al-Iraqi dalam Tharh at-Tatsrib Syarh at-Taqrib: VII/220, berkata, riwayat yang sempurna dari Ibnu ‘Adi dari haditsnya Abu Hurairah terdapat tambahan yang tertulis pada (liwa) Laa ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah, dalam sanadnya terdapat Muhammad bin Abi Humaid (dla’if);  Imam Suyuthi dalam kitabnya Badaa’iu al-Umur fi Waqaa-i’ ad-Duhur mengatakan: ‘Liwanya Nabi saw berwarna putih, dan tertulis Laa ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah’, (lembar ke-286).