Bentuk Tulisan (Khat) Bendera Rasulullah

Bendera panji rasulullah
Bagaimana bentuk khath dan tulisan bendera Rasulullah Saw?

Saat Perang Khaibar,  para sahabat termasuk Umar bin al-Khaththab amat berharap mendapatkan kemuliaan diberi mandat memimpin detasemen dengan diserahi ar-Rayah oleh Rasul saw. Namun, Ali bin Abi Thaliblah yang akhirnya mendapat kemuliaan itu. 

Rasulullah saw. menyerahkan ar-Rayah dalam berbagai peperangan kepada panglima pasukan kaum Muslim.  Dalam Perang Mu’tah, Rasulullah saw. menyerahkan ar-Rayah kepada Zaid bin Haritsah namun syahid, lalu digantikan Ja’far bin Abi Thalib. Ja’far syahid, lalu digantikan oleh Abdullah bin Rawahah yang saat itu syahid pula. 

Akhirnya, panji perang diserahkan pada Khalid Bin Walid sebagai panglima. Selain itu, Usamah bin Zaid diserahi ar-Rayah sebagai panglima pasukan untuk melawan Romawi.

Rayah Rasul saw. merupakan panji tauhid dan menjadi lambang eksistensi kaum Muslim dalam peperangan. Para sahabat pun mempertahankan ar-Rayah dengan taruhan nyawa agar ar-Rayah itu tidak jatuh. 

Dalam Perang Uhud, Mush’ab bin Umair mempertahankan ar-Rayah yang ia pegang hingga kedua lengan beliau putus tertebas oleh musuh, namun beliau masih terus mendekap Rayah itu dengan sisa kedua lengannya hingga akhirnya ia syahid. Rayah itu lalu dipegang oleh Abu ar-Rum bin Harmalah dan ia pertahankan hingga tiba di Madinah.

Adapun bentuk khath yang tertera dalam panji Rasulullah adalah khath yang masyhur di masa Rasulullah saw, yakni khath Makkiy (khath Makkah) dan Madaniy (khath Madinah). Ini didasarkan pada keterangan yang disampaikan oleh an-Nadim.[al-Fahrasat, hal.8]

Sedangkan tulisannya, kemungkinan ditulis dengan tinta berwarna hitam di atas kain putih yang berasal dari serban, atau baju. Kebanyakan, bendera Rasulullah saw terbuat dari serban, sebagaimana kisah tentang diutusnya Ali bin Abi Thalib ke Yaman. 

Kain yang terkenal pada masa sahabat adalah sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Qayyim "Para sahabat Nabi saw, kebanyakan mereka mengenakan kain dari katun. Kadang-kadang mereka juga memakai kain yang terbuat dari kain wool dan bulu". 

Beliau menambahkan, ‘Baju mereka terbuat dari dua bahan ini’. Kadang-kadang, beliau saw mengenakan baju paling sederhana yang terbuat kain wool atau katun. Kadang-kadang beliau saw juga mengenakan baju dari bulu binatang, kain wool dari Yaman, dan mantel berwarna hijau.[Zaadul Ma’ad: I/143.]

Adapun tinta yang digunakan untuk menulis, adalah tinta hitam.

Dr. Mahmud ‘Abbas menyatakan, di masa Rasulullah saw arang hitam sering digunakan untuk tinta. Dr. Mahmud 'Abbas berkata: Nampaknya, orang-orang Arab membuat tinta dari arang hitam atau jelaga, kemudian dicampur dengan getah pohon’.[Tarikh al-Kitabal-Makhthuth, hal.68.]

Imam Ibnu Qayyim menyatakan, sebagaimana diceritakan oleh as-Sakhawiy, ‘Bendera beliau saw berwarna putih, dan beberapa panjinya berwarna hitam’.[Faidlual-Qadar: V/170.]