banner

Tiga Kunci Keburuntungan

Keberuntungan
Yahya bin Mu’adz pernah menyatakan:

طوبى لمن ترك الدنيا قبل أن تتركه وبنى قبره قبل أن يدخله وأرضى ربه قبل أن يلقاه

Sungguh beruntung orang yang meninggalkan dunia sebelum dunia meninggalkannya, membangun kubur sebelum ia memasukinya dan membuat Tuhannya ridha kepadanya sebelum ia berjumpa dengan-Nya

Tiga kunci keberuntungan yang disampaikan oleh Yahya bin Mu’adz yaitu:

Pertama,

Meninggalkan dunia sebelum dunia meninggalkan kita. Maknanya adalah hendaknya manusia menggunakan harta untuk berbagai aktivitas kebaikan sebelum harta meninggalkan dirinya.

Di dalam QS al-‘Adiyat :8, allah swt menggunakan kata al-Khayr   untuk mengungkapkan tentang harta. Hal ini mengisyaratkan bahwa harta benda selayaknya digunakan dalam rangka kebaikan, kalau tidak, sebagaimana yang dikatakan oleh al-Alusi, mungkin saja ada harta yang menjadi keburukan kepada pemiliknya pda hari kiamat kelak.

حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ مُطَرِّفٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقْرَأُ أَلْهَاكُمْ التَّكَاثُرُ قَالَ يَقُولُ ابْنُ آدَمَ مَالِي مَالِي قَالَ وَهَلْ لَكَ يَا ابْنَ آدَمَ مِنْ مَالِكَ إِلَّا مَا أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ أَوْ لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ أَوْ تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ

Kedua,

Membangun kubur sebelum memasukinya yaitu mempersiapkan diri dengan amal-amal baik yang akan membuat manusia merasakan kenyamanan ketika berada di dalam kubur.

Kebanyakan manusia bersemangat dalam membangun rumah tempat tinggalnya di dunia sehingga sampai pada taraf bermegah-megahan sebagaimana firman Allah swt dalam QS al-Takatsur, dan melupakan rumah masa depan yang seharusnya dia bangun dan dia hiasi dengan sebaik-baiknya yaitu kuburan.

Di antara amal yang bisa menghindarkan manusia dari siksa kubur adalah menjaga sholat lima waktu dan banyak membaca surat al-Mulk sebagaimana dalam hadits riwayat al-Tirmidzi

هِيَ الْمَانِعَةُ هِيَ الْمُنْجِيَةُ تُنْجِيهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

Surat al-Mulk adalah penghalang yaitu menyel`amatkan dari siksa kubur

Dalam kitab al-tadzkirah, al-Qurtubi menukil kata-kata Sufyan al-Tsawri:

Barangsiapa yang selalu mengingat kubur, maka dia akan mendapatinya kelak sebagai taman surga dan barangsiapa lalai atau lupa pada kubur, maka dia akan mendapatinya sebagai lubang dari lubang neraka

Ketiga,

Membuat Allah ridha sebelum bertemu dengan-Nya. Membuat Allah ridha adalah dengan menjalankan perintah-Nya baik perintah yang sifatnya wajib maupun yang bersifat sunnah dan menjauhi larangan-Nya baik larangan yang bersifat makruh maupun larangan yang bersifat haram.

Jika manusia bisa menjalankan perintah Allah swt dan menjauhi larangannya, maka ia akan mendapatkan ridha dari Allah swt.  Jiwanya akan termasuk golongan jiwa yang tenang yang ridha kepada Allah swt dan diridhai oleh Allah swt sebagaimana isyarat dalam firman Allah swt QS al-Fajr 27-30