Golongan Yang Sedikit
Golongan Yang Sedikit

Golongan Yang Sedikit

Golongan Yang Sedikit

Suatu kali Umar Bin Khattab R.A mendengar seseorang berdoa

“yaa Allah, jadikanlah aku termasuk golongan yang sedikit (minoritas)”.

Beliau bertanya “ wahai hamba Allah!! Apa yang kamu maksud dengan golongan yang minoritas?”

Orang itu menjawab :’ saya menyimak firman Allah:

"DAN TIDAK BERIMAN BERSAMA NUH ITU KECUALI SEDIKIT" (QS. HUD : 40)

“DAN SEDIKIT SEKALI DARI HAMBA-HAMBAKU YANG BERSYUKUR”(QS. SABA’:13).

Kemudian orang itu menyebut bebrapa ayat lagi. Lalu Umar Bin Khattab berkata “setiap orang memang lebih faqih dari Umar”

Kehidupan dunia itu ibarat sebuah perjalanan panjang, dan kita mampir sejenak untuk beristirahat, dan mecari bekal untuk melanjutkan perjalanan kembali. Jangan sampai terlena, karena dunia hanya tempat mampir sesaat. Jangan terlena dengan banyaknya jumlah. Tapi ikutilah kebenaran, meskipun sedikit jumlah golongannya.

Diantara sekian banyak muslim, hanya sebagian kecil menduduki peringkat mukmin. Dan diantara sekian banyak mukmin, hanya sedikit sekali yang mampu meraih derajat muhsin. Dan begitulah makin tinggi tujuan makin sedikit teman perjalanan. Ia sama sekali tidak terpengaruh atau larut oleh suara kebanyakan.

Bukankah orang yg masuk jannah tanpa hisab lebih sedikit dari penghuni jannah yang lain? Bukankah Imam Fiddin lebih sedikit dari pada jumlah makmum dibelakangnya.


Fudhail bin Iyadh rohimahullah berkata:

اتبع طرق الهدى ولا يضرك قلة السالكين,
واياك وطرق الضلالة ولا تغتر بكثرة الهالكين

“Ikutilah jalan hidayah, dan sedikitnya orang yang menempuhnya tidak akan membahayakanmu. Waspadalah jalan-jalan yang sesat, dan jangan terpedaya (tertipu) dengan banyaknya orang yang binasa tersebut.” (Al I’tishom, As-Sathibi, 1/112)

Terkadang kita berpikir bahwa golongan yang mayoritaslah yang benar. Sehingga, tak jarang yang minoritas, yang disalah salahkan. Padahal Allah menegaskan dalam surat Al Maidah: 48?

"Sekiranya Aku (Allah) menghendaki, niscaya manusia dijadikan satu umat saja, tetapi Allah hendak mengujimu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepada kamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebaikan.