banner

Sa'i Sambil Nyanyi Dan Baca Pancasila Adalah Perbuatan Sia-Sia

sa'i haji
Lagi viral di sosmed, video sekelompok jamaah umroh saat melaksanakan Sa'i. Sambil bernyanyi dan melantunkan lagu kebangsaan pancasila. Lucunya, saat melaksanakan ibadah sa'i sambil berselfie, merekam aktifitas ibadahnya lalu di unggah di youtube.

Memang secara hukum tidak batal, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh ulama-ulama kita, baik oleh Buya Yahya, Ust. Adi Hidayat, Dll. Tapi  harus tahu situasi kondisi dan tempat.

Sa'i merupakan salah satu rukun haji dan umroh. Disebut juga Al-Mas'a, tempat untuk bersa'i, lari-lari kecil antara bukit safa dan marwa. Ayat yang menjelaskan tentang sa'i adalah firman Allah Swt :

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِن شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَن يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

“Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebagian dari syi’ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullaah atau ber’umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i di antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu ke-bajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Mahamen syukuri kebaikan lagi Mahamengetahui.” [Al-Baqarah: 158]

Ayat ini turun berkenaan banyak sahabat yang merasa keberatan untuk melakukan sa'i karena bekas tempat berhala. Lalu turunlah ayat ini sebagai jawaban atas keraguan para sahabat dengan penegasan "Tidak Ada Dosa"

Ashim Bin Sulaiman bertanya kepada anas tentang safa dan marwa. Anas berkata : "menurut kami, ritual diantara keduanya merupakan kebiasaan jahiliyah. Oleh karena itu, ketika islam datang, kami tidak melakukan sa'i diantara keduanya[ HR. Bukhari. Al Quran Al Hidaya, Penerbit Kalim, hlm 25 ]

Saat melaksanakan sa'i, ada sunnah-sunah yang dianjurkan. Seperti memperbanyak dzikir, membaca Al Baqarah 158 di atas, dsb. Maka, saat sa'i antara shofa dan marwa seharusnya memperbanyak doa, zikir. Bukan nyanyi. Apalagi dilakukan saat pelaksanaan ritual ibadah. 

Sa'i sambil bernyanyi adalah perbuatan yang sia-sia, tidak ada manfaatnya. Mengikuti tuntunan Al Qur'an? Tidak ada dalam Al Qur'an perintahnya. Mengikuti sunnah Nabi? Nabi tidak pernah menyuruh. Mengikuti ijmak? Tidak juga. Lalu siapa yang mereka ikuti.  

Entah mereka ingin pamer atau ingin menunjukkan pancasilaisnya, atau memang murni dari kesalahan. Semoga Allah memberikam hidayah pada mereka.

Dengan kejadian ini, tentunya kita dapat mengambil pelajaran, ambil hikmahnya saja. Agar tidak terulang kembali. Kalau kita sedang beribadah kepada Allah Swt, lepaskan semua hal-hal yang tak bermanfaat.

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

“Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” [ HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976 ]

Apalagi saat ibadah kita direkam sendiri, lalu disebarkan ke sosmed. Hati-hati, barangkali Allah akan membukakan aib dari ibadah yang ingin dipamerkan itu. Kalau kita sedang beribadah, tinggalkan dulu tongsis untuk narsis itu, agar pahala amal ibadah kita tidak hangus gara-gara selfie narsis. Tinggalkan dulu nyanyi-nyai lagu kebangsaan, nanti ada tempat dan waktunya kalau kita ingin menunjukkan sifat nasionalismenya.