Saat Kau Didzalimi Orang Lain Berdoalah, Karena Doamu Dikabulkan
Saat Kau Didzalimi Orang Lain Berdoalah, Karena Doamu Dikabulkan

Saat Kau Didzalimi Orang Lain Berdoalah, Karena Doamu Dikabulkan

doa orang yang teraniaya
Jika kau disakiti, jika kau dizalimi, berdoalah sebanyak-banyaklah, berdoalah setinggih-tinggihnya. Ini saat yang paling baim untuk berdoa. Saat yang paling tepat untuk meminta kepada Allah. Insya Allah doamu akan dikabulkan.

“Berhati-hatilah kamu, jangan menganiaya orang lain. Karena doa orang yang teraniaya tidak ada yang bisa menghalanginya di sisi Allah, meskipun dia seorang  kafir.” (HR.Muslim)

Doakanlah Orang Yang Menyakitimu. Jika kau disakiti orang lain, kau berhak membalas atau mendoakan yang buruk untuknya. Tetapi saat kau berpikiran begitu, sebenarnya kau sedang diuji kesabaran dan kebesaran hatimu.

Jika kamu memaafkan orang yang menyakitimu, artinya engkau memiliki jiwa yang besar, tidak dipenuhi dengan rasa dendam. Jika kau memaafkan orang yang menzalimi, kau akan dibukakan pintu doa yang lebih besar dan lebih disenangi oleh Allah Swt.

Berdoalah yang baik-baik untuk kebaikan dirimu. Berdoalah pula untuk orang yang pernah menyakitimu dan menzalimimu. Insya Allah kau akan diberi kebaikan dan pahala yang berlipat ganda.

Saat kau disakiti oleh orang lain, sebenarnya Allah sedang membukakan pintu rahmat dan doa yang sebesar-besarnya buatmu. Manfaatkanlah kesempatan ini! Semua Doamu Akan Dikabulkan.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengingatkan kita akan bahaya doa orang yang teraniya,  agar kita tidak berlaku aniaya kepada orang lain, karena  doa mereka tidak terhijab dan akan dikabulkan oleh Allah Subhaanahu Wata’ala. Sekalipun mereka adalah para pelaku dosa besar, yang dibesarkan dari makanan-makanan haram. Bahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dikatakan, walaupun orang yang teraniaya itu adalah seorang kafir.

Kezaliman telah diharamkan oleh Allah Subhaanahu Wata’ala atas seluruh umat manusia. Apa pun agamanya. Allah Subhaanahu Wata’ala tidak meridhai tindakan zalim kepada orang-orang non muslim, sebagaimana Allah tidak ridha seorang muslim dizalimi.

Allah Azza Wajalla berfirman, artinya, “Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun.” (QS. Yunus: 44).