Nasehat Untuk Muslimah, Berhijablah Sebelum Tiba Ajal
Nasehat Untuk Muslimah, Berhijablah Sebelum Tiba Ajal

Nasehat Untuk Muslimah, Berhijablah Sebelum Tiba Ajal

Muslimah
Berhijablah Sebelum Dihijabi wahai wanita muslimah. Bacalah seuntai goresan pena untukmu muslimah. Persembahkan untaian kata yang mungkin tak akan engkau lupa selamanya.

Ingat-ingat selalu dan pahamilah dengan sebaik-baiknya. Marilah berhijab sebelum menghadapi hisab. Wanita tak berhijab bagai rumah tak berpagar. Hijab adalah lambang ketaatan, ketakwaan dan Islam. Hijab bukti rasa malu dan kesusilaan. Hijab menjaga kewibawaan dan kehormatan. Hijab mahkota terindah untuk kecantikanmu. Bukti terbesar atas kesopanan serta kesempurnaan dirimu.

lindungilah tubuh dari sorot tajam mata-mata keranjang. Bentengi diri dengan perisai kesusilaan untuk melumpuhkan panah-panah tajam. Betapa ruginya wanita yang tak berjilbab. Ia lalai tiada taat kepad-Nya. Ia jual surga dengan harga murah untuk membeli neraka jahim dengan harga mahal.

Apakah diantara wujud iman kepada Allah itu mendahulukan maksiat kepada-Nya ketimbang mantaati-Nya?

Betapa ruginya para wanita ketika mereka rela melepaskan sesuatu yang lebih baik dan mengambil yang tidak berharga. Yakni ketika mereka memilih bertabarruj (menampakkan kecantikan agar lawan jenis tertarik) menggantikan busana jilbab. Sepadankah jika budaya urakan serta buka-bukaan jika dibandingkan dengan budaya malu, kesusilaan dan kehormatan?

Hitung setiap hari, berapa jumlah dosa yang akan dipikul akibat tabarruj ketika beribu-ribu pasang mata laki-laki menatap. Berpikirlah wahai wanita, betapa sering melakukan dosa besar ini dan mempertontonkan aurat. Betapa banyak kehormatan yang telah terampas. Banyak sudah fitnah yang engkau bangkitkan. Berapa banyak mata tajam yang telah menelan dangingmu dan menikmati kecantikanmu? Dan berapa banyak jiwa kotor yang ingin menjalin hubungan denganmu?

Totallah jumlah dosa-dosa ini setiap kali engkau keluar dan pergi sepanjang hayatmu, niscaya engkau mendapatinya sebagai dosa yang sangat berat, membuatmu tertatih-tatih memikulnya. Dan engkau tak kan sanggup membawanya di hari kiamat.

Beginikah cara menikmati masa muda wahai wanita malang, tanpa batas dan aturan-aturan syariat? Sesungguhnya jika ia mau merenungkan barang sebentar hal tersebut, pasti wajahnya merah merona karena malu dan ia akan menutup kecantikan dan perhiasannya dari mata-mata buas yang tak tau malu.

Tidak berarti ketika memakai jilbab engkau hidup introvert, menjauh dari
pergaulan masyarakat. Sama sekali tidak. Bahkan sebaliknya, Islam menghendakimu menjadi pribadi yang supel, mudah akrab dan ramah dengan orang lain, enerjik dengan tetap menjaga rasa malu, rendah hati tapi tidak rendah diri, memiliki harga diri tanpa di bumbui kesombongan.

Pemalu, tidak suka menyakiti, jujur, tidak banyak bicara, banyak berbuat, hati-hati, berbakti lagi suka menyambung silaturahmi, tahu terimakasih lagi penyebar, Siapa melihatmu , siapa berkawan denganmu ia mencintaimu.

Dan, seorang wanita yang murah senyum serta berpandangan luas.
Renungkanlah sendiri betapa berat beban dosa-dosa ini. Dan untuk selanjutnya, ingat kembali misimu dalam kehidupan ini, untuk apa engkau diciptakan? Engkau akan menemukan jawaban yang benar-benar kontras dengan realita yang engkau jalani. Maka segeralah melakukan taubat tulus kepada Allah sebelum perjalanan ke negeri akhirat keburu lepas.

Taukah anda Bahwa Sesungguhnya Bidadari itu Cemburu karena rasa malu itu menjadi penghias akhlaq dan keimanan-mu Mereka cemburu pada kalian para pejuang kehidupan,
Penyampai kebenaran, Pencinta ketakwaan dab Para pencari cinta Al-Haq yang mampu mengisi hidupnya dengan keTAATan dan senantiasa memenuhinya dengan agenda yang mendekatkan kalian pada-Nya.

Baca juga: