Beasiswa

Memahami Tahdzir Mentahdzir

tahdzir
Tahdzir mentahdzir pada masa sekarang ini seperti perang saudara. Sebagian orang sibuk menyerang saudaranya meskipun sesama saudara muslim. Sekelompok ustadz sibuk mentahdzir ustadz lainnya. 

Anehnya, sebagian tahdziran yang disampaikan, bukan berdasar atas kesalahan orang yang di tahdzir, melainkan karena perbedaan pendapat (khilafiyah). 

Karena ulah kelompok pakar tahdzir inilah, sehingga masyarakat awam yang belum tahu tentang tahdzir termakan isu yang beredar di media. Akibatnya, timbul saling cela mencela antar sesama.

Ini salah, tahdzir. Ini keliru, tahdzir. Ini tidak sesuai dengan Al Quran dan Assunnah, tahdzir. Ini bid'ah, tahdzir. Ini menyalahi sunnah, tahdzir. Ini tidak ada dalam kitab, tahdzir. Ini begini begitu, tahdzir. Seharusnya, mereka para pendekar tahdzir, tabayyun terlebih dahulu sebelum mentahdzir. Adakah mereka yang suka mentahdzir klarifikasi atau tabayyun sebelumnya kepada Muhaddzaron minhu? Tidak ada.

Intinya, kita sebagai manusia yang diberi akal fikiran dan hati. Jangan terlalu terburu-buru mengambil kesimpulan, membuat keputusan dan tindakan kalau persoalannya belum jelas.

Apa itu tahdzir?

Pengertian Tahdzir adalah memperingati seseorang atau kelompok dari kesalahan dan membantah kesalahan tersebut untuk menasehati dan mencegah agar tidak terjerumus ke dalam kesalahan yang telah dilakukan.

Kata Tahdzir berasal dari kata Hadzara yang  berarti menakuti-nakuti dengan sesuatu yang menakutkan. [1]

Kalau kita belajar tata bahasa arab,  kita akan menemukan istilah tahdzir yang diartikan memperingati mukhatab, memberi peringatan kepada lawan bicara dari perkara yang tidak disenangi supaya dijauhi (Muhadzdzaran minhu)

Kata peringatan dalam Al Quran sering digunakan dalam 2 bentuk Indzar dan Tahdzir.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَآءٌ عَلَيْهِمْ ءَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
"Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 6)

Allah SWT berfirman:

وَيُنْذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا
"Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, Allah mengambil seorang anak." (QS. Al-Kahf 18: Ayat 4)

Allah SWT berfirman:

فَإِنْ أَعْرَضُوا فَقُلْ أَنْذَرْتُكُمْ صٰعِقَةً مِّثْلَ صٰعِقَةِ عَادٍ وَثَمُودَ
"Jika mereka berpaling maka katakanlah, Aku telah memperingatkan kamu akan (bencana) petir seperti petir yang menimpa kaum 'Ad dan kaum Samud." (QS. Fussilat 41: Ayat 13)


 ۗ  وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُۥ  ۗ  وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ
"Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya, dan hanya kepada Allah tempat kembali." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 28)

Allah SWT berfirman:

 ۗ  وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُۥ  ۗ  وَاللَّهُ رَءُوفٌۢ بِالْعِبَادِ
"Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya. Allah Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 30)

Allah SWT berfirman:

وَلَقَدْ أَنْذَرَهُمْ بَطْشَتَنَا فَتَمَارَوْا بِالنُّذُرِ
"Dan sungguh, dia (Lut) telah memperingatkan mereka akan hukuman Kami, tetapi mereka mendustakan peringatan-Ku."
(QS. Al-Qamar 54: Ayat 36)

Allah SWT berfirman:

يَعِظُكُمُ اللَّهُ أَنْ تَعُودُوا لِمِثْلِهِۦٓ أَبَدًا إِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِينَ
"Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali mengulangi seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang beriman,"(QS. An-Nur 24: Ayat 17)

Allah SWT berfirman:

قُلْ إِنَّمَآ أَعِظُكُمْ بِوٰحِدَةٍ  ۖ  أَنْ تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنٰى وَفُرٰدٰى ثُمَّ تَتَفَكَّرُوا  ۚ  مَا بِصَاحِبِكُمْ مِّنْ جِنَّةٍ  ۚ  إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ لَّكُمْ بَيْنَ يَدَىْ عَذَابٍ شَدِيدٍ
"Katakanlah, Aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal" (QS. Saba' 34: Ayat 46)

Pemahamannya, tahdzir sama dengan amar ma’ruf nahi munkar, dan ulama sepakat bahwa tahdzir merupakan salah satu bentuk amar ma’ruf nahi munkar.

Firman Allahta’ala,

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung”. (QS. Ali-Imran: 104)

Tahdzir maupun Indzar kalau diteliti lebih jauh, Allah Swt sering menggunakannya di dalam Al Quran dalam beberapa hal, seperti Peringatan akan Hari Kiamat, peringatan azab dunia maupun azab akhirat, ancaman Allah Swt  terhadap yang melanggar aturan-Nya. 

Peringatan Allah tersebut, pada hakikatnya mengingatkan manusia akan dosa yang dilakukannya agar di Hari Kiamat mereka tidak menghadapi kemurkaan Allah Swt. [2]

Tahdziran yang disampaikan oleh Allah Swt dalam Al Quran sudah jelas ditujukan kepada orang-orang kafir, kepada orang-orang dzalim, kepada orang-orang yang berbuat mungkar dengan berbagai ancaman maupun peringatannya. 

Fenomena tahdzir sekarang, justru terbalik. Yang di tahdzir bukan orang-orang yang berbuat kemaksiatan. Justru orang yang mengajarkan ilmu yang di tahdzir habis-habisan karena tidak sesuai dengan pehamannya.

_________
[1] Raghib al-Isfahani, Mufradaat alfazh Quran, Beirut, ad-Dar as-Syamiah, 1423, cet 3, hal 223.
[2] Abu Jakfar Muhammad bin Hasan at-Thusi, at-Tibyan fi Tafsir al-Quran, Tashih: Ahmad Habib Qashir Amili, Beirut, Dar Ihya at-Turats al-Arabi, 1415, jilid 2, hal 435