Di Museum Kraton Sumenep
Di Museum Kraton Sumenep

Di Museum Kraton Sumenep

pendopo agung sumenep
 Sekilas Museum Kraton Sumenep

Dulunya, Keraton Sumenep merupakan tempat kediaman resmi para Raja-Raja Sumenep. Di Museum inilah terdapat banyak peninggalan sejarah pemerintahan kerajaan Sumenep yang sampai saat ini masih tersimpan rapi. Kerajaan Sumenep adalah kerajaan kecil setingkat Kadipaten. Seperti pada sekarang ini yang disebut dengan pemerintah daerah. Pada mualanya, Sumenep sendiri masih harus membayar upeti kepada kerajaan-kerajaan besar seperti Singhasari, Majapahit, dan Kasultanan Mataram. Keraton Sumenep difungsikan sebagai tempat mengatur sistem pemerintahan kerajaan.

Selain museum, terdapat pula Pendapa Agung yang berada di sebelah selatannya. Tepat berada di sebelah labeng mesum sumenep. Sebagai warga Sumenep dan yang pernah berkunjung ke tempat ini, tentu tidak asing dengan yang namanya labeng mesem, sebuah pintu gerbang yang sangat monumental dan unik. Karena dulu orang mengira labeng mesem adalah labang (pintu) yang bisa tertawa dan tersenyum. Di atas labeng mesem terdapat sebuah loteng.

Antara keraton dengan pendopo letaknya terpisah. Namun, pada masa pemerintahan Sultan Abdurrahman Pakunataningrat, kedua bangunan tersebut dijadikan satu deret. Di Pendopo agung, disana terdapat taman sare yang dulu sebagai tempat pemandian para bidadari-bidari alias putri-putri kerajaan. Sekarang, pemandian tersebut ( taman sare) di isi dengan ikan-ikan hiasa. Di sebelah selatan Taman Sare berdiri Pendapa atau Paseban

Biaya Karcis Masuk
Berapa biaya bagi wisatawan untuk bisa masuk ke Museum keraton Sumenep? Hanya sebesar 2000 rupiah. Walaupun sudah sering ke pendopo agung saat ada acara-acara, saya pura-pura bertanya kepada penjaga. Walaupun kalau ingin gratis, hanya tinggal masuk. Sebab ada beberapa teman dekat yang kerja disana. Dan ini dilakukan agar mendapat keterangan lebih dari pemandu wisatawan tentang seluk-beluk museum keraton sumenep.

labang mesem sumenep

labang mesem sumenep
Labang Mesem
Labeng mesem,  memiliki sejarah dengan keraton Sumenep. Kalau diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia menjadi Pintu tersenyum. Sejarah penamaan labeng mesem, konon nama ini merupakan simbol atas sikap ramah  yang penuh dengan senyum dari para raja dan seluruh orang keraton ketika menerima tamu. Sebenarnya banyak versi yang menyebutkan sejarah asal-usul penamaan pintu masuk atau gerbang utama keraton yang dibangun oleh Panembahan Sumolo ini. Tapi orang-orang Sumenep kebanyakan lebih cendrung kepada sejarah yang mengatakan bahwa penamaan labang mesem ini berkaitan dengan penajaga pintu yang selalu tersenyum.

taman sare

taman sare sumenep
Taman Sare
Mitos Taman Sare, katanya kalau  mandi disini akan awet muda, tak heran kalau banyak pengunjung yang mencuci muka agar awet muda. Entah setelah cuci muka, apakah benar-benar awet muda atau tidak. Kalau dulu sebagai tempat pemandian para putri raja, sekarang jadi kolam ikan yang mengikat para pengunjung.


Banyak Benda-benda bersejarah yang ada di Museum Keraton Sumenep, hanya beberapa saja yang saya tulis di sini. Di antaranya :

quran besar raksasa

Al Quran Raksasa
Al-Quran besar tersebut saat ini masih tersimpan dengan rapi di Museum Keraton Sumenep. Terbuat dari kertas Panoraga dan sampulnya terbuat dari Kulit Kerbau, di dalam museum, Al-Quran ini menjadi koleksi berharga. Konon ditulis tangan oleh Sultan Abdurahman, yang memerintah Keraton Sumenep sejak 1812-1854 M. Sang Raja yang menguasai 10 bahasa ini mampu menyelesaikan penulisan Al-Quran ini dalam waktu satu hari satu malam. 

Ukuran Al-Quran memiliki berat mencapai 500 kg, dan dalam keadaan dibuka, memiliki ukuran 4x3 meter. Lebar 3 meter.

kereta kencana
kereta kencana

kereta kuda kencana kerajaan Sumenep
Kereta Kencana, merupakan hadiah dari Ratu Kerajaan Inggris pada saat Pemerintahan Sultan Abdurrahman berkuasa tahun 1811-1854 masih terawat dengan sempurna. Kereta Kencana yang juga terdapat sebuah  Lambang  Kadipaten Sumenep tahun 1811 – tahun 1965

pohon laki laki

pohon perempuan
Pohon Berjenis Kelamin
Pohon berjenis kelamin ini adalah pohon yang  menyerupai laki-laki dan perempuan. Namun letak pohon ini berpisah sekitar kurang lebih 150 meter. Pohon laki-lakinya berada di ujung timur pendopo, pohon perempuannya berada di barat. Pohon ini dulunya di percayai sebagai pohon yang makbul, maksudnya ketika seora pasangan kaum adam dan hawa sedang mandul. Maka pergi ke pohon ini sambil memegang alatnya yang terdapat di pohon ini, lalu berdoa kepada tuhan.

Berikut foto gambar hasil dokementasi saat berkunjung ke Museum Kraton Sumenep

lampu keraton

kursi kerajaan

sangkar

jambangan

musik tradisional