banner

Makalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK)



Penelitian Tindakan Kelas
Makalah Penelitian Tindakan Kelas

PENGANTAR
Puji syukur alhamdulillah hanya  milik  Allah SWT yang telah memberikan kenikamatan kepada kita semua yaitu nikamat islam dan iman.  Shalawat  dan  salam  selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW.  Berkat  limpahan  dan rahmat-Nya penyusun  mampu  menyelesaikan  tugas  makalah ini guna memenuhi tugas  mata kuliah Agama Islam.

Makalah tentang Makalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK)  yang  kami sajikan berdasarkan berbagai sumber informasi, referensi. Penyusunan makalah PTK ini semaksimal mungkin kami upayakan dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar dalam penyusunannya. Untuk itu tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam merampungkan makalah ini.

Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah PTK ini masih terdapat kekurangan baik dari segi penyusunan bahasa dan aspek lainnya. Oleh karena itu, dengan lapang dada kami membuka selebar-lebarnya pintu bagi para pembaca yang ingin memberi saran maupun kritik demi memperbaiki makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca sekalian dan dapat jadi bahan rujukan untuk semua kalangan.

DAFTAR ISI
Halaman Judul....................................................................................................
Kata Pengantar...................................................................................................
Daftar Isi.............................................................................................................
BAB I          PENDAHULUAN.........................................................................
                    Latar Belakang................................................................................
                    Rumusan Masalah..........................................................................
                    Tujuan.............................................................................................
BAB II        PEMBAHASAN.............................................................................
                    Pengertian PTK...............................................................................
                    Prinsip Prinsip Penelitian tindakan kelas........................................
                    Fungsi PTK.....................................................................................
                    Karakteristik PTK...........................................................................
 BAB III       PENUTUP..................................................................................... 
                    Kesimpulan......................................................................................
                    Saran...............................................................................................
Daftar Pustaka....................................................................................................



BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Penelitian Tindakan Kelas  atau PTK merupakan salah satu bagian terpentig dalam strategi pembelajaran. Seorang guru, sebagai pekerja professional guru harus memiliki sejumlah kompetensi khususnya dalam pengelolaan pembelajaran. Seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 14 tahun 2006 tentang guru dan dosen menjelaskan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utaman mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan  mengevaluasi peserta didik pada usia dini jalur pendidikan formal, tingkat dasar dan menegah.

Seorang guru dikatakan profesional dalam bidang tertentu manakala memiliki sejumlah kompetensi sesuai dengan keahlian hasil dari proses pendidikan. Yang mana dijelaskan pada Undang – Undang Nomor 14 Tahun 2006 Pasal 10 bahwa kompetensi guru mencakup kompetensi pedagogis, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Dan sebagai pekerja profesional guru haruslah mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dengan cara melakukan Penelitian Tindakan Kelas.

Rumusan Masalah
1.Apa pengertian PTK
2.Apa saja prinsip-prinsip PTK
3. Apa fungsi dari PTK
4. Bagaiman karakteristik PTK

Tujuan Makalah
Tujuan penulisan makalah Penelitian Tindakan Kelas ini adalah untuk mengetahui leih mendalam mengenai PTK, dan juga supaya menjadi bahan referensi kalangan pembaca


BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian PTK/Penelitian tindakan kelas

PTK adalah terjemahan  dari bahasa Inggris “classroom action research”,Menurut Kemmis (1988) Penelitian Tindakan adalah suatu bentuk penelitian flektif dan kolektif yang dilakukan oleh peneliti dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran praktik sosial mereka. McNiff (1999: 1) dalam bukunya yang berjudul Action Research  Principles and Practice memandang PTK sebagai  bentuk penelitian reflektif yang dilakukan oleh guru sendiri yang hasilnya  dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk pengembangan kurikulum, pengembangan sekolah, pengembangan keahlian mengajar, dan sebagai  salah  satu bentuk  evaluasi  diri  guru.

Menurut Elliot (1982) Mengatakan, “The Fundamental aim of action research is to improve practice rather than to produce knowledge.

Secara etimologi PTK, Penelitian adalah suatu proses pemecahan masalahyang dilakukan secara sistematimatis, empiris dan terkontrol. Tindakan adalah perlakukan tertentu yang dilakukan oleh peneliti yaitu Guru. Kelas adalah tempat proses pembelajaran berlangsung. Dari penjelasan di atas dapat diartikan sebagai proses pengkajian masalah pembelajarandi dalam kelas melalui refleksi diri dalam upaya untuk memecahkan masalah tersebut dengan cara melakukan berbagai tindakan yang terencana dalam situasi nyata serta serta menganalisis setiap pengaruh dari perlakuan tersebut

Penelitian Tindakan Kelas memiliki 3 tujuan yaitu peningkatan praktik, pegembangan profesional dan peningkatan situasi tempat praktik berlangsung. Dapat di jelaskan sebagai berikut :

Peningkatan praktik, yaitu untuk menemukan atau meggeneralisasikan sesuatu terlepas dari kebutuhan dan tuntutan masyarakat pada umumnya.
Pengembangan profesional, yaitu sebagai sarana yang dapat mengembangkan sikap profesional guru. Melalui PTK guru akan selalu berupa meningkatkan kemampuanya dalam pengelolaan proses pembelajaran.
Peningkatan situasi tempat praktik berlangsung, yaitu untu menyelesaikan masalah praktis yang dihadapi dalam proses pembelajaran.


B. Prinsip-prinsip PTK

Menurut Hopkins ada enam prinsip dalam penelitian tindakan kelas (PTK), yaitu:

a. PTK tidak mengganggu kegiatan guru mengajar di kelas. Pekerjaan utama seorang guru adalah mengajar, sehingga dalam melakukan penelitian tindakan kelas seyogyanya tidak berpengaruh pada komitmennya sebagai pengajar. Ada tiga kunci utama yang harus diperhatikan, pertama guru harus menggunakan berbagai pertimbangan serta tanggung jawab profesionalnya dalam menemukan jalan keluar jika pada awal penelitian didapatkan hasil yang kurang maksimal. Kedua interaksi siklus yang terjadi harus mempertimbangkan keterlaksanaan kurikulum secara keseluruhan. Ketiga, acuan pelaksanaan tiap siklus harus berdasarkan pada tahap perancangan bukan pada kejenuhan informasi.

b. Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan dari guru sehingga tidak mengganggu proses pembelajaran. Dengan kata lain, sejauh mungkin harus menggunakan prosedur pengumpulan data yang dapat ditangani sendiri oleh guru sementara ia tetap aktif berfungsi sebagai guru yang bertugas secara penuh.

c. Metode yang digunakan harus bersifat andal (reliabel), sehingga guru dapat mengidentifikasikan serta merumuskan hipotesis dengan penuh keyakinan. Pada dasarnya, penelitian ini memperbolehkan “kelonggaran-kelonggaran” namun penerapan asas-asas dasar telaah taat kaidah tetap harus diperhatikan.

d. Peneliti adalah guru dan untuk kepentingan guru yang bersangkutan. Jadi masalah penelitian diusahakan berupa masalah yang merisaukan dan bertitik tolak dari tanggung jawab profesionalnya, hal ini bertujuan agar guru tersebut memiliki komitmen terhadap pengembangan profesinya.

e. Konsisten dengan prosedur dan etika. Dalam penyelenggaraan penelitian tindakan kelas, guru harus bersikap konsisten menaruh kepedulian tinggi terhadap prosedur etika yang berkaitan dengan pekerjaannya. Prakarsa penelitian harus diketahui oleh pimpinan lembaga, disosialisasikan kepada rekan-rekan serta dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah.

f. Menggunakan wawasan yang lebih luas daripada perspektif kelas. Meskipun kelas merupakan cakupan tanggung jawab seorang guru, namun dalam pelaksanaan penelitian sejauh mungkin harus menggunakan wawasan yang lebih luas dari tindakan perspektif, tidak dilihat terbatas dalam konteks kelas atau pelajaran tertentu, melainkan perspektif misi sekolah secara keseluruhan.

Menurut Hopkins (Wartono,2004), terdapat enam prinsip yang mendasari penelitian tindakan kelas, yaitu:

·         Tugas utama guru adalah mengajar, dan apapun model PTK yang diterapkannya sebaiknya tidak mengganggu komitmennya sebagai pengajar.
·         Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan dari guru, sehingga berpeluang mengganggu proses pembelajaran.
·         Metodologi yang digunakan harus cukup reliabel, sehingga memungkinkan guru mengidentifikasikan serta merumuskan hipotesis secara cukup meyakinkan, mengembangkan strategi yang dapat ditetapkan pada situasi kelasnya, serta memperoleh data yang dapat digunakan untuk menjawab hipotesis yang digunakannya.
·         Masalah penilitian yang diambil oleh guru hendaknya masalah yang cukup merisaukannya dan bertolak dari tanggungjawab profesionalnya, guru sendiri mmemiliki komitmen terhadap pemecahannya.
·         Dalam penyelenggaraan PTK, guru haruslah bersikap konsisten menaruh kepedulian tinggi terhadap prosedur etika yang berkaitan dengan pekerjaannya.
·         meskipun kelas merupakan cakupan tanggungjawab seorang guru, namun dalam pelaksanaan PTK sejauh mungkin harus digunakan Classroom Exceeding Perspective, dalam arti permasalahan tidak dilihat terbatas dalam perspektif mii sekolah secara keseluruhan (skala makro)


C. Fungsi PTK

Fungsi penelitian tindakan kelas secara khusus, yaitu:
·         Mendiagnosis masalah-masalah pembelajaran yang timbul di kelas
·         Memecahkan masalah-masalah khusus pembelajaran yang dihadapi oleh guru dan siswa di kelas
·         Meningkatkan dan atau memperbaiki kenyataan, keadaan dan situasi di lapangan, yang dalam hal ini lapangan pembelajaran
·         Mencobakan atau menguji-cobakan hal-hal baru dalam pembelajaran atau hasil-hasil inovasi pembelajaran
·         Memantapkan pengelolaan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru supaya praktik pembelajaran berkualitas
·         Mengembangkan kecakapan-kecakapan baru para guru yang cocok dan dapat dipakai untuk mengatasi masalah pembelajaran yang diaplikasikan secara langsung dalam ajang kelas
·         Memperkuat tanggung jawab guru terhadap perencanaan dan pelaksanaan kurikulum


D. Karakteristik PTK

Menurut Richard Winter ada enam karakteristik penelitian tindakan kelas (PTK), yaitu

1. Kritik Refleksi
Salah satu langkah penelitian kualitatif pada umumnya, penelitian tindakan kelas ialah adanya upaya refleksi terhadap hasil observasi mengenai latar dan kegiatan suatu aksi. Hanya saja, didalam (PTK) yang dimaksud dengan refleksi ialah suatu upaya evaluasi atau penelitian, dan refleksi ini perlu adanya kritik sehingga dimungkinkan pada taraf evaluasi terhadap perubahan-perubahan.
Adapun menurut Schmuck (1997), yang dimaksud refleksi disini adalah refleksi dalam pengertian melakukan introspeksi diri, seperti guru mengingat kembali apa saja tindakan yang telah dilakukan di dalam kelas, apa dampak dari tindakan tersebut, mengapa dampaknya menjadi demikian dan sebagainya.

2. Kritik Dialektis
Dengan adanya kritik dialektif diharapkan penelitian bersedia melakukan kritik terhadap fenomena yang ditelitinya. Selanjutnya peneliti akan bersedia melakukan pemerisaan terhadap :

a)Kontek hubungan secara menyeluruh yang merupakan suatu unit walaupun dapat dipisahkan secara jelas.
b)Struktur kontradiksi internal, maksudnya dibalik unut yang kelas yang memungkinkan adanya kecenderungan mengalami perubahan meskipun sesuatu yang berada di balik unit tersebut bersifat stabil.

3. Kritik Kolaboratif
Dalam penelitian tindakan kelas (PTK) diperlukan hadirnya suatu kerjasama dengan pihak-pihak lain seperti atasan, sejawat atau kolega, mahasiswa, dan sebagainya.

4. Kritik Resiko
Dengan adanya ciri resiko diharapkan dan dituntut agar peneliti berani mengambil resiko, terutama pada waktu proses penelitian berlangsung. Resiko yang mungkin ada diantaranya:
a)      Adanya tuntutan untuk melakukan suatu transformasi.
b)      Melesetnya hipotesis.

5.    Kritik Susunan Jamak
Pada umumnya, penelitian kuantitatif atau tradisional berstruktur tunggal karena ditentukan oleh suara tunggal, penelitiannya. Akan tetapi, PTK memiliki struktur jamak karena jelas penelitian ini bersifat dialektis, reflektif, partisipasitif dan kolaboratif.

6.    Kritik Internalisasi teori dan praktek

Di dalam penelitian tindakan kelas (PTK), keberadaan antara teori dan praktik bukan merupakan dua dunia yang berlainan. Akan tetapi keduanya merupakan dua tahap yang berbeda, yang saling bergantung dan keduanya berfungsi untuk mendukung transformasi.

Berdasarkan uraian diatas, jelaslah bahwa bentuk penelitian tindakan (PTK) benar-benar berbeda dengan bentuk penelitian yang lain, baik itu penelitian yang menggunakan paradigm kuantitatif maupun kualitatif. Oleh karenanya, keberadaan bentuk penelitian tindakan kelas (PTK) tidak perlu lagi diragukan, terutama sebagai upaya memperkaya khazanah kegiatan penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan taraf keilmiannya.


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Penelitian Tindakan Kelas  atau PTK merupakan salah satu bagian terpentig dalam strategi pembelajaran

Penelitian Tindakan adalah suatu bentuk penelitian flektif dan kolektif yang dilakukan oleh peneliti dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran praktik sosial mereka

Di dalam penelitian tindakan kelas (PTK), keberadaan antara teori dan praktik bukan merupakan dua dunia yang berlainan. Akan tetapi keduanya merupakan dua tahap yang berbeda, yang saling bergantung dan keduanya berfungsi untuk mendukung transformasi


DAFTAR PUSTAKA
Aqib, Zainal M. (1990).Classroom Teaching Skill. Canada: D.C. Heath and Company.

Wardhani,IDkk. (2007). Penelitian Tindakan Kelas. Jkarta : Universitas Terbuka.

Sanjaya, Wina.(2008) Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup

Hamzah, dkk. 2011. Menjadi peneliti PTK yang professional. Jakarta: Bumi aksara.

Kunandar. 2008. Langkah Mudah PTK sebagai Pengembangan Profesi Guru  Jakarta: PT. Rajagrafindo. Persada