Jamak Muannats Salim Dan Contohnya Dalam Al Qur'an
Jamak Muannats Salim Dan Contohnya Dalam Al Qur'an

Jamak Muannats Salim Dan Contohnya Dalam Al Qur'an

jamak muannats salim
Pengertian Jamak Muannats Salim

اِسْمٌ يَدُلُّ عَلى كَثْرَةٍ بِزِيَدَةِ اَلِفٍ وَ تَاءٍ فِى اَخِرِهِ

Kalimat isim yang menunjukan makna banyak dengan cara menambah alif dan ta di akhir mufradnya.

Maksud makna banyak disini adalah kalimat yang menunjukkan makna perempuan (muannats), kebalikan dari jamak mudzakkar salim.

Membuat Jamak Muannats Salim

Cara membentuk jama' muannats salim adalah jika bentuk mufradnya tidak terdapat ta tanits maka langsung ditambahkan alif dan ta di akhirnya. Adapun jika terdapat ta taints, maka ta taints dibuang sebelum ditambahkan alif dan ta. 

Contoh:

هِنْدٌ = هِنْدَاتٌ             مَرْيَمُ = مَرْيَمَاتٌ          فَاطِمَةُ = فَاطِمَاتٌ                  صَالِحَةٌ = صَالِحَاتٌ

kalimat isim yang mufrad dapat dijadikan jama' muannats salim jika kalimat mufrad tersebut merupakan:

Nama perempuan. Contoh:

مَرْيَمُ = مَرْيَمَاتٌ          مَيْسَرَةُ = مَيْسَرَاتٌ

Isim yang huruf akhirnya berupa ta tanits. Contoh:

شَجَرَةٌ = شَجَرَاتٌ                  ثَمْرَةٌ = ثَمْرَاتٌ

Sifat bagi perumpuan dan dimasuki ta tanits di akhirnya. Contoh 

مُؤْمِنَةٌ = مُؤْمِنَاتٌ                 مُدَرِّسَةٌ = مُدَرِّسَاتٌ

Sighat mashdar yang hurufnya lebih dari tiga. Contoh :

إِكْرَامٌ = إِكْرَمَاتٌ          تَفْرِيْحٌ = تَفْرِيْحَاتٌ

Isim yang diakhiri oleh alif ta'nits maqsurah. Contoh :

ذِكْرَى = ذِكْرَيَاتٌ                   حُبْلَى = حُبْلَيَاتٌ

Isim yang diakhiri oleh alif ta'nits mamdudah. Contoh :

صَخْرَاءُ = صَخْرَوَاتٌ    عَذْرَاءُ = عَذْرَوَاتٌ

I'rabnya Jamak Muannats Salim

Hukum I'rab jama muannats salim adalah 
- ketika rafa' tandanya dengan dhommah 
- ketika nashab dan khafadl tandanya dengan kasrah. Contoh:

كَانَتْ المُؤْمِنَاتُ صَالِحَاتٍ 

رَغِبَ الرَّجُلُ فِى الطَّالِبَاتِ القَانِتَاتِ



Contoh Jamak Muannats Salim dalam Al Qur'an (dilengkapi dengan artinya) :


لَّوْلَآ إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنٰتُ بِأَنْفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا هٰذَآ إِفْكٌ مُّبِينٌ
"Mengapa orang-orang mukmin dan mukminat tidak berbaik sangka terhadap diri mereka sendiri, ketika kamu mendengar berita bohong itu dan berkata, Ini adalah (suatu berita) bohong yang nyata." (Surat An-Nur 24: Ayat 12)


أَمِ اتَّخَذَ مِمَّا يَخْلُقُ بَنَاتٍ وَأَصْفٰىكُمْ بِالْبَنِينَ
"Pantaskah Dia mengambil anak perempuan dari yang diciptakan-Nya dan memberikan anak laki-laki kepadamu?" (QS. Az-Zukhruf 43: Ayat 16)


لِّيُدْخِلَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنٰتِ جَنّٰتٍ تَجْرِى مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهٰرُ خٰلِدِينَ فِيهَا وَيُكَفِّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ  ۚ  وَكَانَ ذٰلِكَ عِنْدَ اللَّهِ فَوْزًا عَظِيمًا
"agar Dia masukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dan Dia akan menghapus kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu menurut Allah suatu keuntungan yang besar," (QS. Al-Fath 48: Ayat 5)


أَمْ لَهُ الْبَنٰتُ وَلَكُمُ الْبَنُونَ
"Ataukah (pantas) untuk Dia anak-anak perempuan sedangkan untuk kamu anak-anak laki-laki?" (QS. At-Tur 52: Ayat 39)


فَاسْتَفْتِهِمْ أَلِرَبِّكَ الْبَنَاتُ وَلَهُمُ الْبَنُونَ
"Maka tanyakanlah (Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah), Apakah anak-anak perempuan itu untuk Tuhanmu sedangkan untuk mereka anak-anak laki-laki?" (QS. As-Saffat 37: Ayat 149)


وَلِلْمُطَلَّقٰتِ مَتٰعٌۢ بِالْمَعْرُوفِ  ۖ  حَقًّا عَلَى الْمُتَّقِينَ
"Dan bagi perempuan-perempuan yang diceraikan hendaklah diberi mut'ah menurut cara yang patut sebagai suatu kewajiban bagi orang yang bertakwa." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 241)