Hukum Dan Keutamaan Belajar Ilmu Tajwid
Hukum Dan Keutamaan Belajar Ilmu Tajwid

Hukum Dan Keutamaan Belajar Ilmu Tajwid

hukum belajar tajwid
Apa hukumnya Belajar Ilmu Tajwid?

Tajwid menurut bahasa artinya adalah bagus, membaguskan. Menurut istilah, Tajwid adalah Mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya dengan memberi hak dan mustahaknya.

Hukum Memepelajari Ilmu Tajwid

Hukum mempelajari ilmu tajwid adalah Fardlu kifayah, mempelajari ilmu tajwid secara tidak diharuskan bagi setiap orang, tetapi cukup diwakili oleh beberapa orang saja. Namun, jika dalam suatu kaum tidak ada seorang pun yang mempelajari ilmu tajwid, maka berdosalah kaum itu.

Akan tetapi yang perlu kita ketahui dan pahami adalah hukum membaca Alquran sesuai dengan kaidah ilmu tajwid adalah fardhu 'ain. Merupakan kewajiban setiap muslim membaca Al Quran sesuai dengan tuntunan tajwid. Seperti panjang pendeknya suatu harokat, karena berubah saja harokatnya berubah juga artinya

Bisa terjadi seorang yang membaca Al qur'an, bacaannya bagus dan benar, namun sama sekali ia tidak mengetahui istilah-istilah ilmu Tajwid semisal izh-har, mad dan lain sebagainya. Baginya hal itu sudah cukup bila kaum muslimin yang lain telah banyak yang mempelajari teori ilmu Tajwid, karena hukum mempelajari tajwid hanya fardhu kifayah. 

Dalil kewajiban membaca Alquran dengan tajwid adalah Firman Allah

"Dan bacalah Alquran dengan tartil” (QS. 73:4)

Ali bin Abi Tholib menjelaskan arti tartil dalam ayat ini, yaitu mentajwidkan huruf-hurufnya dan mengetahui tempat-tempat waqof.

Tidak ada perbedaan pendapat bahwa mempelajari ilmu tajwid hukumnya fardlu kifayah, sementara mengamalkannya (ketika membaca alqur'an) hukumnya fardlu 'ain bagi setiap muslim dan muslimah yang telah mukallaf.

Ibnu Jazariy dalam syairnya mengatakan:

"Membaca Al Qur'an dengan tajwid hukumnya wajib. siapa saja yang membaca al Qur'an tanpa memakai ilmu tajwid, hukumnya dosa. karena sesungguhnya Allah menurunkan Al Qur'an berikut tajwidnya. Demikianlah yang sampai kepada kita dari Nya."

Keutamaan Fadilah belajar Ilmu Tajwid

Ilmu Tajwid adalah ilmu yang mulia. Hal ini karena keterkaitannya secara langsung dengan Alquran. 

Ibn Khaldun menyatakan bahwa pengajaran al-Qur`an kepada anak-anak merupakan simbol Islam. Orang Islam masih melakukan pengajaran semacam itu di berbagai kota untuk menanamkan keyakinan yang kuat kepada Islam dan rukun iman yang bersumber dari ayat al-Qur`an dan hadis Nabi.[ Ulumul Qur`an Zaman Kita, terj. R. Cecep Lukman Yasin Jakarta: Zaman, 2013, hlm. 182]

Tajwid adalah ilmu yang mulia, karena seorang muslim dituntut untuk membaca Al-Quran pada tiap harinya, minimal (dalam) shalat sehari semalam. Demikan pula orang yang ahli dalam ilmu ini akan masuk surga bersama para malaikat yang mulia, sebagaimana sabda Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

اَلْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَ الَّذِيْ يَقْرَؤُهُ وَ يَتَتَعْتَعُ فِيْهِ وَ هُوِ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

“Seorang yang pandai dalam Al-Quran akan bersama dengan para malaikat yang mulia lagi taat, dan seorang yang membaca Al-Quran dengan tersendat-sendat (terbata-bata) dan merasa keberatan maka baginya dua pahala.”[H.R. Al-Bukhari dan Muslim]