Hukum Bacaan Nun Mati dan Tanwin
Hukum Bacaan Nun Mati dan Tanwin

Hukum Bacaan Nun Mati dan Tanwin

 Nun Mati dan Tanwin
Hukum Nun Mati dan Tanwin Dalam Ilmu Tajwid

Hukum Nun Mati (sukun) dan tanwin merupakan salah satu pembahasan tajwid yang apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf Hijaiyyah yang sudah ditentukan, maka hukum bacaannya ada 4 macam :

1. Idzhar
2. Idhom
3. Iqlab
4. Ikhfa

Kaidahnya: “Untuk Nun Mati dan Tanwin ada empat hukum, maka ambillah semua pelajaran tersebut.” [Fathul Atfal, hal 6]


Idzhar

Pengertian Idzhar menurut bahasa adalah Al-Bayan, artinya jelas. Sedangkan Idzhar menurut istilah, yakni mengeluarkan setiap huruf dari makhrojnya tanpa memakai dengung (sengau) pada huruf yang dibaca Idzhar. [Hidayatul Mustafid, halm 5]

Idzhar menurut pengertian hukum Nun Mati dan Tanwin adalah:

“Apabila Nun Mati dan Tanwin menghadapi salah satu dari huruf (Halq) yang enam, maka dinamakan Idzhar Halqi.” [Al-Qoulus Sadid, hlm 19]

Huruf huruf idzhar ada 6 : ح,خ,ع,غ,أ,ھ : Hamzah, Ha, ‘Ain, Ghin, Kha, dan Kho. Keenam huruf tersebut dikatakan Idzhar Halqi karena jelasnya pengucapan Nun Mati dan Tanwin ketika menghadapi huruf-huruf yang keluar dari Halq atau tenggorokan. tidak diperbolehkan untuk mendengung.

Cara Mengucapkan Idzhar

Pengucapan Idzhar yang baik adalah dengan mengucapkan huruf Nun Mati atau Tanwin sesuai dengan makhroj dan sifat yang dimilikinya, kemudian diiringi pengucapan huruf Idzhar juga sesuai dengan makhroj dan sifatnya .

Cara bacanya dengan lunak tanpa terputus anatara kedua huruf, tetapi tidak pula tercampur hingga keluar suara baru mirip Qolqolah, namun tidak memantul. Masing-masing huruf diucapkan sesuai ketentuannya dengan lembut tanpa dipaksa.

Sebab Terjadinya Hukum Idzhar

Kenapa harus dibaca idzhar? Penyebab terjadinya hukum Idzhar adalah karena jauhnya makhroj. Huruf Idzhar keluar dari daerah kerongkongan (Halq) sedang makhroj Nun dan Tanwin berada di ujung lidah. Jadi, akan terjadi kesulitan pengucapan jika diberi hukum lain. Apalagi huruf Nun dan Tanwin termasuk huruf yang mudah pengucapannya, sedankan huruf Halq adalah huruf berat, dengan demikian tidak mungkin pertemuan huruf-huruf ini diberikan hukum Ikhfa ataupun Idghom.


Idgham

Pengertian Idgham menurut bahasa adalah memasukkan sesuatu kepada sesuatu. Sedangkan menurut istilah, Idgham berarti bertemunya huruf yang bersukun dengan huruf yang berharokat, sehingga kedua huruf tersebut menjadi satu huruf, dan huruf yang ke-dua menjadi bertasydid. Kemudian lisan mengucapkan huruf tersebut dengan sekali ucapan. [Hidayatul Mustafifd, hlm 6]

Dalam pengertian hukum Nun Mati dan Tanwin idgham diartikan:

“Apabila Nu Mati dan Tanwin menghadapi salah satu huruf yang enam, yaitu Ya, Ro, Mim, Lam, Wawu, dan Nun, dinamakan Idghom.”

Jadi, apabila ada Jika nun mati atau tanwin bertemu huruf huruf idgham maka harus dibaca dengan dengung. Contoh: فِيْ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ 

Pembagian Idgham

Idgham dibagi dalam dua bagian, yakni:

1) Idghom Bighunnah

Secara bahasa, Idghom arinya ‘memasukkan’, bighunnah artinya ‘dengan dengung’. Dalam pengertian hukum nun mati dan tanwin, apabila nun mati dan tanwin bertemu dengan salah satu huruf idgham yang empat, maka dinamakan Idghom Bighunnah. [Al-Qoulus Sadid, hlm 21]

Keempat huruf tersebut terkumpul dalam lafdz ‘yanmu’.

Cara membaca Idgham Bighunnah adalah dengan memasukkan suara nun mati atau tanwin kepada huruf idgham bighunnah yang ada di hadapannya sehingga menjadi satu ucapan, seakan-akan satu huruf. 

Pada waktu mengidghamkan, suara harus ditasydidkan kepada huruf Idgham Bighunnah yang ada di depan nun mati atau tanwin, kemudian ditahan kira-kira dua ketukan dengan memakai Ghunnah (sengau) ketika membacanya.

2) Idgham Bilaghunnah

Idghom Bilaghunnah artinya tidak memakai Ghunnah (dengung/sengau). Dalam pengertian hukum nun mati dan tanwin adalah apabila ada nun mati dan tanwin bertemu dengan huruf lam atau ro, maka dinamakan Idgham Bilaghunnah.

Cara membaca Idham Bilaghunnah adalah dengan memasukkan suara nun mati dan tanwin sepenuhnya kepada huruf lam atau ro tanpa memakai dengung. Pada saat di-tasydid-kan pada huruf lam dan ro seraya menahan sejenak.


Iqlab

Pengertian Iqlab menurut bahasa ialah memindahkan sesuatu dari bentuk asalnya kepada bentuk lain. Sedangkan menurut istilah, Iqlab adalah menjadikan suatu huruf kepada makhroj huruf lain dengan tetap menjaga Ghunnah pada huruf yang ditukar.

Hukum ini terjadi apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ba' (ب). Dalam bacaan ini, bacaan nun mati atau tanwin berubah menjadi bunyi mim. Contoh: لَيُنۢبَذَنَّ

“Apabila Nun Mati atau Tanwin beremu dengan huruf Ba, Maka keduanya ditukar dengan huruf Mim, tetapi hanya dalam bentuk suara, tidak dalam tulisan.” [Hidayatul Mustafid, hlm 7]

Cara Membaca Iqlab

Membaca Iqlab adalah dengan mengubah suara Nun Mati atau tanwin menjadi Mim. Kedua bibir dirapatkan untuk mengeluarkan bunyi dengan dibarengi dengung yang keluar dari pangkal hidung. Kemudian ditahan sejenak, kira-kira dua ketukan sebagi tanda bahwa di sana terdapat hukum Iqlab.

Sebab alasam terjadinya Hukum Iqlab.
1) Karena huruf Nun dan Tanwin mengandung Ghunnah, sedang untuk mengucapkan huruf Ba, bibir harus tertutup. Ini akan mengakibatkan terhalangnya Ghunnah, apabila dibaca dengan Idzhar.

2) Antara huruf Nun dan Tanwin dengan Ba berbeda makhroj dan sifat. Karena itu ia tidak akan memenuhi syarat apabila dibaca Idghom.

3) Apabila dibaca dengan Ikhfa, juga tidak mungkin. Karena berarti masih di antara Idzhar dan Idgham.


Ikhfa

Pengertian Ikhfa menurut bahasa adalah Al-Satru, artinya samara tau tertutup. Menurut istilah, Ikhfa adalah mengucapkan huruf dengan sifat antara Idzhar dan Idgham, tanpa tasydid dan dengan menjaga Ghunnah pada huruf yang diIkhfakan.

“Apabila Nun Mati dan  Tanwin menjumpai huruf Ikhfa yang lima belas, maka dinamakan Ikhfa Haqiqi.” [Fathul Aqfal, hlm 11]

Jika nun mati atau tanwin bertemu huruf-huruf ikhfa : ta'(ت), tsa' (ث), jim (ج), dal (د), żal (ذ), zai (ز), sin (س), syin (ش), sad (ص), dad (ض), tha (ط), zha (ظ), fa' (ﻑ), qaf (ق), dan kaf (ك), maka harus dibaca samar-samar

Cara Membaca Huruf Ikhfa dengan memadukan suara antara Nun Mati dan Tanwin dengan suara huruf Ikhfa yang ada di hadapannya. Suara Ikhfa akan terdengar samar antara Idzhar dan Idgham. Ketika itu suara Nun Mati atau Tanwin masih tetap terdengar, namun samar. 

Demikian juga huruf Ikhfa mulai terdengar, namun samar. Saat proses hukum Ikhfa berlangsung, suara ditahan sejenak kira-kira dua ketukan, baru kemudian disambung dengan pengucapan huruf Ikhfa.

Tingkatan dalam Bacaan Ikhfa

Sesuai dengan makhrojhuruf Nun (bunyi Nun pada Tanwin) dengan makhroj kelimabelas huruf Ikhfa, berbeda-beda. Maka, karakteristik suara Ikhfa yang dihasilkan juga berbeda-beda. Karena itu hukum Ikhfa dikelompokkan menjadi tiga, yakni:

1) Ikhfa Ab’ad
Ikhfa Ab’ad artinya Ikhfa yang paling jauh. Ikhfa jenis ini terjadi apabila Nun Mati atau Tanwin menghadapi huruf dari salah satu dua huruf, yakni Qof dan Kaf.

Dinamakan Ikhfa Ab’ad, dikarenakan Nun Mati atau Tanwin menghadapi huruf yang makhrojnya paling jauh dengan makhroj Nun. Di antara kelimabelas huruf Ikhfa, huruf Qof dan Kaf adalah huruf yang paling jauh dari Nun, karena kedua huruf tersebut berasal dari Aqshol Lisan (pangkal lidah).

2) Ikhfa Aqrob

Aqrob artinya dekat, dalam hukum ini, Ikhfa Aqrob terjadi pada saat Nun Mati dn Tanwin menghadapi salah satu dari ketiga huruf Ta, Tho, dan Dal. Dinamakan Ikhfa Aqrob karena Nun Mati dan Tanwin menghadapi huruf yang letak makhrojnya paling dekat dengan makhroj Nun, yakni pada Ushuluts Tsanayal Ulya, atau pangkal gigi seri atas.

Suara yang dihasilkan dari hukum ini adalah suara yang mendekati huruf ‘N’. Kemudian suara ditahan selama dua ketukan agar tidak tertukar dengan bacaan Idzhar yang dibaca satu ketukan.

3) Ikhfa Ausath
Ausath artinya pertengahan, terjadi apabila Nun Mati atau Tanwin menghadapi huruf-huruf yang jarak makhrojnya sedang. Tidak terlalu jauh, ataupun terlalu dekat dengan makhroj Nun. Hurufnya ada 10, yakni sisa dari huruf Ikhfa Ab’ad dan Ikhfa Aqrob.

Demikian tentang hukum nun mati dan tanwin. Terjadinya hukum Nun Mati dan Tanwin ini akibat berbeda-bedanya makhroj di antara bunyi Nun dan huruf-huruf hijaiyyah lainnya.