Beasiswa

Cara Mendidik Anak Dengan Menjadikan Anak Sebagai Budak

cara mendidika anak
Didiklah Anak Sebagai Budak Dari Sekarang Supaya Tidak Menjadi Raja Dimasa mendatang. Mungkin banyak yang tidak setuju dengan fakta ini. Terutama orang tua yang melihat bahwa anak tersebut perlu diperlakukan dengan hati-hati. Tapi itulah esensi mendidik anak-anak sekarang ini.

Anda pernah melihat kejadian dimana ibu sibuk bekerja di rumah, seperti mencuci, mengepel, memasak dan bahkan membereskan kamar anak.
Padahal, si ibu memiliki 2-3 anak gadis duduk di depan TV, atau bermain handphone atau laptop di depannya.

Ketika mereka diminta untuk membantu. Terus mengeluh, tidak mau, malas dan beberapa yang alasan lainnya. Ada pula yang pergi merajuk dan cuek padahal hanya karena diminta untuk untuk membantu sesuatu yang kecil, seperti mengambilkan sapu.Kadang sampai berteriak pun mereka tidak peduli

Budaya anak menjadi raja semakin meluas sekarang ini. Untuk alasan apa? Karena mereka belum merasakan dididik menjadi budak sejak kecil. Banyak pasangan yang terlalu sayang kepada anak-anak. Keinginan anak-anak semua diikuti.

Mereka tidak diajarkan untuk memahami kesulitan dan kesulitan orang tua mereka. Ya, orang tuanya kaya tapi ingin anak menjadi sukses. Bila para orang tua diberi saran agar jangan manjakan anak Anda. Jawaban mereka “Tidak apa-apa mereka masih anak-anak".

Jika seperti ini alasannya, maka orang tua bersiaplah untuk menjadi budak bagi anak di masa tua? Tak hanya itu.
Ada anak yang sudah sampai menikah masih menyusahkan orang tua untuk membereskan barangnya.

Hal ini banyak terjadi, dan kita sendiri telah berkali-kali melihat dengan mata kepala sendiri. Ini kenyataan. Hal ini terjadi di dunia sekarang ini. Pakaian anak dan mantu masih ibu yang mencuci.

Anak-anak yang tidak dididik dengan melakukan pekerjaan sejak kecil, mereka akan canggung melakukannya saat mereka telah dewasa. Kalau sudah tejadi demikian, mereka melakukannya kurang tulus dan terpaksa saja. Mereka akan melakukannya hanya saat disuruh.

Dalam Islam sendiri ada cara mendidik anak. Cukup menggunakan ajaran dan panduan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Orangtua harus sadar, mulai dari anak usia 2 tahun, mereka perlu dipelihara dan dididik menjadi budak.  Mengarahkan mereka melakukan sesuatu, kadang seperti memaksanya padahal semua itu buat kebaikan anak di masa depannya.

Jangan terlalu lembut. Jangan terlalu kasihan kepada anak-anak. Jangan terlalu manja. Ajari mereka banyak kerja keras sejak kecil. Ajari mereka tentang pekerjaan rumah. Ajari mereka arti hidup. Memupuk kesadaran di dalamnya. Ajari anak perempuan untuk bekerja membersihkan, memasak, mencuci rumah dan segala jenis pekerjaan rumah. Ajari putri Anda tentang kebersihan, terutama kebersihan pribadi. Anak laki-laki mulai terbiasa enteng tangan.

Ajarkan anak laki-laki juga untuk melakukan pekerjaan seperti berenang, memperbaiki pipa air, menebang pohon dan banyak lagi. Jika memungkinkan, ajarkan juga apa yang cewek suka memasak. Tidak ada salahnya, tapi itu akan menjadi bonus sebagai orang dewasa.

Anak Kita adalah tempat belajar dari Kita. Ajarkan dan didik mereka dengan cinta tapi perlu tegas dan pastikan mereka mengikuti instruksinya. Biarkan dididik sebagai Budak, jangan sampai bila mereka besar menjadi raja. Dan yang paling ditakuti, berubah menjadi anak durhaka, yang dibenci Allah S.W.T

Menjadikan anak sebagai budak bukan berarti memperlakukan anak dengan kekerasan. Memukul, menyakiti, melukai dsb. Tentu semua itu tidak boleh dilakukan. Artinya, mendidik anak seperti mengajari anak pada umunya.

Ingat, terlalu keras pada anak, akan menciptakan generasi fir'aun. Terlalu lembut akan menciptakan generasi pemalas. Maka didiklah anak dengan cara yang wajar.

Jika anak dibesarkan dengan celaan dia akan belajar memaki. Jika anak dibesarkan dengan permusuhan dia akan belajar berkelahi

Jika anak dibesarkan dengan cemo'ohan dia akan belajar merendahkan diri sendiri. Jika anak dibesarkan dengan penghinaan dia akan menyesali diri sendiri

Jika anak dibesarkan dengan pujian dia akan belajar menghargai. Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan dia akan belajar keadilan

Jika anak dibesarkan dengan rasa aman dia akan belajar menaruh kepercayaan. Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan dia akan belajar menemukan cinta dlm kehidupan