Beasiswa

Pengertian Ulumul Qur'an Menurut Bahasa Dan Istilah

Ulumul Qur'an
Pengertian ‘Ulumul Qur’an

Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab. Oleh karena itu, ada anggapan bahwa setiap orang yang mengerti bahasa Arab dapat mengerti isi Al-Qur’an. Lebih dari itu, ada orang yang merasa telah dapat memahami dan menafsirkan Al-Qur’an dengan bantuan terjemahannya sekalipun tidak mengerti bahasa Arab. Padahal orang Arab sendiri banyak yang tidak mengerti kandungan Al-Qur’an. 

Salah satu alasan diturunkannya Al Quran adalah sebagai penjelasan dan sebagai rahmat kabar gembira. Sebagaimana firman Allah Swt : 

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَـبَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَىْءٍ وَهَدَى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ

Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.(Q.S.An-Nahl 89)

Maka dari itu, untuk dapat mengetahui serta memahami isi kandungan Al-Qur’an diperlukanlah ilmu yang mempelajari bagaimana tata cara menafsiri Al-Qur’an.

Pengertian ‘Ulumul Qur'an Menurut Bahasa

Secara etimologi atau bahasa, kata ‘Ulumul Qur’an berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata, yaitu Ulum dan Al-Qur’an. Kata ‘ulum adalah bentuk jamak dari kata ilmu yang berarti ilmu-ilmu. 

Kata ulum yang disandarkan pada kata Al-Qur’an telah memberikan pengertian bahwa ilmu ini merupakan kumpulan sejumlah ilmu yang berhubungan dengan Al-Qur’an, baik dari segi keberadaanya sebagai Al-Qur’an maupun dari segi pemahaman terhadap petunjuk yang terkandung di dalamnya.

Pengertian Al-Qur’an Menurut bahasa, kata Al-Qur’an merupakan bentuk mashdar yang maknanya sama dengan  kata qira’ah yaitu bacaan. Bentuk mashdar ini berasal dari fi’il madhi qoro’a yang artinya  membaca.

Menurut istilah, Al-Qur’an adalah firman Allah yang bersifat mu’jizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui perantara malaikat Jibril, yang dimulai surah Al-Fatihah dan diakhiri surah An-Nas, yang dinukil dengan jalan mutawatir dan yang membacanya merupakan ibadah.

Setelah membahas kata ulum dan Al-Qur’an yang terdapat dalam kalimat Ulumul Qur’an, perlu kita ketahui bahwa tersusunnya kalimat tersebut mengisyaratkan bahwa adanya bermacam-macam ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan Al-Qur’an atau pembahasan- pembahasan yang berhubungan dengan Al-Qur’an, baik dari aspek keberadaannya sebagai Al Qur’an maupun aspek pemahaman kandungannya sebagai pedoman dan petunjuk bagi manusia.

Pengertian ‘Ulumul Qur'an Menurut Istilah

Pengertian/definisi ‘Ulumul Qur’an secara istilah, dapat mengacu pada pendapat para tokoh atau ulama. Meskipun mereka memberikan redaksi yang berbeda-beda, tapi maksudnya tetap sama.

1. Menurut Manna’ Al-Qaththan:

العِلْمُ الَذِىْ يَتَنَاوَلُ الأَبْحَاثِ المُتَعَلِّقَةِ بِالقُرْأَنِ مِنْ حَيْثُ مَعْرِفَةِ أَسْبَابِ النُّزُوْلِ وَجَمْعِ القُرْأَنِ وَتَرْتِيْبِهِ وَمَعْرِفَةِ المَكِّى وَالمَدَانِيِّ وَالنَاسِخ وَالمَنْسُوْخِ وَالمُحْكَمِ وَالمُتَشَابِهِ اِلَى غَيْرِ ذَالِكَ مِمَّا لَهُ صِلَةُ بِالقُرْأَنِ.

Artinya: “Ilmu yang mencakup pembahasan-pembahasan yang berkaitan dengan al-Qur’an dari sisi tentang asbab an-Nuzul, kodifikasi dan tertib penulisan al-Qur’an, ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ayat-ayat yang diturunkan di Madinah, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan al-Qur’an.”

2. Menurut Al-Suyuthi dalam kitabnyaItmam al-Dirayah, memberikan definisi sebagi berikut:[2]

عِلْمٌ يَبْحَثُ فِيْهِ عَنْ أَحْوَالِ الكِتَابِ العَزِيْزِ مِنْ جِهَةِ نُزُوْلِهِ وَسَنَدِهِ وَأَدَابِهِ وَأَلْفَاظِهِ وَمَعَانِهِ المُتَعَلِّقَةِ بِالأَحْكَامِ وَغَيْرِ ذَالِكَ.

Artinya: Ulum al-Qur’an ialah suatu ilmu yang membahas tantang keadaan al-Qur’an dari segi turunnya, sanadnya, adabnya, makna-maknanya baik yang berhubungan dengan lafad-lafadnya maupun yang berhubungan dengan hukum-hukumnya dan sebagainya.

3. Menurut Az-Zarqani:

مَبَاحِثُ تَتَعَلَّقُ بِالقُرْأَنِ الكَرِيْمِ مِنْ نَاحِيَةِ نُزُوْلِهِ وَتَرْتِيْبِهِ وَجَمْعِهِ وَكِتَابِهِ وَقِرَاءَتِهِ وَتَفَسِيْرِهِ وَإِعْجَازِهِ وَنَاسِخِهِ وَمَنْسُوْخِهِ وَدَفْعِ الشُبَهِ عَنْهُ وَنَحْوِ ذَالِكَ.

Artinya: Beberapa pembahasan yang berkaitan dengan al-Qur’an, dari sisi turun, urutan penulisan, kodifikasi, cara membaca, kemukjizatan, nasikh-mansukh, dan penolakan hal-hal yang bisa menimbulkan keraguan terhadapnya, serta hal-hal lain.

Ulum al-Qur’an adalah berbeda dengan suatu ilmu yang merupakan cabang dari Ulum al-Qur’an, misalnya Ilmu Tafsir yang menitik-beratkan pembahasannya pada penafsiran ayat-ayat al_Qur’an. Ilmu Qira’at menitik-beratkan pembahasannya pada cara membaca lafadz-lafadz al-Qur’an. Sedangkan Ulum al-Qur’an membahas al-Qur’an dari segala segi yang ada relevansinya dengan al-Qur’an. Karena itu, ilmu ini diberi nama Ulum al-Qur’an dengan bentuk jamak, bukan Ilmu al-Qur’an denga bentuk mofrod.[3] 

_______________________
[1] Ahmad Syadali, ‘Ulumul Qur’an I (Cet. I; Bandung: Pustaka Setia, 1997), h. 11

[2] Dra. Liliek Channa AW, M. Ag, ‘Ulum Qur’an dan Pembelajarannya,(Surabaya: kopertais IV Press, 2010), hal. 27

[3] Dra. Liliek Channa AW, M. Ag, ‘Ulum Qur’an dan Pembelajarannya,(Surabaya: kopertais IV Press, 2010), hal. 28