Pengertian Thaharah Dan Dalil-Dalil Thaharah
Pengertian Thaharah Dan Dalil-Dalil Thaharah

Pengertian Thaharah Dan Dalil-Dalil Thaharah

dalil thaharah
Pengertian Thaharah Dan Dalil-Dalil Thaharah

Pengertian Thaharah Menurut Bahasa

Kata thaharah berasal dari bahasa Arab: الطهارة yang artinya menurut bahasa sama dengan النظافة yaitu bersih, kebersihan atau bersuci. 

Pengertian Thaharah Menurut Istilah

Thaharah menurut istilah syariat Islam ialah suatu kegiatan bersuci dari hadats dan najis sehingga seseorang diperbolehkan untuk mengerjakan suatu ibadah yang dituntut harus dalam keadaan suci seperti shalat dan thawaf. Kegiatan bersuci dari hadats dapat dilakukan dengan berwudhu, tayammum dan mandi, sedangkan bersuci dari najis meliputi bersuci badan, pakaian dan tempat.

Secara garis besar, macam macam thaharah terbagi 2 macam :

1. Thaharah hassiyah atau thaharah lahir ialah thaharah yang dapat dirasakan dan dilihat dengan panca indera. Contoh : Najis kencing, terkena kotoran dsb.

2  Thaharah maknawiyah disebut juga sebagai thaharah batin adalah thaharah yang tidak dapat dirasa dan dilihat dengan panca indra. Seperti dosa dan maksiat, cara bersucinya ialah dengan bertaubat.

Dalil-Dalil Thaharah

Dalil-dalil yang menganjurkan supaya kita menjaga kebersihan (bersuci) 

Allah Swt. Berfirman :

يٰۤأَيُّهَا الَّذِيْنَ اۤمَنُوا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلاَةِ فَاغْسِلُوا وُجُوْهَكُمْ وَ اَيْدِيْكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَ امْسَحُوا بِرُئُوْسِكُمْ وَ اَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuhlah) kakimu sampai dengan kedua mata kaki..” (Q.S. al-Maidah: 6)

Dalil Al-Qur'an al-Maidah ayat 6 ini menjadi landasan tentang perintah bersuci sebelum melaksanakan shalat, yakni berwudhuk 

Firman Allah ta’ala :

وَإِذۡ جَعَلۡنَا ٱلۡبَيۡتَ مَثَابَةٗ لِّلنَّاسِ وَأَمۡنٗا وَٱتَّخِذُواْ مِن مَّقَامِ إِبۡرَٰهِ‍ۧمَ مُصَلّٗىۖ وَعَهِدۡنَآ إِلَىٰٓ إِبۡرَٰهِ‍ۧمَ وَإِسۡمَٰعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيۡتِيَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلۡعَٰكِفِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ 

”Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”.(QS.Al Baqarah:125).

Ayat di atas terdapat kata أَن طَهِّرَا بَيۡتِي yang menunjukkan perintah Allah untuk membersihkan rumah Allah (maksudnya Baitullah)

Allah SWT berfirman:

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ
"dan bersihkanlah pakaianmu,"
(QS. Al-Muddassir 74: Ayat 4)

Ayat Al Quran ini menunjukkan bahwa perintah thaharah ada dua. Yakni pakaian dan perbuatan dosa (thaharah batin)

Allah SWT berfirman:

وَيَسْئَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ  ۖ  قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَآءَ فِى الْمَحِيضِ  ۖ  وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتّٰى يَطْهُرْنَ  ۖ  فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ  ۚ  إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوّٰبِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
"Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah, Itu adalah sesuatu yang kotor. Karena itu jauhilah istri pada waktu haid; dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 222)

Sungguh Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri, menjadi dalil selain menyucikan pakaian juga menyucikan diri.

Firman Allah Swt 

إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَى قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الأقْدَامَ

“Diturunkan-Nya untukmu air dari langit supaya kamu bersuci dengannya” (Q.S Al-Anfal : 11)

Firman Allah:

وَيُنَزِلُ عَلَيْكُمْ مِنَ اْلسَمَاءِ مَاءً لِيُطَهِرُكُمْ بِهِ

Artinya:

“Dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengannya.” (QS. Al-Anfal:11)

Rasulullah saw saw. bersabda:

الطهور شطر اٌلإيمان ـ رواه مسلم عن ابى سعيد الخدرى

“Kebersihan itu sebagian dari iman”. (HR. Muslim dari Abu Said al-Khudri)


Rasulullah saw. bersabda:

لا يقبل الله صلاة بغير طهور ـ رواه مسلم


Artinya:

“Allah tidak akan menerima shalat yang tidak dengan bersuci”. (HR. Imam Muslim)


Sabda Rasulullah Saw :

اَلْمَاءُ لاَ يُنَجِسُهُ شَيْءٌ اِلاَّ مَا غَلَبَ طَعْمِهِ اَوْلَوْنِهِ اَوْرِيْحَهِ

“Air itu tidak menajdi najis kecuali jika berubah rasanya atau warnanya atau baunya” (R. Ibnu Majah & Baihaqi)

Sabda Rasulullah Saw :

لَمَا يُقْبَلُ اللهُ صَلاَةَ اَحَدِكُمْ اِذَا اَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّاءَ

“Allah tidak menerima shalat seseorang yang berhadas hingga ia berwudu (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah Saw bersabda : 

تَنَزَّ هُوَا مِنَ الْبَوْلِ فَاِنَّ عَامَّةَ عَذَابِ الْقَبْرِ مِنْهُ
Bersucilah kamu setelah buang air kecil, karena sesungguhnya kebanyakan siksa kubur adalah lantaran buang air kecil. (R. Daruqutni)

Sabda Rasulullah:

هُوَ اْلطَهُوْرُ مَاؤُهُ اْلحِلُ مَيْتَتُهُ
Artinya: “Laut itu airnya suci, bangkainya pun halal.”( HR.al-Khamsah)

Hadis yang diriwayatkan oleh Ali r.a:

اَنَ رَسُوْلَ اْللهِ ص. م. دَعَا بِسِجْلللٍ مِنْ مَاءلٍ زَمْزَمَ فَشَرِبَ مِنْهُ فَنَتَوَضَاءْ

Artinya:

“Bahwasanya Rasulullah saw meminta  dimbilkan satu ember zamzam, kemudian beliau minum dan berwudhu dengan air zamzam tersebut.”(HR.Ahmad)

Hadis riwayat Maimunah:

كُنْتُ اَغْتَسِلُ اَنَا وَ رَسُوْلَ اللهِ مِنْ اِنَاءٍ وَاحِدٍ مِنَ اْلجَنَابَةِ

Artinya:
“Kami mandi jinabah bersama Rasulullah saw dari satu tmpat air yag sama.”   (HR. Tarmidzi)

Dan tentunya masih banyak Dalil-Dalil dari Al Quran dan hadits yang berkaitan dengan Thaharah, yang dapat kita cari dari berbagai kitab-kitab fiqih.