Beasiswa

Pembagian Isim Berdasarkan Keadaan Huruf Dan Jumlah

pembagian isim
kalimat isim adalah kalimat yang menunjukkan Kata Benda serta tidak berkaitan dengan waktu. Berbeda dengam fi'il yang berkaitan dengan waktu

Isim dalam definisi nahwu adalah :

هُوَ كَلِمَةٌ دَلَّتْ عَلَى مَعْنًى فِى نَفْسِهَا وَلَمْ تَقْتَرِنْ بِزَمَانٍ وَضْعًا

Artinya : Kalimat yang menunjukkan terhadap makna yang terdapat padanya dengan tidak disertai zaman dalam penggunaan maknanya. Contoh Kalimat isim : اَحْمَد-  انَا-  كِتَابٌ

Berdasarkan Huruf Akhir dan Sakal / harokat Akhirnya

Berdasarkan huruf akhir dan sakal akhirnya isim terbagi menjadi 4 jenis,
- isim shohih akhir,
- isim mu’tal akhir,
- asmaul khomsah dan
- isim ghoiru munshorif.

1.Isim shohih akhir ialah isim yang tidak ada huruf 'illatnya. Terdiri dari isim mufrod, mutsanna, jamak taksir, jamak mudzakkar salim dan jamak muannats salim.

2.Isim mu’tal akhir yaitu kebalikannya isim shohih akhir. isim yang huruf akhirnya berupa huruf illat yaitu alif mati atau ya’ mati ( ىْ atau يْ ). Jika akhirnya alif mati disebut isim maqshur ( الاِسْمُ المَقْصُوْرُ ) seperti : مُوْسَى ، هُدَى , dan jika akhirnya ya’ mati disebut isim manqus ( الاِسْمُ المَنْقُوْصُ ) seperti : الهَادِيْ ، القَاضِيْ

3.Asmaul khomsah (isim yang lima) adalah isim yang jumlahnya lima, yaitu : اَبٌ ، اَخٌ ، حَمٌ ، فُ ، ذُ . Kelimanya memiliki kesamaan bentuk yaitu diakhiri dengan wawu jika rofa’ seperti : اَبُوْكَ ، اَخُوْكَ ، حَمُوْكَ ، فُوْكَ ، ذُوْ مَالٍ
Diakhiri dengan alif jika nashob, seperti : اَبَاكَ ، اَخَاكَ ، حَمَاكَ ، فَاكَ ، ذَا مَالٍ
Diakhiri dengan ya’ jika majrur, seperti : اَبِيْكَ ، اَخِيْكَ ، حَمِيْكَ ، فِيْكَ ، ذِيْمَالٍ

4.Isim ghoiru munshorif (isim yang tidak dapat menggubakan tanwin). Yang termasuk isim ghoiru munshorif adalah :
•Sebagian besar nama orang yang bukan bentukan dari kata lain, seperti : فَاطِمَةُ ، عُثْمَانُ ، عُمَرُ dll.
•Shighot muntahal jumuk ( صغة منتهى الجموع ), bentuk jamak yang sama dengan مَفَاعِلُ dan مَفَاعِيْلُ, seperti : مَسَاجِدُ
•Mengandung alif ta’nits mamdudah ( الف التأنيث الممدودة ) seperti : صَحْرَاءُ ، سَوْدَائُ ، حَمْرَاءُ

Pembagian Isim Berdasarkan Jumlahnya

Berdasarkan jumlahnya isim dibagi menjadi tiga, yaitu isim mufrod, isim mutsanna dan isim jamak.

Isim mufrod adalah isim yang jumlah bendanya hanya satu (satu biji, satu helai, satu pohon dan sebagainya) tabdanya dapat berupa dhommah, fathah, kasroh.

Isim mutsanna adalah isim yang jumlah bendanya dua. Tandanya adalah akhirannya …انِ atau …يْنِ untuk mudzakkar dan تَانِ atau تَيْنِ untuk muannats.

Isim jamak adalah isim yang jumlah bendanya lebih dari dua. Jamak artinya sama dengan banyak. dibagi tiga bagian, yaitu jamak mudzakkar salim (جَمْعُ الْمُذَكَّرِ السَّلِمِ), jamak muannats salim (جَمْعُ الْمُؤَنَّثِ السَّلِم) dan jamak taksir (جَمْعُ التَّكْسِيْرِ).

1.Isim jamak mudzakkar salim rangkaian hurufnya tidak ada yang berunah hanya ditambah (ـُوْنَ) atau (ـِيْنَ) di akhirnya.
Contoh : مُسْلِمُوْنَ atau مُسْلِمِيْنَ berasal dari مُسْلِمٌ

2.Isim jamak muannats salim digunakan untuk perempuan. ciri isim muannats dapat dilihat dengan huruf ـَاتٌ atau ـَاتٍ.

3.Isim jamak taksir artinya jamak yang tidak beraturan. Isim ini tidak memiliki aturan dan ciri-cirinya, sehingga harus dihafal. Contoh : اَبْوَابٌ berasal dari بَابٌ - نَافِذَةٌ berasal dari نَوَافِذُ