Menelusuri Bekas Jalur Kereta Api Di Madura

Kereta Api Di Madura

Ketika kita jalan-jalan di Madura, tepatnya di daerah Tanah Merah Bangkalan. Akan nampak bekas rel-rel kereta api yang sudah usang. Hampir hilang dari sejarah peradaban rel kereta. Ceritanya, Madura dulu pada jaman penjajahan, rel kereta api hanya sampai di Kabupaten Pamekasan, rel kereta yang menuju Sumenep sudah lenyap duluan akibat ulah perang pada masa itu. Maka tak heran banyak rel yang dibongkar untuk keperluan perang.

Oprasional kereta api di Madura dimulai pada tahun 27 Mei 1912, dikelola oleh Madoera Stroomtram Maatschapijj (MS). Namun sebelum itu, sudah ada kereta yang biasa digunakan oleh sultan Madura. Kereta Inspeksi Sultan Madura merupakan kereta kayu yang dibuat pada tahun 1879.[ Laman twetter PT KAI]

Kereta api tersebut digunakan pemerintah hindia belanda dan VOC dalam pendistribusian hasil bumi, serta digunakan sebagai angkutan massal. Setelah masa kemerdekaan, tranportasi KA di Madura hanya menyisakan jalur Pamekasan sampai Kamal. Entah kenapa sampai saat ini, kereta api itu tidak beroperasi kembali.

Dipikir-pikir, tidak mungkin kereta api itu beroperasi lagi. Dengan persaingan alat transportasi pada jaman sekarang, sepertinya tidak ada peluang untuk mengumpulkan massa alias penumpang. Apalagi Madura yang dari ujung barat hingga ujung timur Sumenep hanya bisa ditempuh beberapa jam dengan kendaraan motor. Kalau tidak, bisa jadi gulung tikar.

Kini alat transportasi besutan Madoera Stroomtram Maatschapijj (MS) hanya tinggal sejarah yang makin lama makin buram sejarahnya. Kita hanya mendengar cerita dari kakek-kakek atau nenek-nenek. Kita hanya bisa menyimak ceirtanya tanpa melihat bagaimana oprasionalnya tempo dulu.