Macam Macam Dan Pembagian Ilmu Fiqih
Macam Macam Dan Pembagian Ilmu Fiqih

Macam Macam Dan Pembagian Ilmu Fiqih

macam pembagian fiqih
Sebelum belajar Macam Macam Dan Pembagian dalam Ilmu Fiqih, kita pahami terlebih dahulu pengertian fiqih itu sendiri. Karena berangkat dari pemahaman ilmi fiqih itulah, para ulama membuat beberapa bagian ilmu fiqih.

Pengertian Ilmu Fiqih

Pengertian Fiqih menurut bahasa berarti ‘paham’,hal ini seperti firman Allah dalam Al Qur'an  dan juga hadits Nabi Saw. :

“Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?” (QS. An Nisa: 78)

“Sesungguhnya panjangnya shalat dan pendeknya khutbah seseorang, merupakan tanda akan kepahamannya.” [1]

Fiqih berasal dari kata faqiha- yafqahu- fiqhan (  فقه- يفقه- فقها )yang berarti mengerti, faham akan sesuatu.[2] 

Fiqih menurut fuqaha merupakan pengertian zhanni tentang hukum syariat yang berhubungan dengan tingkah laku manusia. Mana yang dibenarkan dari dalil-dalil hukum syara’[3] 

Sedangkan menurut istilah, fiqih ialah ilmu yang menerangkan hukum-hukum syara’ yang berhubungan dengan amaliah yang diambil dari dalil-dalil tafshily .[4] 

Kesimpulannya Fiqih adalah sekumpulan hukum syar’iy yang wajib dipegangi oleh setiap muslim dalam kehidupan praktisnya. Lebih jelasnya baca di : Pengertian Fiqh Islam


Macam Macam Pembagian Fiqih Islam

Fiqih Islam terbagi atas 4 bagian:

1- Ibadat

Ibadah artinya pengabdian dan penyembahan seorang Muslim terhadap Allah yang dilakukan dengan merendahkan diri serendah-rendahnya dan dengan niat yang ikhlas menurut cara-cara yang ditentukan oleh agama.

2- Muamalat

Muamalat ialah peraturan agama untuk menjaga hak milik manusia dalam tukar menukar barang atau seuatu yang memberi manfaat dengan cara yang ditentukan agama agar tidak terdapat keterpaksaan dari salah satu pihak, penipuan, pemalsuan, dan segala pendzaliman yang ada kaitannya dengan peredaran harta dalam hidup bermasyarakat.

3- Munakahat

Munakahat ialah undang undang perkawinan atau akad yang menghalalkan pergaulan antara seorang laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya  untuk mendapatkan kebahagiaan rumah tangga dan menyelesaikan pertikaian yang mungkin terjadi antara keduanya. Pada dasarnya pernikahan itu diperintahkan oleh agama sesuai dengan ayat dibawah ini:

“Maka kawinilah wanita-wanita yang kamu senangi, dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak dapat berlaku adil maka kawinilah satu saja” (an-Nisa’ 3)

4- Jinayat

Jinayat ialah perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan dapat menimbulkan hukuman demi untuk menjaga harta, jiwa serta hak hak manusia. 

Hukum-hukum dalam ilmu fiqih mencakup urusan pribadi maupun sosial, meliputi:

Al Ibadah: yaitu hukum yang berkaitan dengan ibadah seperti shalat, haji dan zakat dan puasa. Yang biasanya dimulai dengan penjelasakan tentang masalah Thoharah yang diawali dengan penjelasan tentang air, najis, bersuci dari hadats kecil dan besar, hal-hal yang membatalkannya dan bejana-bejana yang boleh digunakan dan yang tidak boleh digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Al Ahwal asy Syahsiyyah: yaitu hukum yang berkaitan dengan keluarga sejak awal sampai akhir, yang biasanya dimulai dengan penjelasan tentang pernikahan, kemudian perceraian, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan keluarga.

Al Mu’amalat: yaitu hukum yang berkaitan dengan hubungan antars manusia satu dengan yang lain seperti hukum akad jual beli, sewa menyewa, hak kepemilikan, dan lain-lain.Al 

Ahkam As Sulthaniyah: yaitu hukum yang berkaitan dengan hubungan negara dan rakyat, hokum-hukum peradilan dan mekanisme peradilan yang sesuai dengan hukum-hukum Islam serta contoh-contoh kasus dan pemecahannya.Ahakmus silmi wal harbi: yaitu yang mengatur  hubungan antar Negara, hukum-hukum yang berhubungan dengan jihad dan lain-lain

Macam-Macam Fiqih

a. Fiqih Ijtihadi

Fiqih Ijtihadi ialah fiqih yang dihasilkan oleh ijtihad para mujtahid atau oleh istinbath para ulama.

b.  Fiqih Muqarin

Fiqih Muqarin ialah:

جَمْعُ اَرَاءَ الاْئِمَّةِ الْمُجْتَهِدِيْنَ مَعَ ادلتِهَافِى الْمَسْأَلَةِ الْوَاحِدَةِ الْمُخْتَلِفِ فِيْهَا وَمُقَابَلَةُ هَذِهِ الاَدِلَّةِ بَعضُهَا بِبَعْضٍ لِيَظْهَرَ بَعْدَمُنَاقَشَتِهَااَىْ الْاَقْوَالِ اقْوَى دَلِيْلاً        

Kumpulan pendapat para imam mujtahid yang berbeda-beda dalam satu  masalah yang disertai dengan dalil pendapat itu, kemudian membandingkan dengan satu pendapat dengan pendapat yang lain untuk mencari pendapat yang terkuat dalilnya setelah melihat kelemahan pendapat lain.

c.       Fiqih Nabawy

Fiqih Nabawi ialah fiqih yang dengan tegas ditunjukkan Al quran atau hadist hadits Nabi.[5]

Rangkuman :
Fiqih ialah ilmu yang menerangkan hukum-hukum syara’. 
Pembagian Fiqih : Ibadah, Muamalat, Munakahat, Jinayay. 
Macam macam ilmi fiqih : Fiqih ijtihadi, fiqih muqarin dan fiqih nabawy

_________________________
[1](Muslim no. 1437, Ahmad no. 17598, Daarimi no. 1511)
[2] Prof. DR. H. Mahmud Yunus, Kamus Arab-Indonesia, Jakarta: PT Mahmud yunus wadzuriyah, t.t, hal. 32.
[3] Drs. H. Syafii karim, Fiqih- Ushul Fiqih, Bandung: CV Pustaka Setia, 2001, hal. 11
[4] Imam Abu Sujak, fathul Qarib Al mujib,Semarang: Toha putra, t.t, hal. 3
[5] Drs. Totok. Jumantoro, M.A, Kamus Ilmu Ushul Fiqih,  AMZAH, 2005, hal. 68