Kaidah I'lal Ke 2
Kaidah I'lal Ke 2

Kaidah I'lal Ke 2

Kaidah I'lal Ke 2
Kaidah I'lal Ke 2 ( dua )

وَإِنْ جَأتَا مِنْ بَعْدِ حَرْفٍ مُسَكّنٍ   فَبِالنّقْلِ إعْلالٌ لِضَعفٍ تَكَمّلَ

“Ketika ada wawu dan ya’ berharokat dan terletak setelah huruf sohih yang berharokat sukun. Maka harokat wawu dan ya’ di pindah pada huruf sebelumnya, karena huruf sohih itu lebih pantas untuk menyandang harokat dari pada huruf ilat eperti contoh  يَقُوْلُ

Contoh dan latihan i'lal:

Lafad  يَصُوْنُ asalnya  يَصْوُنُ  mengikuti wazan   يَفْعُلُ. kemudian harokat wawu di pindah pada huruf sebelumnya karena lemahnya huruf ilat dan kuatnya huruf  sohih menyandang harokat aka menjadi lafad   يَصُوْنُ

Lafad   يَسِيْرُ asalnya يَسْيِرُ  mengikuti wazan  يَفْعِلُ   kemudian harokat ya’ di pindah pada huruf sebelumnya karena lemahnya huruf ilat dan kuatnya huruf sohih menyandang harokat. Maka menjadi lafad   يَسِيْرُ 

Pengecualian :

1. Fi’il yang menunjukkan ma’na ta’ajub seperti contoh مَا اَقْوَمَ - أَقْوِمْ بِهِ 

2. Fi’il yang mengikuti wazan أَفْعَلَ yang menunjukkan ma’na tafdhil seperti contoh هُوَ أَقْوَمُ مِنْهُ  atau  أَبْيَنَ atau berupa sifat musabihat contoh  أَحْوَلُ, أبْيَضُ  atau berupa isim أسْودُ  

3. Setiap lafad yang ikut pada wazan مِفْعَالٍ  مِفْعَلَة مِفْعَلٍ  seperti contoh  مِكْيَالٍ  dan مِرْوَحَةٍ 

4. Setiap lafad yang setelah wawu atau ya’ nya berupa huruf alif  contoh  تِجْوَالٌ   تَهْيَام

5. Setiap lafad yang lam fi’ilnya bertasdid contoh   إبْيَضَّ - إسْوَدَّ .

6. Setiap lafadz yang lam fi’ilnya di i’lal. contoh أهْوَى -  أحْيَا

7. Setiap lafad yang a’in fi’il pada fi’il madhinya tidak di i’lal  contoh يَعْوَرُ-  عَوِر

8. Setiap lafad yang akhirnya berupa ta’ ta’nitscontoh  قَسْوَرَةٌ