Beasiswa

Hati-Hati Dalam Mengidolakan Orang Lain

idolaku muhammad saw
Seseorang akan dikumpulkan dengan orang yang diidolakannya. Saat ini, kita sedang dihadapkan pada jaman orang-orang yang lebih mengidolakan artis dari pada ulama, mengidolakan film-film drama yang tak bermutu dari pada film sejarah yang penuh makna, lebih suka membaca status-status lebay dari pada membaca biografi Nabi Muhammad.

Apalagi sekarang , Indonesia sudah demam Drama korea, bahkan banyak yang mengidolakan artis korea, baik dari cara pergaulannya, cara berpakaiannya, cara berbicaranya, meniru budaya-budayanya, bahkan ada yang mengikuti cara ibadahnya.

lantas kenapa tak mengidolakan Rasulullah?

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu(yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Ahzab: 21)

“Sa’ad bin Hisyam bin Amir berkata: “Aku pernah mendatangi Aisyah radhiyallahu ‘anha, lalu aku bertanya: “ Wahai Ummul Mukminin, beritahukanlah kepadaku akan akhlaknya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?”, 

beliau menjawab:“Akhlak beliau adalah Al Quran, apakah kamu tidak membaca Al Quran, Firman Allah Azza wa Jalla "Dan sesungguhnya engkau di atas budi pekerti yang agung.” (HR. Ahmad Shahih Al Jami’, no. 4811)

Apa Makna Akhlak Nabi Muhammad adalah Al Quran?

Ibnu Rajab hambali rahimahullah memberikan komentar tentang hal tersebut : 

“Maknanya adalah beliau senantiasa beradab dengan adabnya Al Quran dan berakhlak dengan akhlaknya, apa yang dipuji Al Quran maka di dalamnya terdapat kerelaan beliau dan apa saja yang dicela Al Quran maka di dalamnya terdepat kemurkaan beliau.” (Kitab Jami’ Ulum Wal Hikam)

Terdapat kisah indah dari seorang sahabat yang mengidolakan Nabi dan orang-orang yang diridhai Allah Ta’ala.

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bercerita: 

“Pernah seorang lelaki datang menenmui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu bertanya: “Wahai Rasulullah, kapan hari kiamat?”

Beliau bersabda: “Apa yang kamu telah siapkan untuk hari kiamat”, orang tersebut menjawab: “Kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya”, 

Beliau bersabda: “Sesungguhnya kamu bersama yang engkau cintai”, 

Anas berkata: “Kami tidak pernah gembira setelah masuk Islam lebih gembira disebabkan sabda nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam“Sesungguhnya kamu bersama yang engkau cintai, maka aku mencintai Allah, Rasul-Nya, Abu Bakar dan Umar, dan berharap aku bersama mereka meskipun aku tidak beramal seperti amalan mereka.”(HR. Muslim)