Beasiswa

Boleh Chatting Dengan Lawan Jenis Dengan Syarat

hukum chattingan
Apa hukum sms-an dengan lawan jenis, berbicara dengan lawan jenis, atau berkomunikasi dengan yang bukan muhrim?

Banyak yang salah kaprah dalam memahami maksud haramnya (larangan) seorang laki-laki yang chatting dengan seorang akhwat (perempuan). Di facebook misalnya, whats up, bbm, sms-an dan alat komunikasi lainnya. Seakan larangan Chatting menghalangi membuat kita memutus silaturrahim dengan saudara akhwat.

Percakapan dan chatting antara laki dan perempuan lewat internet adalah salah satu pintu fitnah dan kemaksiatan. Karena akibatnya akan menggiring pada sikap meremehkan pembicaraan yang mengarah kepada sikap saling menyenangi, lalu menimbulkan fitnah. 

Oleh karena itu kita dianjurkan menghindar dan menjauhi Chatting Dengan Lawan Jenis dengan niat menggapai ridha Allah dan menjaga diri dari siksa-Nya.

Betapa banyak percakapan semacam ini telah menyeret pelakukan pada keburukan dan bencana, kemudian lahirlah hubungan kasih mesra, dan sebagian menyebabkan perkara yang lebih berat dari itu. 

Maka tak heran kalau Syekh Ibn Jibrin rahimahullah menyatakan larangan keras tentang chatting terhadap lawan jenis.[1]

Apa hukum chatting antara para pemuda dan pemudi, perlu diketahui bahwa chatting ini bebas dari kefasikan, bujuk dan rayu?

Syekh Ibn Jibrin rahimahullah menjawab: “Tidak dibolehkan seorang pun mengirim surat kepada wanita yang bukan mahram. Karena hal itu dapat menimbulkan fitnah. Mungkin pengirim tulisan tersebut menyangka tidak akan terjadi fitnah. Akan tetapi setan senantiasa menggoda, baik laki-laki tertarik dengan sang wanita dan wanitanya tertarik dengan sang lelaki. Sungguh Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan orang yang mendengar Dajjal agar menjauhinya. Beliau mengabarkan bahwa seseorang  datang dalam kondisi beriman, akan tetapi Dajjal senantiasa menggodanya sampai dia terkena fitnah.

Perbincangan antara pemuda dan pemudi lewat surat (internet) mengandung fitnah dan bahaya yang besar. Seharusnya dijauhinya, meskipun penanya mengatakan, bahwa disitu tidak ada bujuk rayu.[2]

Perlu kita ketahui, bahwa kita diciptakan oleh Allah Swt salah satu tujuannya adalah untuk saling kenal mengenal (Qs. Al Hujurat : 13). Kita juga punya tanggung jawab dalam hubungan sosial. Bahwa sebagai makhlul sosial kita punya tugas-tugas dan tanggung jawab.

Chattingan dengan lawan jenis atau perempuan sah sah saja atau boleh selama menjaga adab-adab yang tidak melanggar hukum islam. Chattingan sama saja dengan dialog, komunikasi, meskipun dilakukan di internet seperti media sosial. Jika komunikasi antara mereka memenuhi syarat-syarat berikut ini maka tidak masalah:

- Chattingan tersebut membahas seputar pembahasan yang tujuannya menampakkan kebenaran dan menolak kebatilan.

- Dialog dilakukan dalam rangka belajar dan mengajarkan ilmu.
فاسألوا أهل الذكر إن كنتم لا تعلمون
“Bertanyalah kepada ahlul dzikri jika kalian tidak mengetahui.” (QS. Al-Anbiya:17)

- Kedua pihak tidak keluar dari adab-adab Islam dalam menggunakan kalimat dan pemilihan ungkapan yang menimbulkan syahwat

- Chattingan yang dilakukan laki-laki dan perempuan tersebut tidak menimbulkan mudarat bagi Islam dan kaum muslimin, tetapi sebaliknya bisa menolong mereka. Agar kaum muslimin belajar tentang agamanya dengan metode baru. Sebagaimana orang-orang kafir mencurahkan waktu-waktu mereka untuk menyebarkan kebatilan

- Keduanya sama-sama menjaga diri untuk tetap di atas kebenaran. Jangan sampai salah satu dari keduanya melampui batas 

- Usahakan dalam chattingan hendaknya melalui media umum yang diikuti oleh sejumlah orang, bukan dialog menyepi (khusus mereka berdua saja) tanpa ada kehadiran pihak lain. karena ngobrol berdua-dua an dengan lawan jenis merupakan salah satu pintu dari sekian banyak pintu pembuka fitnah.

- Hanya untuk Keperluan Penting. Seperti bertanya tentang tugas-tugas sekolah atau kampus  kepada teman misalanya. Membahas tentang tugas-tugas kantor dsb. Jika chatting tidak untuk keperluan yang penting, maka segeralah dihentikan, karena termasuk ke dalam perbuatan sia-sia.

- Jangan Sengaja Menarik Hati Lawan Chatting. Allah SWT berfirman yang artinya: "Karena itu janganlah kamu (isteri-isteri Rasul) tunduk(yakni melembutkan suara) dalam berbicara sehingga orang yang dalam hatinya ada penyakit memiliki keinginan buruk. Tetapi ucapkanlah perkataan yang baik". (QS. al-Ahzab: 32)

Maksudnya, pembicaraan yang dilarang adalah pembicaraan yang menyebabkan fitnah dengan melembutkan suara. 

Termasuk di sini adalah kata-kata yang diungkapkan dalam bentuk tulisan. Karena dengan tulisan seseorang juga bisa mengungkapkan kata-kata yang menyebabkan seseorang merasakan hubungan istimewa, kemudian menimbulkan keinginan yang tidak baik.

Dalam istilah Khalwat, khalwat bukan saja dengan duduk berduaan. Tetapi berbicara melalui telepon atau chatting di luar keperluan syar'i juga dapat dikatakan berkhalwat. Hukum chatting sebagaimana dijelaskan sekilas diatas. Artinya chatting di luar keperluan yang syar'i termasuk khalwat. Begitu juga dengan sms. Chattingan bila ada tuntutan syar'i yang darurat, maka itu diperbolehkan sesuai keperluan. Tentunya dengan syarat-syarat yang sudah dijelaskan. 

__________________________
[1] Islam.qa :Tanya jawab soal no. 34841
[2] Fatawa Al-Mar’ah, dikumpulkan oleh Muhammad Al-Musnid, hal. 96.

Aden Zaied Alfarobi
Artikel : vianeso.com
03 Jumadil Akhir 1439
19 Februari 2018