Beasiswa

Tumbangnya Perusahaan Teknologi Raksasa

perusahaan teknologi
Hari ini, suka atau tidak, fakta sejarah tentang teknologi berkata lain. Persaingan yang semakin ketat. Brand yang menjadi rebutan. Membuat perusahaan-perusahaan baru terus berlomba-lomba ingin menjadi yang teratas.

Dulu, Wartel alias Warung Telekomunikasi adalah bisnis yg menguntungkan, namun saat ini Wartel sudah tidak kita jumpai lagi, karena semua orang memiliki hand phone. 20 tahun lalu Telepon Umum masih terbilang alat yg sangat membantu, namun saat ini yg tersisa hanya bangkainya saja.

Dulu, Nokia dengan symbiannya dan segala tipe mereknya,  menjadi raja ponsel di seluruh dunia. Fakta hari ini, Symbian tinggal kenangan, dihajar oleh ponsel ponsel keluaran baru.

Beberapa tahun lalu, Black Berry termasuk salah satu media sosial yang merajai Chating di Indonesia, semua orang saling meminta pin BB, namun sekarang sudah dilibas oleh Android dengan Whatsapp. Kini ia mulai ditinggalkan penggunanya.

Dulu, Yahoo adalah raksasa dunia rajanya internet. Hari ini habis terlindas oleh Google. Kalau goggle tak bisa mempertahankan reputasinya, kemungkinan akan dilindas oleh Bing sebagai pesaing terberatnya itu.

Tempo dulu, surat kabar, majalah, dan televisi adalah media informasi paling efektif dan paling banyak diminati. Sekarang mereka tergerus oleh media online seperti YouTube, Facebook,Twitter, Instagram dll.

Masih ingat dengan Matahari, Ramayana, Carrefour, Hypermart yang pernah  merajai dunia retail? kini gerai mereka banyak tutup, tergantikan oleh Bukalapak, Tokopedia, Blibli, dll.

Dulu, ojek adalah profesi yang dipandang sebelah mata karena penghasilannya yang tak seberapa dan drivernya rata-rata orang yang tingkat pendidikannya rendah. Sekarang, fakta hari ini, tukang ojek tak bisa diremehkan, lulusan tingkat sarjana pun  jadi tukang ojek karena sudah online semacam Gojek, Grab. Tak menutup kemungkinan akan terus bermunculan ojek-ojek online lain. Beberapa tahun lalu order Taxi sangat menjengkelkan, sekarang sudah ada Grab, Uber dll.

Dulu, dunia investasi hanyalah milik orang kaya, orang banyak duit.
Fakta hari ini, dengan uang 100 rb rupiah pun pengamen jalanan bisa beli Reksadana saham.

Dulu, jika anda buka toko kelontong harus pakai modal besar.
Fakta hari ini, hanya bermodal Smartphone Anda bisa jadi grosir dengan aplikasi Kudo.

Dulu, pesan hotel dan ticket pesawat lewat travel agent. Sekarang, ribuan travel agent berguguran tergantikan oleh Traveloka, Agoda, Pegipegi dll..

Dulu, kita kesulitan mencari makanan halal jika ke luar negeri, namun sekarang begitu mudahnya mencari restorant halal dan masjid terdekat dengan applikasi Halal Trip.

Dulu, jika kita mencari teman lama cukup sulit terutama teman srkolah SD, SMP ataupun SMA saat ini hp sudah penuh dengan Group WA Alumni.

Mungkin suatu saat kantor-Kantor pelayanan Services Office sudah tidak lagi dilayani oleh karyawan tetapi semuanya sudah memakai mesin, contoh saat ini sudah mulai terjadi di Bank seperti layanan Transfer, tarik tunai ataupun setor tunai sudah memakai mesin.

Jika tidak terbuka pada perubahan jaman, maka kita akan tertinggal jauh. Di Dunia ini tidak ada tempat berhenti jangan pernah lambat. jangan pernah berhenti, teruslah bergerak, ikutilah perubahan itu.