Ta'aruf Dan Mengungkapkan Perasaan Kepada Lawan Jenis
Ta'aruf Dan Mengungkapkan Perasaan Kepada Lawan Jenis

Ta'aruf Dan Mengungkapkan Perasaan Kepada Lawan Jenis

ta'aruf
image muslimdakwah .com
Pengertian ta’aruf secara umum adalah perkenalan, saling kenal mengenal. Baik itu antara sesama jenis maupun lawan jenis (laki-laki/perempuan). Ta’aruf secara bahasa dari kata “ta’arafa  yata’arafu” yang artinya saling mengenal. Kata ini ada dalam al-Quran, tepatnya di surat al-Hujurat,

 Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal (lita’arofu)” (QS. al-Hujurat: 13).

Bagaimana dengan ta’aruf kepada wanita atau akhwat? Taaruf dapat menjadi langkah awal untuk mengenalkan dua keluarga yang akan menjodohkan salah satu anggota keluarganya. Taaruf dapat pula dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke pernikahan.

Memiliki rasa cinta terhadap lawan jenis adalah sesuatu yang wajar. Hal itu adalah fitrah setiap manusia. Namun untuk mengungkapkan perasaan cinta, tentunya tidak sembarangan. Karena agama mempunyai aturan yang harus ditaati, maka sudah seharusnya mengikuti ajaran syariat agama. Karena apabila cinta disikapi dengan cara salah, ujung-ujungnya hanya akan menimbulkan dosa.

Dalam Al-Quran, terdapat banyak sekali dalil yang menjelaskan tentang cinta kepada lawan jenis. Ini menunjukkan bahwa Allah Ta’ala memang menyisipkan rasa cinta ke dalam hati setiap manusia. Dan sebagaimana kodratnya, manusia itu diciptakan untuk saling berpasangan.

“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadaap syahwat berupa wanita.”(QS. Ali Imran :14)

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz-Dzaariyat: 49)

“Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita.” (QS. An-Najm : 45)

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (QS. Ali Imran: 14)

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum: 21)

Bagaimana cara mengungkapkan perasaan kepada wanita/lawan jenis?

 Sebenarnya mudah, tinggal katakan saja bahwa “Aku Mencintaimu”. Masalah diterima atau ditolak itu urusan belakangan. Namun sebelum mengungkapkan perasaan kepada seorang akhwat, cobalah katakan seperti dibawah ini saat ta’arufan dengan seorang perempuan ataupun sebaliknya.

Akhi. inilah proposalku

Aku hanyalah seorang yang lahir dikeluarga biasa, Keluarga yang biasa saja pada agama Tidak seperti keluarga lain yang dibangun dengan suasana religi.  Namun jangan salahkan aku Karena aku tak pernah diberi pilihan untuk lahir dikeluarga seperti apa, religiuskah atau biasa saja.

 Aku pun bukan lahir dari keluarga bangsawan Yang hartanya takkan habis untuk para keturunan Aku terlahir hanya sebagai anak perempuan biasa. Dari keluarga sederhana Karena Tuhan pun tak pernah bertanya padaku Mau dilahirkan dikeluarga seperti apa .

Tak banyak yang aku bisa Bahkan jika engkau membandingkanku dengan Perempuan lain, jujur nilaiku dibawah rata-rata . Aku tak pandai dalam ilmu agama Aku pun tak cerdas dalam ilmu dunia Aku hanya perempuan biasa Yang tengah mempelajari keduanya .

Aku tak seperti perempuan pada umumnya Aku bukan perempuan cantik rupawan Bahkan berdandan mempercantik diri saja aku tak bisa Meski begitu, aku mampu mengurusi keluarga kita kelak jika engkau terima . Dalam hal dapurpun Memasak saja aku tak bisa Meski begitu aku pastikan keluarga kita kelak Takkan kelaparan, Insyaa Allah .

Dalam hal agama, aku barulah seorang awam yang belajar Belajar bagaimana menjadi muslimah Menutup auratnya dan memperbaiki akhlaknya Sungguh, bukankah nilaiku jauh dari rata-rata? . Padamu, akhi Jujur aku bukan perempuan yang luar biasa Banyak kekuranganku jika kau membandingkannya .

Aku hanyalah perempuan sederhana dari keluarga biasa Tak banyak yang ku bisa Sungguh, nilaiku dibawah mereka Karena aku hanya seorang perempuan biasa Yang hanya bisa berusaha menjadi muslimah taat Yang ku bisa hanya berjuang dan bersemangat Memotivasi diri agar selalu berjalan dalam takwa Karena aku yakin pada janji Rabb ku Perkara jodoh yang membuat perempuan sepertiku galau Aku tak banyak mempermasalahkannya Karena keyakinanku pada Rabb ku Bahwa Jodoh adalah kuasa-Nya .

Aku hanyalah perempuan dengan cinta sederhana Yang ingin dicintai dengan sederhana Untuk mendapat cinta yang sempurna dari Rabb nya Maka sudihkah engkau menerimaku. Dari aku, perempuan sederhana yang mencoba memantaskan diri untuk Rabb nya [kutipan dari seorang akhwat indonesia tanpa pacaran]


Maka, yang harus dilakukan saat bertaarufan , lebih lebih mau mengungkapkan perasaan. Jangan menyombongkan diri, jangan merasa lebih hebat, lebih kaya, dan lebih-lebih yang lainnya. Tunjukkan apa adanya. Insyaalllah dengan seperti itu, orang yang dicintai akan luluh hatinya.