Panti Asuhan Di Sumenep (LKSA)

Panti Asuhan Di Sumenep
Panti Asuhan merupakan lembaga yang mendidik dan memelihara anak-anak yatim, yatim piatu dan tidak mampu. Seiring berjalannya waktu, Panti Aushan kini juga disebut LKSA (Lembaga kesejahteraan sosial anak). Undang-undang tentang hukum perlindungan anak tercantum dalam UU Perlindungan Anak, Pasal 20, dinyatakan bahwa “Negara, Pemerintah, Masyarakat, Keluarga dan Orang Tua berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan Perlindungan Anak”.

Di Sumenep, jumlah Panti Asuhan kurang lebih 115 LKSA yang terdaftar di Kementrian Sosial RI (berdasar pengalaman pribadi saat mengikuti proses akreditasi LKSA). Tentunya tiap-tiap LKSA mempunyai perbedaan dalam sistem pengelolaannya. Karena Panti itu bermacam-macam.

Salah satu Panti Asuhan yang ada di Sumenep yakni Panti Yatim Al Istiqomah, satu-satunya LKSA yang menampung anak-anak yatim, piatu, yatim piatu, serta anak yang tidak mampu dengan semua biaya hidup, mulai dari sandang pangan, pendidikan dsb. ditanggung oleh lembaga, yang artinya pihak keluarga anak tidak ikut campur dalam memenuhi kebutuhan hidup anak asuh di lembaga.

Pada mulanya Panti ini bernama “Yayasan Pembina Panti Yatim dan Pendidikan Islam Al-Istiqomah”. didirikan pada tanggal 16 April 1988. Akte notaris pertama, nomor :9,H. Abdul Wahid Zainal, Pamekasan, pada tanggal 16 April 1988, dan didaftarkan di PN. Sumenep tanggal 25 April 1988. No.  w.10 Ds.Um. 07.01007/PA. dan Akte notaris kedua nomor : 38, Kartika Dewi, S.H. Sumenep tanggal 29 Mei 1992, dan didaftar di PN. Sumenep. Tanggal 30 Mei 1992 No. w.10.D.Smp.Um.07.0115/PA. Akte terbaru terdaftar di Akte Notaris No. 10 DR. SJAIFURRACHMAN, SH., MH. Sumenep Tanggal 07 Nopember 2011. Didaftar di Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomer : AHU-9172.AH.01.04.TH 2011, dan terdaftar di P2T Surabaya
Panti Asuhan Di Sumenep

Bertujuan membantu usaha-uasaha Pemerintah dalam membina dan memelihara anak-anak Yatim dan Yatim Piatu, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, keterampilan, olahraga, kesenian, dan lain-lain, sehingga mampu hidup mandiri dimasa datang.

Sebagai realisasi dari tujuan ini, maka didirikan Panti Yatim “ Al-Istiqomah “, yang beralokasikan di jalan Yupiter No. 15 Perumahan Satelit Pabian Sumenep. Diresmikan pada tanggal 19 Juli 1989 oleh Bapak Bupati Kepala Daerah Tingkat II Sumenep, yang dihadiri oleh anggota-anggota DPR Tingkat II Sumenep, tokoh-tokoh masyarakat, para simpatisan dan masyarakat sekitar Sumenep.

Ada dua bentuk pendidikan yang ditempuh oleh anak-anak Panti Yatim “Al-Istiqomah” yaitu :

1. Pendidikan Formal.

Sesuai program Panti Yatim “Al-Istiqomah” menampung anak-anak yatim dan yatim piatu lulusan SD/MI, maka pendidikan formal yang akan ditempuh oleh mereka adalah tingkat SLTP dan SLTA. Namun, dengan pertimbangan dan kebijaksanaan tertentu, sebagian ada yang masih tingkat SD/MI, dan sebagian lagi setelah lulus SLTA ada yang akan dilanjutkan ke perguruan tinggi untuk kuliah. Masalah sekolah, anak asuh diperkenankan memilih sendiri sekolah yang ada di lingkup Kota Sumenep.

2. Pendidikan Non-Formal.

Disamping pendidikan formal, Panti juga menyediakan tenaga-tenaga khusus untuk memberikan pendidikan non-formal atau pelajaran ektra kurikuler dalam Panti. Hal ini dimaksudkan agar mereka memiliki bekal yang mantap dimasa mendatang, sesuai dengan tujuan Panti.

Pada awalnya, Panti Yatim Al Istiqomah Sumenep ditangani langsung oleh pihak Yayasan. Setelah diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) No 44 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pengasuhan Anak, Panti ini berdiri sendiri dan mendapat akreditasi B dari Kemensos RI. Selama 2017 Kementerian Sosial menargetkan akreditasi terhadap 2.000 LKSA yang artinya ada ada peningkatan 10 kali lipat dibanding 2016.