Hati-Hati Curhat Di Media Sosial

Di Media Sosial
Hampir tiap hari, setiap membuka akun sosmed, kita seringkali disuguhkan dengan berbagai macam curhatan netizen. Tak luput kemungkinab juga, ternyata yang curhat adalah teman kita sendiri.

Memang, jaman sekarang sosial media ramai menjadi sorotan. Bukan hanya sekedar ingin tenar, namun untuk ajang mengumbar permasalahan, menampilkan foto-foto narsisnya maupun kegalauannya.

Ketika masalah yang dihadapi tidak kunjung usai, dia lampiaskan kedalam media sosialnya. Apa dengan itu anda bisa menyelesaikan masalah? Apa sekarang tempat curhat yang anda percaya adalah media sosial? Bukankah Allah lebih dapat kita percaya? Kenapa kau lakukan itu? Kau umbar masalahmu, kau tuangkan keluh kesahmu agar orang lain melihat itu, apa kau berharap sesuatu?

Sadarlah kawan, jangan kau terlena dengan jaman. Jadilah orang yang pandai menjaga diri, jadilah orang kuat yang mampu menyelesaikan berbagai masalah, dalam kondisi yang bagaimanapun engkau rasakan sekarang.

Ketika memiliki keluh kesah dalam hati, Mungkin sebagian besar pengguna medsos lebih memilih untuk curhat.

Curhat atau mencurahkan isi hati adalah sebuah kegiatan yang baik untuk meluapkan segala keluh kesah yang kadang membuat kita kecewa. Namun hati-hatilah ketika kita mau curhat. Curhat juga ada tempatnya, dan kepada siapa kita harus curhat. Bukan sembarang curhat.

Kebanyakan orang lebih memilih melakukan curhat dengan pasangan atau mungkin teman dekat. Namun, jaman sekarang, bagi sebagian orang, mereka lebih suka curhat di media sosial dimana semua orang bisa melihat curhatannya.

Pada Januari 2015, Indonesia memiliki 79 juta pengguna media sosial aktif. Indonesia juga menduduki ranking 7 dari 11 negara di Asia Tenggara, yaitu 31% pengguna berdasarkan data bulan November 2015 berdasarkan data statistik dari We Are Social. Yang jelas, angka ini akan terus melonjak naik. Tentu itu bukan jumlah yang sedikit.

Saat kita melihat-lihat status atau post dari teman-teman, kita menemukan beberapa orang yang membagikan status tentang curhatan mereka, kegalauan, pesan bernada pesimis dan nyaris desperate, putus cinta, LDR-an, dan segala macam keluhan dalam hidup.

Dari  jumlah pengguna media sosial aktif di Indonesia yang mencapai angka sebesar itu. Cobalah kita berpikir ada berapa ratus ribu atau juta orang yang menulis status atau post seperti itu.

Apakah tidak malu, sebuah masalah pribadi dibuat status, apalagi curhat tentang pacara (misalnya). Lalu diketahui orang lain, dan kenapa kamu berpacaran? sebab-sebab orang suka berbapacaran