Beasiswa

Natal 2017, Maaf Kami Tidak Bisa Mengucapkan Selamat Natal

natal 25 desember 2017
Sebentar lagi, tinggal menunggu waktu. 2017 akan segera berakhir. Namun, sebelum 2017 pergi, ada sebuah tanggal yang katanya merupakan hari kelahiran Yesus Kristus, tepatnya tanggal 25 Desember.

Pada hari itulah, umat kristen merayakannya, yang disebut dengan perayaan natal. Mendekati hari, mulailah grasak grusuk, isu-isu, tren-tren dikalangan masyarakat. Hususnya Muslim yang meributkan soal mengucapkan selamat hari natal. (Baca : Larangan Mengucapkan Selamat Natal )

Saudaraku umat kristen! Menanggapi perayaanmu itu, kami sebagai umat islam, yang biasa disebut muslim. Jika anda ingin meminta kepada kami, meskipun sekedar ucapan "selamat natal". Maka maaf, kami tidak dapat memberikan kado itu untuk anda. Karena agama islam yang mulia ini, tidak memperkenankan mengucapkan itu.

Bukannya kami membencimu karena beda tuhan, bukan pulan karena intoleran. Kami cinta anda, kami toleransi pada anda. Karena yang namanya agama itu bukan paksaan. Tapi sebagai orang yang berpegang teguh pada ajaran agama, sekali lagi kami tidak bisa mengucapkan itu.

Sebagai orang yang awam, yang kurang tahu soal ajaran agama anda, cuman kami ingin tahu, kenapa tanggal 25 Desember umat Kristen merayakan Natal? Padahal, dalam ajaran Injil tidak dijelaskan tanggal kelahiran Yesus, hanya saja kelahirannya diperkirakan pada musim gugur buah kurma.

Kalau kita membaca sejarah, Paulus Liberus di Roma pada abad ke-4 Masehi mengubah literatur Injil dengan menyebutkan Yesus lahir pada 25 Desember. Hal itu diperuntukkan untuk menyatukan umat Kristen dan Katolik dalam perayaan Natal.

Tidak ada kan mengenai tanggal kelahiran Yesus Kristus dalam kitab injil itu sendiri? Untuk menyikap tabir Natal yang diperingati pada tanggal 25 Desember itu, marilah kita simak apa yang diberitakan oleh Bibel (injil) tentang kelahiran Yesus, sebagaimana yang dijelaskan dalam Injil Lukas (2): 1-8 dan Injil Matius (2): 1 dan 10-11.

Lukas (2): 1-8 berbunyi, ” Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh untuk mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri masing-masing di kotanya. Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea ke kota Daud yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud, supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya yang sedang mengandung. Ketika mereka di situ, tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang sedang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. “

Matius (2): 1 dan 10-11 berbunyi, “Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman Herodus datangalah orang-orang Majus dari Timur ke Yerussalem. Ketika mereka melihat bintang itu sangat bersuka citalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat anak itu bersama maria, ibunya.”

Saudaraku, perhatikanlah isi kedua Bibel di atas. Maka, dapat kita ketahui bahwa terdapat pertentangan yang cukup jelas antara kedua Bibel tersebut dalam menjelaskan kelahiran Yesus. Pada Bibel Lukas dijelaskan bahwa Yesus lahir pada zaman Kaisar Agustus, sedangkan Bibel Matius pada zaman Herodus.

Saudaraku umat kristen, dari kedua ayat tersebut nampak ada pertentangan. mungkin bisa dijelaskan? Ah, tidak usah lah. Itu kan Kitab keyakinan anda, bukan kitab suci kami. Dijelaskan atau tidak, juga tidak ada efeknya untuk mengubah keyakinan kami. Tapi cukuplah untuk dijadikan renungan untuk anda sendiri.