Malaikat Pun Turun Di Reuni 212, Allah Menunjukkan Kuasanya

reuni 212
Hari Sabtu, 2 Desember 2017. Umat islam baru saja melaksanakan Reuni 212. Dan juga memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Banyak para tokoh tanah air yang ikut serta hadir dalam acara yang tiada tandingannya itu.

Disana, ada Amien Rais, Ustad Bahtiar Nasir, Ustad Felix Siaw, Fadli Zon, Fahri Hamzah, dan lainnya. Mulai dari petani, pedagang, pengusaha, pejabat, hingga Ulama, juga tidak mau ketinggalan. Termasuk juga Gubernur DKI Jakarta yang baru itu , Anies Baswedan turut serta hadir di tengah-tengah umat islam

Sayangnya, tokoh yang satu ini, pimpinan tertinggi di negeri ini. Presiden Jokowi tidak hadir. Beliau lebih memilih untuk berada di Bogor. Biasanya, beliau mendatangi rakyat, tapi saat rakyat berdatangan ke Jakarta, beliau memilih untuk berada di tempat lain.

Terlepas dari itu semua, ada hal yang aneh, diluar nalar, dimana manusia tak mampu memprediksinya. Hanya Allah lah yang tau tentang bagaimana perjalanan reuni 212 nantinya. 

Dalam aksi 212 itu, jutaan orang bisa berada dalam satu wadah, satu tempat. Ada yang datang secara berjamaah, ada yang seorangan, ada yang dengan keluarga, ada yang bawa mobil, ada yang naik motor, sepeda ontel, hingga ada yang rela berjalan kaki. 

Padahal sebelumnya, berbagai fitnah, isu, gembosan, dan segala macam cara dilakukan pihak-pihak tertentu. Agar reuni 212 tidak berjalan, atau paling tidak, Reuni 212 bisa terganggu. Pasukan bayaran lah, mengganggu masyarakatlah, politiklah, pasukan nasi bungkus lah, dsb.

Namun apa yang terjadi? Disaat 212 dikatakan pasukan bayaran. Muncullah orang-orang yang memamerkan kekayaannya, yang sebenarnya bukan untuk pamer melainkan untuk memberikan jawaban terhadap apa yang kubu sebelah tuduhkan. Mereka ikhlas datang dari jauh-jauh, mereka tak meminta bayaran. 

Kalau mereka pasukan bayaran, siapa orang terkaya di negara ini yang mampu membayar mereka, miliarder siapa yang mampu dan berani membayar jutaan umat sebanyak itu?

Disaat 212 dikatakan pasukan nasi bungkus, ternyata apa yang terjadi? Jawabnya hanya sebuah tulisan "Gratis untuk mujahid". Kalaulah karena hanya nasi bungkus, buat apa datang jauh-jauh ke jakarta menghabiskan biaya besar jika nasi bungkus di warung harganya hanya 10rb an. 

Disaat Reuni 212 dikatakan mengganggu masyarakat, malah masyarakat datang berbondong-bindong dari segala penjuru.  Mereka rela mengorbankan waktu, mereka ikhlas menginfakkan hartanya, mereka tulus berbagi makanan dan minuman. 

Dari perjuangan mereka, seakan para malaikat turun membumi hanguskan fitnah-fitnah dan memporak-porandakan niat jahat pihak tertentu. Bahkan sebagian pasukan Jaz berdasi dengan segala kekuasaannya dan segala kekayaannya, yang awalnya selalu menebar isu. Kini tak berkutik setelah menyaksikan reuni 212 di Monas Jakarta. Hal ini menunjukkan bahwa kehendak Tuhan tak bisa dilawan. Allah benar-benar menunjukkam kuasanya.

Partai politik mana yang bisa mengumpulkan umat sebanyak itu? Siapa tokoh paling berpengaruh di Negara ini, yang mampu menghentikan langkah kaki mereka untuk tiba di jakarta? Nyatanya tidak ada...  

Allahu Akbar!!! 


EmoticonEmoticon