LGBT Dalam Perspektif Islam

lgbt dalam islam
Bagaimana LGBT dalam perspektif islam? Islam, sangat keras dalam menyikapi problem LGBT . Al-qur’an sendiri sudah membahas bagaimana Allah mengazab kaum luth yang membangkang.

Sebelum LGBT ada dizaman sekarang. Dimasa nabi luth juga telah terjadi seperti ini . Dan hukuman Allah swt sangatlah pedih dan menakutkan. Allah swt melaknat bagi orang-orang yang melakukan perbuatan seperti kaum nabi luth, atau semacam LGBT ini. .

Allah swt menghukum kaum nabi luth yang melakukan perbuatan semacam LGBT dengan hujan batu yang bertubi-tubi , dan batu tersebut terbuat dari tanah yang terbakar. Allah Swt berfirman :

فَلَمَّا جَاء أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّن سِجِّيلٍ مَّنضُودٍ

“Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri Kaum Lut itu yang atas ke bawah ( Kami balikkan ), dan Kami hujani mereka dengan (batu belerang ) tanah yang terbakar secara bertubi-tubi,”. (Qs. Hud : 82)

Maka dari itu, LGBT merupakan suatu perbuatan menyimpang dari fitrah manusia yang sesungguhnya .Dengan kata lain , hukum LGBT dalam islam adalah haram.

Yang perlu diperhatikan, sebagai sesama manusia, janganlah berbuat diskriminasi terhadap seseorang yang terjerumus ke dalam perbuatan LGBT. tetapi berusahalah mengembalikan mereka ke jalan yang benar .

Allah SWT. dan rasul-Nya telah mencela dan menghina para pelakunya.

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ﴿٨٠﴾إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya. ‘Mengapa kalian mengerjakan perbuatan fahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelum kalian? ‘Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melampui batas” [Al-A’raf/7: 80-81]

Memang benar, setiap manusia mempunyai kebebasan masing-masing, seperti yang di ungkapkan para pendukung LGBT.  tapi jika ditelaah lebih dalam bahwa kebebasan yang dimiliki berbanding lurus dengan batasan yang harus dipenuhi pula, seperti apakah melanggar agama, kesusilaan, kepentingan umum, hingga keutuhan bangsa?

Allah telah menciptakan manusia terdiri dari laki-laki dan perempuan, dan menjadikan perempuan sebagai tempat laki-laki menyalurkan nafsu bilogisnya, dan sebaliknya. Sedangkan prilaku LGBT keluar dari makna ajaran islam.

Prilaku LGBT merupakan kerusakan yang amat parah. Padanya terdapat unsur-unsur kekejian dan dosa perzinaan, bahkan lebih parah dan keji daripada perzinaan.

Allah mensifati mereka sebagai orang fasik dan pelaku kejelekan :

وَلُوطًا آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْقَرْيَةِ الَّتِي كَانَتْ تَعْمَلُ الْخَبَائِثَ ۗ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمَ سَوْءٍ فَاسِقِينَ

“Dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik” [Al-Anbiya/21: 74]

Pelaku homo disebut juga sebagai orang-orang yang melampui batas :

إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

“Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melapaui batas” [Al-A’raf/7 : 81]. Artinya, mereka melampaui batasan-batasan yang telah ditetapkan oleh Allah.

Allah menamakan mereka sebagai kaum perusak dan orang yang zhalim :

قَالَ رَبِّ انْصُرْنِي عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِينَ ﴿٣٠﴾ وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيمَ بِالْبُشْرَىٰ قَالُوا إِنَّا مُهْلِكُو أَهْلِ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ ۖ إِنَّ أَهْلَهَا كَانُوا ظَالِمِينَ

”Luth berdo’a. ‘Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu’. Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan, ‘Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk (Sodom) ini. Sesunguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zhalim” [Al-Ankabut/29: 30-31]

Jadi, islam dengan sangat jelas berbicara tentang kisahnya Nabi luth bersama kaumnya. Hanya saja, segelintir umat islam ada yang mendukung LGBT ini.


EmoticonEmoticon