Terlalu Sibuk Hingga Lupa Baca Al-Qur'an

Berapa banyak kita membaca koran daripada Al-Quran setiap hari? Berapa banyak kita membaca Sms dari pada membaca Al Qura,an, berapa kali dalam sehari kita membuka akun medsos dari pada membuka mushaf Al Qur'ab. Cukup jawab dalam hati kita masing-masing.

Padahal, membaca al-Qur’an merupakan ibadah yang paling utama dan dicintai Allah. Dalam hal ini para ulama sepakat, bahwa hukum membaca al-Qur’an adalah wajib ‘ain. Al-Qur’an merupakan pedoman, konsep, dan aturan hidup manusia. Bagaimana mungkin kita mengamalkan al-Qur’an tanpa mau membaca dan memahaminya.
sibuk tidak membaca al quran
Beriman terhadap al-Qur’an bukan sekedar percaya saja, namun  mesti dibuktikan dengan implementasi yang nyata. Jika suatu hari kita tidak sempat membacam Al-Qur'an karena sibuk mencari dunia, Kalau suatu hari kita tidak sempat menambah hafalan karena sibuk dengan sesuatu yang tidak bermanfaat.

Maka Percayalah, Gara-gara tidak membaca Al-Qur'an pikiran menjadi sibuk. Gara-gara tidak membaca Al-Qur'an perasaan kita menjadi sibuk. Gara-gara tidak membaca Al Qur'an struktur atomistik menjadi kacau. Ketahuilah, Justru setelah membaca Al-Qur'an, kita menjadi tidak sibuk, pikiran dan hati menjadi tenang, lapang dan bahagia.

Kita mampu membaca dan mengkhatamkan surat kabar yang jumlah kata atau hurufnya hampir sama dengan 1 juz al-Qur’an dalam waktu belasan menit, namun kita tidak mampu membaca beberapa halaman dari al-Qur’an.

Sayang nya, selama ini kebanyakan umat Islam telah meninggalkan al-Qur’an. Al-Qur’an tidak mendapat perhatian dan tidak dibaca untuk diamalkan sebagaimana mereka sibuk membaca bacaan lain selainnya.

Selama ini kita mampu membaca surat kabar, majalah dan buku setiap hari, namun kita tidak mampu membaca al-Qur’an dalam sehari.

Begitu pula kita mampu membaca majalah yang tebalnya seperempat atau sepertiga al-Qur’an dalam waktu beberapa jam, namun giliranya membaca al-Qur’an kita tidak mampu membaca beberapa juz dalam waktu yang sama.

Bahkan kita mampu membaca dan mengkhatamkan buku novel, komik dan roman yang tebalnya sama dengan al-Qur’an dalam waktu seminggu, namun kita tidak mampu mengkhatamkan al-Qur’an dalam waktu yang sama, bahkan sebulan sekalipun. Inilah kondisi iman kita saat ini yang sangat lemah dan kritis.


EmoticonEmoticon