Sering Berbohong Hanya Gara-Gara Hutang


berbohong karena hutang
Kita mungkin pernah mengalami hal disaat menghadapi orang yang berutang pada kita. Saat kita menagih utang, yang bersangkutan sering berbohong, menghindar menjauh dari kita, padahal ia mampu untuk melunasi, namun selalu dijawab nanti, bulan depan, dan seterusnya. Ia selalu mengundur terus padahal ia termasuk orang yang mampu untuk melunasi sesegera mungkin. Bahkan ada yang saking kurang ajarnya, tidak mau melunasi utangnya sama sekali. Itulah dapat kita kata bahwa ada yang jadi pembohong gara-gara utang.

Jangan sampai gara-gara hutang, untuk menyapa saja jadi segan, dia menyapa bukan berarti tuk menagih hutang yang belum terlunaskan.

Jangan sampai gara-gara hutang kita jadi sering bohong melanggar janji pembayaran, jika belum bisa menepati, maka sampaikan dengan perkataan yang memahamkan.

Jangan sampai gara-gara hutang , segala macam cara di lakukan untuk melunasi pembayaran, bayarlah hutang dengan uang yg halal agar penuh keberkahan.

Jangan sampai gara-gara hutang persaudaraan kita jadi hancur berantakan, dia meminjami uang untuk membantumu yang mungkin lagi kesusahan. Dan Jangan sampai gara-gara hutang, di akhirat sana kita jadi merugi berkepanjangan.

Dari ‘Urwah, dari ‘Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كَانَ يَدْعُو فِى الصَّلاَةِ وَيَقُولُ « اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ » . فَقَالَ لَهُ قَائِلٌ مَا أَكْثَرَ مَا تَسْتَعِيذُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مِنَ الْمَغْرَمِ قَالَ « إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ
"Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdo’a di dalam shalat: Allahumma inni a’udzu bika minal ma’tsami wal maghrom (Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan banyak hutang).” Lalu ada yang berkata kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Kenapa engkau sering meminta perlindungan dari hutang?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Jika orang yang berhutang berkata, dia akan sering berdusta. Jika dia berjanji, dia akan mengingkari.” (HR. Bukhari no. 2397 dan Muslim no. 589).

Jika seseorng berhutang sama kita dan belum terlunaskan. kita tidk boleh mendoakannya agar Allah memberi azab kepadanya, sebaiknya kita ikhlaskan kalau ia memang benar-benar tidak mampu untuk melunasinya. Insyaallah,  Allah akan mengganti dengan yang lebih baik, karena Allah selalu mempunyai rencana yang baik buat diri kita.



EmoticonEmoticon