Potret MCK Di Pedesaan Sumenep

MCK
Salah satu program Komunitas Sumenep Berbagi Adalah pembangunan MCK untuk kaum dhuafa. MCK adalah sarana yang menunjang kehidupan sosial, budaya serta kesehatan masyarakat, MCK sehat merupakan cerminan lingkungan yang sehat, bersih serta tertata dapat mempengaruhi pola pikir idividu untuk lebih memperhatikan lingkungan, menekan polusi udara dan pencemaran ekosistem, dampak positif bagi masyarakat adalah perubahan perilaku, kebiasaan serta budaya manusia di lingkungan umum.

Pemerintah menargetkan pada 2019 seluruh penduduk Indonesia memiliki akses sanitasi dan air bersih. Akses sanitasi itu termasuk memiliki sarana untuk Mandi, Cuci, Kakus MCK yang memadai.

Saat ini masih ada lebih dari 51 juta orang yang buang air besar sembarangan BABS. Kementerian kesehatan mengaku puluhan juta warga Indonesia masih tidak memiliki akses MCK, dan berperilaku buang air besar sembarangan.

Kalau kita hitung manusia itu bisa mengeluarkan kira-kira tinja 0,4 kg per hari. Bayangkan berapa banyak tinja yang akan mengotori sungai atau tanah dan ketika hujan tanahnya mengalir mengotori sumur masyarakat

Selain mencemari lingkungan , BAB sembarangan juga berdampak langsung kepada masyarakat terutama kesehatan anak-anak.

Angka kematian Diare diantara balita itu masih menjadi proporsi yang besar, sekitar 23%. Itu karena diare, penyakit lain seperti pneumonia atau radang paru-paru juga karena air tercemar, tidak cuci tangan dengan bersih Itu karena kuman, infeksi kecacingan, usus terpapar terus oleh bakteri kuman dan tidak masuknya zat gizi terhadap tubuh anak sehingga timbul stunting (pendek). Tubuh anak menjadi tidak proporsional

Kementerian Kesehatan memperkirakan kerugian ekonomi akibat perilaku BAB sembarangan itu menumbulkan kerugian ekonomi sekitar buruk Rp56,8 trilliun per tahun, antara lain dari biaya pelayanan kesehatan yang dikeluarkan untuk mengatasi penyakit akibat sanitasi yang buruk, antara lain diare. (Ferry Ksb). Baca Juga : Potret Kemiskinan Masyarakat


EmoticonEmoticon