Miskin Tapi Bahagia, Kaya Tapi Sengsara


miskin
Kemiskinan dan kebahagian, seakan dua kalimat yang hanya sebatas kalimat yang faktanya jarang kita temukan. Karena selama ini, kita menganggap yang namanya orang miskin serba melarat, serba sengsara, dan serba tidak ada alias serba kekurangan.

Pengertian Kemiskinan dalam wikipedia dijelaskan. Adalah keadaan di mana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan.

Sementara itu, miskin dalam pandangan islam sering disebut-sebut dalam Al Quran. Seperti dalam surat at-Taubah ayat 60:

إنما الصدقات للفقراء و المسكين و العملين عليها و المؤلفة القلوبهم و في الرقاب و الغرمين و في سبيل الله و ابن السبيل فريضة من الله و الله عليم حكيم

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS. At-Taubah: 60)


Ada yang mengatakan bahwa kemiskinan itu adalah ketidak adilan. Itu salah besar. Kemiskinan bukanlah ketidak adilan tapi pilihan hidup bebas bagi setiap orang. Dan Tuhan melaksanakan pilhan itu.

Apabila kita menilai keadilan itu dalam konteks ekonomi maka kita terjebak dengan esensi bahagia itu sendiri dan kalau kita teruskan maka kita akan kehilangan eksistensi hakikat Tuhan.

Apalagi karenanya segala daya harus di lakukan agar kemiskinan dapat di hapus. Peradaban, katanya di bangun dengan tujuan agar kemiskinan hilang berganti dengan kemakmuran. Indikator kemakmuran berdasarkan index kemiskinan yang ada di suatu negara.

Tapi orang lupa bahwa kemiskinan tidak indentik dengan penderitaan.Tidak indentik dengan hilangnya kebahagiaan. Ada seorang teman nampak stress berhari hari karena orderdil kendaraan lamborgini nya terlambat datang setelah di inden. Ada juga stress berhari hari ketika burung langka piaraannya mati.

Ada juga nampak resah sepanjang hari seakan sehari terasa ribuan tahun karena di indikasikan akan disidik oleh KPK. Padahal mereka semua itu bukanlah orang miskin tapi orang kaya yang berlebih harta dengan rumah dan apartment dimana mana.

Dengan demikian maka sampailah kita pada kesimpulan bahwa orang bahagia bukan karena harta atau status tapi karena sikap hidupnya. Ketika orang kaya menganggap dia hanya bisa bahagia apabila hartanya bertambah dan selalu menjadi yang terbaik maka dia tidak akan pernah bahagia dan pasti tidak pernah kaya.

Ketika orang miskin yang selalu resah dengan kemiskinannya, dia tidak pernah kaya, bahkan sangat miskin dari orang termiskin. Jadi kalau pemuka agama mengusung konsep utopia tentang keadilan dalan konteks ekonomi maka dia sedang mengkampanyekan anti Tuhan.

Yang membuat hidup ini rumit karena persepsi kita bahwa semua harus di ukur dengan materi. Padahal Materi itu nothing. Ilmu fisika mutakhir menyimpulkan antara energi dan materi tidak jelas. Apakah materi ada karena energi atau sebaliknya. Ia menjadi relatif. Artinya memang antara materi dan energi adalah permainan Tuhan.


Saudaraku…

Kehidupan Itu semua hanya senda gurau belaka. Hidup bukanlah rasa takut dan penuh kawatir karena hal yang belum terjadi. Hadapi hari ini dengan kerja keras karena anda harus bergerak tapi jangan mengejar keinginan. Anggap itu sebagai sebuah kebutuhan kehidupan.

Apapun yang didapat, syukuri  dan itu adalah berkah yang tak terbilang. Maka hidup akan mencapai kecukupan. Anda sadar bahwa apapun itu akan pergi begitu saja. Kaya dan miskin akan pergi. Anda lalui hidup ini dengan ceria atas dasar syukur selalu, itulah sumber kebahagiaan, dan hanya itu pilihan hidup anda.


EmoticonEmoticon