Jangan Minder karena Miskin


orang miskin
Kadang kita Minder karena Miskin, Bila kita telah berusaha dan bekerja keras. Dan kita telah jalani Sholat yang lima waktu. Dan masih kita tambah dengan Sholat sunnah juga Dzikir, Sholawat dan banyak DOA. Namun tetap miskin juga. Tak perlu minder apalagi protes padaNya.

Apa yang kita miliki saat ini memang belum seberapa. Tapi bila sesekali mau melihat ke bawah, kita akan tahu bahwa banyak orang yang lebih kurang beruntung daripada kita. Setidaknya kita sudah bisa berdiri di atas kaki sendiri, sementara masih banyak orang yang hidup dengan belas kasihan.

Seorang anak bertanya kepada ibunya : "Ibu, mengapa kita miskin?"

Dengan tenang sang ibu berkata :"Nak, hidup ini seperti jalan-jalan di minimarket atau supermarket. Semua orang boleh memilih dan membawa barang apa saja yang ia inginkan."

"Siapa yang membawa sepotong roti, maka ia harus membayar dengan harga sepotong roti, Dan siapa yang membawa tiga potong roti, iapun harus membayar dengan harga tiga potong roti."

"Sementara kita tak mungkin membawa apa-apa karena tak punya uang untuk membelinya. Bahkan dipintu kasirpun kita tak akan diperiksa, dibiarkan jalan begitu saja."

"Begitu pula kelak di Hari Kiamat Nak. Saat orang-orang kaya antri menjalani pemeriksaan untuk dimintai pertanggung jawaban. Saat orang-orang kaya ditanya tentang Darimana hartanya mereka peroleh Dan kemana hartanya mereka belanjakan?"

"Kita dibiarkan terus berjalan tanpa beban. Lebih ringan kan. Apakah engkau masih juga belum bisa menerima?"

"Anakku! Jika kita memang ditakdirkan menjadi orang miskin, bersabarlah. Karena setelah kematian, kemiskinan itu akan sirna, berfikirlah pisitif, barangkali, jika kita kaya belum tentu bisa lebih bertakwa".

"Mungkin juga, dengan kemiskinan kita akan lebih  mudah meraih Surganya, jangam pernah minder, Karena kaya dan miskin bukanlah ukuran Mulia dan Hinanya manusia.Tetaplah berprasangka baik pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala."

"Singkirkan rasa iri , cemburu dan buanglah tanda tanya, tentang Kehendak-NYA Pembagi Nikmat. Mungkin jatah buat kita masih tersimpan di Surga, menunggu kita benar-benar telah Siap Menerimanya".

Ingatlah apa yang disampaikan Rasulullah bahwa "Sesungguhnya kekayaan itu bukan terletak pada banyaknya harta benda, tapi pada hati dan ketenangan jiwa".

Jangan mengeluh dan Jangan pula putus asa. Pada hakikatnya ketidaksuksesan kita di dunia kemungkinan besar merupakan bentul kasih sayang Allah untuk membuat kita lebih sukses di negeri akhirat. Allah tentu Maha tahu. Dia mengetahui segala yang tampak dan yang tersembunyi. yang sudah lalu, sekarang, atau yang akan datang. Allah Maha Mengetahui semuanya.

Barakallahu Fiikum


EmoticonEmoticon