Angka kemiskinan di sumenep Tinggi, Kemana Kekayaan Alamnya


kemiskinan di sumenep
Sejak tahun 2013 hingga 2016, presentase kemiskinan di sumenep hanya turun 0.32%, hingga 2016 penduduk miskin di sumenep mencapai 216.140 jiwa atau 20.09% dari populasi 1.041.915 jiwa. Menobatkan Sumenep di peringkat empat kabupaten termiskin.

Sumenep dengan serba kekayaan alamnya, tak mampu mengatasi kemiskinan yang ada di Sumenep. Entah dikemanakan kekayaan alamnya itu. Kemiskinan di Sumenep seperti fenomena gunung es, dari 90 orang dhuafa dan fakir miskin yg di data oleh Komunitas Sumenep Berbagi hanya 12 orang yg mempunyai KTP dan KK, itu berarti 15% yg terdata dari jumlah sebenarnya. Berarti bisa dipastikan jumlah masyarakat miskin bisa jauh lebih besar dari 216.140 jiwa yg di data oleh BPS.

Hal ini juga dapat dilihat dari angka pengangguran, Sumenep tahun ini berada pada angka 20,49% atau peringkat ke-35 dari 38 kabupaten kota se Jawa Timur.

Kabupaten Sumenep dikenal sebagai daerah yang memiliki kekayaan alam yang melimpah. Baik dari sektor pertanian maupun kekayaan alam yang lain, seperti kandungan minyak dan gas alam serta potensi wisata. Secara tidak langsung, Sumenep bisa dibilang salah satu Kabupaten yang kaya sumber alam.

Sangat perihatin melihat keadaan masyarakat Sumenep yang hidup dalam kemiskinan. kekayaan alam yang sudah dikeruk, tidak berdampak apa apa terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

Pertanyaannya, bagaimana mau mengatasi kemiskinan yang ada di Sumenep, Bagaimana mereka bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah kalau sebagian rakyat miskinnya tidak terdata, tidak memiliki KK dan KTP.

Untuk mengurangi angka kemiskinan ini, tentunya adalah tugas kita semua. Antara pemerintah dan masyarakat harus saling berdampingan untuk mengatasi kemiskinan. Kalau pemerintah dengan anggaran dananya, sebagai rakyat biasa maka dengan sifat sosialnya. Baca juga : Komunitas Sumenep Berbagi Berikan Santunan Untuk Dhuafa


EmoticonEmoticon