Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2017


Hari Santri Nasional
Sebelumnya, kami ingin mengucapkan selamat Hari Santri Nasional. Kami Bangga Menjadi Santri. Berbanggalah Yang Pernah Menjadi Santri. Karena, dari sanalah kita mencari bekal untuk akhirat nanti.

Tinggal menunggu hari, hari santri akan diperingati. Pamflet-pamflet sudah mulai bertebaran, profil-profil medsos sudah digunakan. Lalu, kenapa harus santri? Ya, karena santri punya peran penting dalam membangun sebuah negara. Kiprah santri teruji dalam mengokohkan pilar-pilar NKRI berdasarkan Pancasila. Santri berdiri di garda terdepan membentengi NKRI dari berbagai ancaman.

Masih ingat dengan Resolusi Jihad NU? Masih ingat dengan pidato Hadlaratus Syeikh yang menggetarkan itu? Kalau tidak ada resolusi jihad, tidak akan pernah ada peristiwa 10 November di Surabaya. Kerena itulah diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Tahun 1936, sebelum Indonesia merdeka, kaum santri menyatakan Nusantara sebagai Dârus Salâm. Tahun 1945, kaum santri setuju menghapuskan tujuh kata dalam Piagam Jakarta demi persatuan dan kesatuan bangsa. Tahun 1953, kaum santri memberi gelar Presiden Indonesia, Ir. Soekarno, sebagai Waliyyul Amri ad-Dlaruri bis Syaukah, pemimpin sah yang harus ditaati, menyebut para pemberontak sebagai bughat yang harus diperangi.

Pasca Reformasi, para santri menjadi bandul kekuataan moderat sehingga perubahan konstitusi tidak melenceng dari khittah 1945 bahwa NKRI adalah negara-bangsa, bukan negara agama, bukan negara suku yang mengakui seluruh warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama, tanpa diskriminasi berdasarkan suku, ras, agama, dan golongan.

Tahun 1965, kaum santri berdiri di garda depan menghadapi rongrongan ideologi komunisme. Tahun 1983/1984, kaum santri memelopori penerimaan Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan berbangsa-bernegara dan menyatakan bahwa NKRI sudah final sebagai konsensus nasional.

Jangan remehkan santri, mungkin selama ini kita mengagap santri hanya seorang yang pintar dalam masalah agama karena sudah kenyang dengan dunia kepesantrenannya. Tidak, sama sekali tidak. Santri bisa terjun dimana saja, santri juga bisa menguasai dalam bidang apa saja.

Sekarang jamannya teknologi dan informasi, jangan kira santri tidak bisa berkiprah didalamnya. Internet yang menjadi bingkisan kecil dari kemajuan nalar yang menghubungkan manusia sejagat dalam dunia maya.

Tak sedikit para santri yang meluncurkan situs-situs untuk menyampaikan dakwah islam. Tidak sedikit para santri terjun di dunia internet untuk membendung aliran serta faham yang menyimpang. Para santri menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan dakwah Islam. Santri menjadikan teknologi informasi sebagai media dakwah dan sarana menyebarkan kebaikan.


EmoticonEmoticon